Pages

Showing posts with label the kitchen. Show all posts
Showing posts with label the kitchen. Show all posts

Friday, May 30, 2014

Nasi Goreng Teri

Walaupun terbukti tidak sehat tetapi nasi goreng itu memang enak ya. Simpel buatnya dan pakai bumbu ngawur juga pasti jadi. Nah biasanya di rumah saya masak nasi goreng hanya kalau ada nasi sisa, jadi jarang sekali sengaja ingin masak nasi goreng.

Seperti tadi pagi, ternyata nasi kemarin masih bersisa banyak sekali. Kebanyakan masak memang, padahal lagi ga ada rice cooker. Jadi daripada mubazir, mari kita buat nasi goreng :)

Kali ini nasi goreng teri. Kesukaan semua. Dan karena lagi rajin, bumbunya pun diuleg, biasanya kan di iris saja. Bisa buat sarapan dan bekal makan siang buat ke kantor. Tambahin lettuce, timun dan tomat banyak - banyak untuk mengurangi rasa bersalah.



Nasi Goreng Teri

Bahan
nasi putih dingin         2 piring, harus dingin agar bumbunya meresap sempurna dan nasi tidak lengket
bawang merah           8 buah
bawang putih             3 buah
cabe rawit                 6 buah
garam secukupnya
gula secukupnya
kecap manis secukupnya

Untuk pelengkapnya, kali ini saya pakai telur, teri (digoreng kering dengan api kecil), suwiran ayam dan udang goreng tepung sebagai bonus. Kalau pakai sosis atau baso sepertinya rada ngga nyambung ya.

Cara membuat 
Haluskan bawang merah, bawang putih, dan cabe rawit.
Tumis dengan sedikit minyak sampai harum dan bumbu benar - benar matang.
Sisihkan ke tepi, masukkan telur dan buat orak - arik, masukkan suwiran ayam
Terakhir masukkan nasi, aduk agar tercampur rata, tambahkan garam (sedikit saja karena nanti ada teri yang sudah asin), gula putih dan sedikit kecap manis.
Matikan api, masukkan teri goreng, aduk rata, hidangkan hangat

Ngomong - ngomong tentang nasi goreng, di KL ada nasi goreng enak banget lho. Nasi goreng kampung dengan ikan bilis (teri) yang rasanya juara, 4RM saja dengan porsi besar bisa untuk berdua. Tempatnya di Taman Tasik Titi Wangsa. Kokinya ya orang Indonesia juga. Cemilan asik sore - sore sambil nunggu Cici main perosotan :D

nasi goreng kampung di Taman Tasik Titiwangsa, koki Indonesia :)



Tuesday, May 27, 2014

Tuna Sandwich

Sewaktu di Jakarta sepertinya ngga pernah kepikiran makan sandwich untuk makan siang. Ga nendang rasanya, lagi pula di sana kan banyak pilihan. Menado, ayam penyet, mie lenteng, duh ngiler jadinya.

Nah sejak pindah ke sini saya lumayan akrab dengan sandwich. Seringnya beli untuk sarapan, banyak sekali yang menjual sandwich telur/ayam/tuna dengan harga RM 5 untuk 2 sandwich. Not to bad, apalagi kalau rotinya pakai roti gandum.

Penasaran coba - coba buat sandwich untuk lunch, isiannya tomat, lettuce, keju slice, sedikit mayo, tomat dan tuna kaleng. Yummy dan ternyata kenyangnya awet sampai sore :)


Wednesday, May 21, 2014

Gudeg Yogya Pertama

Katanya selalu akan ada saat - saat pertama seperti juga tidak ada hal yang tak mungkin :). Dan saya percaya itu betul lho. Dan betul juga bahwa situasi yang serba terbatas akan memaksa kita untuk bisa ho ho.

Sebetulnya dari dulu saya memang suka masak, tapi ya sebatas masak untuk sehari - hari. Menu makanannya pun itu - itu saja. Hidup hanya bertiga dengan 1 balita yang makannya belum macam - macam membuat saya malas. Terkadang lebih murah beli daripada masak sendiri. Belum lagi masakan pasti bersisa, sayang kan.

Itu dulu, sewaktu kami tinggal di Jakarta. Ketika uang 10 ribu rupiah cukup untuk beli bakso malang di dekat rumah. Pengen makan nasi goreng tinggal naik motor ke warung tenda, ga sampai 5 menit. Di sini semua tinggal mimpi.

Tapi ternyata menyenangkan, dengan segala keterbatasan membuat saya mencoba hal - hal baru lho. Sejak tinggal di Kuala Lumpur saya jadi lebih rajin masak hehe, selain karena perlu juga karena punya waktu lebih banyak, alhamdulillah.

Aduh kepanjangan cerita haha, maaf. Jadi ceritanya minggu lalu suami kangen makan gudeg. Kangen kok susah ya, di Jakarta dulu aja kayanya ga pernah tuh kepengen makan gudeg. Dipikir - pikir memang enak tapinya, apalagi gudeg asli Yogya buatan Yu Djum, asli enak. Ternyata udah lama juga ngga makan gudeg, terakhir sepertinya tahun 2008 sewaktu kami ada di Yogya.

Dengan semangat 45 akhirnya saya browsing resep, dan nemu resep jagoan dari Mba Diah Didi yang blognya bagus bangettt (I love you Mba haha). Resep gudeg Mba Diah ini lengkap sekali dan nampaknya ga susah. 

Menurut Mba Diah, untuk membuat gudeg yang enak minimal perlu 2 hari, biar gudegnya bisa merah kehitaman semacam pakai daun jati. Karena niatnya mau dimakan hari Sabtu, jadi buat gudegnya dimulai hari Kamis :)

Alhamdulillah ternyata memang ga susah. Hari Sabtu udah tampak cantik gudegnya, disambung masak opor ayam dan sambal goreng krecek. Kreceknya dapat beli di Pasar Chow Kit, mahal nya, 1/2 kg krecek mentah harganya 17 Ringgit. Ndak papa lah sesekali. Kacang tolo nya ngga nemu. Jadi diganti dal - kacangnya orang India.

Tapi semua kesulitan terbayar sudah, semua doyan gudegnya, alhamdulillah :)
Semakin semangat masak - masak lagi.

Resep Gudeg komplit Mba Diah Didi ada di sini, monggo pinara.

gudeg pertamaku

Friday, May 9, 2014

Soto Kudus

Sudah lama sekali kangen makan soto. Terutama soto bening yang segar dengan teman - temannya itu, sate kerang, sate telur puyuh, dan tempe goreng hangat. Jangan lupa juga sambal dan jeruk nipisnya.

Tapi karena sok sibuk terus tiap weekend akhirnya sudah hampir 2 bulan ga ke pasar. Ya akhirnya ga bisa masak tempe tahu dan yang penting ayam kampung kesukaan Cici. Entah kenapa susah sekali mendapatkan ayam kampung di supermarket. Belum pernah nemu sampai sekarang.

Harga ayam kampung di pasar sekitar 10-12 ringgit. Bila ingin yang besar, harganya 18 ringgit. Tapi kapok beli yang besar, besarnya kebangetan.

Alhamdulillah 2 minggu lalu akhirnya bisa ke pasar, langsung beli ayam 3 ekor, potong 8 dan langsung dibagi 3 bagian. Ceker dan pertulangan untuk bahan sop, paha dan dada dimasak ayam kremes-masuk freezer dan siap goreng, bagian terakhir tertinggallah persayapan yang cocok untuk soto atau masakan berkuah lainnya.

Seingat saya Soto Kudus paling enak sedunia ya di Kudus, di rumah makan kecil dekat Alun-Alun Kudus. Dekat rumahnya Neneng di Kudus. Kuahnya segar walau porsinya mungil dan lumayan mahal hehe. Kalau masak sendiri pastinya lebih puas, bisa nambah terus.



Soto Kudus ( Sajian Sedap)

Bahan :
Ayam kampung kurang lebih 500 gram
Air 2000 ml
Garam 1 sdm
Gula 1/2 sdt
Daun Salam 3 lembar
Lengkuas 2 cm
Kecap manis 2 sdm
Minyak goreng untuk menumis

Bumbu halus :
Bawang merah 15 buah
Bawang putih 6 buah
Merica 1sdt

Cara membuat :
Rebus ayam hingga mendidih, saring, didihkan kembali
Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan ke air rebusan ayam bersama daun salam dan lengkuas.
Masak hingga ayam matang, tambahakan gula dan garam sesuai selera.
Angkat ayam, tiriskan. Tambahkan kecap manis ke air rebusan.
Bila suka ayam bisa digoreng terlebih dahulu lalu disuwir - suwir.
Siap dihidangkan, jangan lupa jeruk nipis, bawang goreng dan teman-temannya

Sarapan 8 Mei 2014
Waktu memasak +/- 1 jam

Wednesday, January 30, 2013

Tentang Minyak Goreng

Hari gini ngomongin minyak goreng ? haha biar saja, soalnya saya lagi bahagia karena minyak goreng. Alhamdulillah di rumah sekarang punya stock Barco 8 L yang dibeli dengan harga miring : rata - rata menjadi 18 rb saja per liternya. 2L dibeli dengan harga sangat mahal karena kepepet, beli di Hero yang harganya 57.500 per 2L hiks. Sedangkan 6L lainnya dibeli dengan harga diskon, buy 2 get 1 free, seharga 20.700 per 1L di Alfa Mart. Hore hidup Alfa. Sayang promonya hanya sampai hari ini, dan lucunya di dua Alfa yang saya kunjungi stocknya hanya ada 3L. Tapi alhamdulillah, cukuplah 8L ini sampai 4 bulan ke depan, bagi - bagi rejeki juga sama orang lain.

Barco, minyak goreng kelapa yang dipercaya sejak tahun 1950
Harga normal si Barco ini memang cukup mahal, harganya di atas rata - rata merk minyak goreng lainnya di pasaran. Biasa saya beli di pasar tradisional dengan harga 40 rb per 2L. Sedangkan kalau di Alfa Mart atau Hypermart sekitar 49 rb per 2L. Kalau belanjanya di Hero lebih sadis lagi, 57.500 per 2L, bikin ga pengen goreng - goreng jadinya.

Barco ini sudah menjadi sahabat baik sejak saya mulai hidup mandiri di Balikpapan beberapa tahun silam. Pertama kali kenal dari Ibu kost dan langsung jatuh cinta. Padahal di Balikpapan itu jarang banget nemu si Barco, yang jual hanya di Susana, itupun jarang ada, kalaupun ada harganya ajaib mahal.

Kenapa musti si Barco sih ?
Karena Barco itu minyak kelapa, bukan minyak kelapa sawit. Mungkin banyak yang salah kaprah menganggap minyak goreng yang biasa kita pakai itu berasal dari kelapa. Betul kelapa, tetapi kelapa sawit. Produk minyak yang dihasilkannya berbeda jauh.

Penasaran tentang minyak goreng dan saya coba tanya Om google, ternyata menarik juga. Dalam proses menggoreng, fungsi utama minyak adalah sebagai penghantar panas. Fungsi tambahannya adalah sebagai penambah rasa, nilai gizi dan kalori tentunya. 

Dalam artikel di Kompasiana ini disebutkan bahwa produk terbaik minyak goreng adalah minyak kelapa. Minyak kelapa merupakan jenis asam lemak jenuh, memiliki sifat stabil walaupun dalam temperatur tinggi. Ia tidak cepat beralih rupa menjadi asam lemak atau trans-fat karena lebih banyak mengandung MCFA (medium chain fatty acid) atau asam lemak rantai sedang . Kandungan asam lauratnya lebih dari 50 persen seperti yang terdapat pada air susu ibu. Asam laurat ini dapat membunuh berbagai kuman, virus, dan parasit. Sedangkan molekulnya terdiri atas 12 atom karbon yang diikat jenuh (tidak ada ikatan ganda). Bonus sampingannya minyak kelapa tidak mudah mengalami oksidasi sehingga tidak mudah menjadi tengik. 

Mengapa bukan minyak kelapa sawit ?
Minyak kelapa sawit sangat tidak disarankan untuk dipakai menggoreng. Salah satu artikel di sini menyatakan bahwa minyak kelapa sawit mengandung lebih banyak LCFA (long chain fatty acids) atau asam lemak rantai panjang. Ukuran molekulnya besar - besar sehingga perlu diproses dulu menjadi asam lemak berukuran kecil dan berbentuk asam lemak bebas agar dapat diserap melalui dinding usus. Setelah lolos dari dinging usus, asam lemak bebas ini disusun kembali menjadi lipoprotein kemudian dibawa ke hati. Di sana diubah menjadi energi, kolesterol dan sisanya ditimbun menjadi jaringan lemak..hiii. Inilah penyebab berbagai penyakit kronis, degeneratif maupun kanker. 

Dan menurut penelitian, ternyata minyak yang paling rendah kandungan LCFA-nya adalah minyak kelapa, hanya 2 % saja. Tabel di bawah ini dapat menjelaskan kandungan asam lemak di setiap jenis minyak yang kita kenal di pasaran.

Tabel Asam Lemak
Sumber : http://rumahkanker.com/pencegahan/pencegahan/69-minyak-goreng-yang-aman
Mudah - mudahan sudah cukup jelas ya :) Pastinya yang terbaik adalah menghindari gorengan. Tapi kalau belum bisa membuang tahu goreng dari menu sehari - hari, mari kita beralih ke minyak kelapa. Salah satunya si Barco itu, harganya memang lebih mahal, tapi segi positifnya juga ada lho. Kita akan "terpaksa" mengurangi pemakaian minyak goreng di rumah agar hemat.

Sebisa mungkin hindari minyak kelapa sawit, yang berarti kurangi jajan di luar hehe, apalagi jajan gorengan. Bukan saja kelapa sawit, margarine sebaiknya juga dihindari. Margarine adalah bentuk padat dari minyak kelapa sawit. Pembuatannya dengan cara memanaskan minyak kelapa sawit hingga mencapai temperatur tinggi hingga minyak berubah dari sifat cairnya menjadi padat. Ironisnya karena mentega alias butter itu cukup mahal, maka banyak pembuat roti dan kue di pasaran mengganti mentega menjadi margarine. Hmm, satu alasan lagi untuk tidak jajan di luar.

Quote menarik saya temukan artikel yang sama :
Mengapa orang Indonesia sakit kanker ?
"Indonesia sangat kaya tanaman berkhasiat antikanker, jauh lebih kaya daripada Cina, dan lebih bagus mutunya. Tetapi mengapa angka kejadian kanker di Indonesia lebih tinggi daripada Cina? Karena orang Indonesia suka sekali makan gorengan..."
(Prof. Dr. Li Peiwen, ahli kanker & obat tradisional senior Cina.)
Terbukti nenek moyang kita itu sangat hebat ya, sayangnya tradisi membuat minyak kelapa perlahan mulai hilang. Hutan hutan subur berkayu keras di negeri ini berubah menjadi hutan kelapa sawit. Cara cepat menjadi kaya, tetapi semoga saya tak pernah tergoda menjadi pengusaha sawit.

Sunday, December 30, 2012

Kitchen Make Over, Welcoming 2013


Sebagai ibu bekerja, memasak untuk anak dan suami setiap hari itu sesuatu banget. Dari awal menikah saya bercita - cita untuk selalu memasak setiap hari. Alhamdulillah berhasil, walau pontang - panting. Tetapi memang menu yang saya masak biasa saja, kadang juga mungkin ga enak :)

Motivasi saya untuk memasak bertambah ketika Cici-putri saya bertambah besar. Di usia 3 tahun 6 bulan sekarang Cici sudah bisa menilai masakan Bunda-nya enak atau tidak. Alhamdulillah selama ini dibilang enak haha.

Nah mumpung di awal tahun, saya jadi terpikir untuk membongkar dapur saya, dirapihkan sedikit - sedikit, biar lebih sehat dan hemat. Terus terang 4.5 tahun menikah dan menu makanan di rumah saya sepertinya berantakan. Setiap bangun jam 4 pagi langsung bingung mau masak apa ya hari ini. Pergi ke pasar tanpa catatan. Not a good things to do.


Nah saya akan mulai dari mana ya ? Mungkin dengan menyusun list makanan favorit keluarga : saya, suami dan anak. Kemudian memilih makanan yang sehat, seimbang gizinya tentunya. Terakhir, hemat di kantong.


Oke, let's start :

Saya sebetulnya tidak punya list makanan favorit, tetapi kalau boleh memilih saya akan lebih banyak memakan ikan, sayuran, buah dan sekarang sedang berusaha menghindari gorengan. 

Suami sebetulnya tidak terlalu suka sayur, di awal menikah saya perhatikan makanannya selalu kering - keringan. Tidak sehat kan, untungnya sekarang mulai menyukai sayur dan buah..walau baru buah tertentu. Suami lebih menyukai masakan menggunakan kecap dan keringan.

Cici putri saya sebetulnya penyuka segala. Saat ini dia baru dalam tahapan mengenal berbagai jenis makanan. Belakangan saya mulai memperkenalkan cabai walau dalam jumlah sangat sedikit. Ajaibnya ternyata Cici suka, rendang dengan cabai sedikit. Untuk Cici mungkin tidak ada kriteria khusus, saya lebih memilih memperkenalkan banyak jenis makanan dengan tingkat kepedasan yang bisa diterima Cici.

Mulai jelas :) 

Kriteria saya berikutnya adalah bahan makanan yang digunakan dan bumbu yang digunakan. Sejak 3 tahunan terakhir kami alhamdulillah konsisten memasak tanpa bumbu penyedap, di dapur rumah saya hanya tersedia gula, garam, merica, ketumbar, pala, kemiri, cengkeh, asam jawa, asam kandis, gula merah, berbagai rempah segar dan lainnya. Saya masih menggunakan kecap ikan dan saus tiram tapi saya usahakan dalam jumlah sesedikit mungkin. 

Minyak goreng favorit saya Minyak Barco. Harganya memang relatif lebih mahal, 2 kali lipat dari merk lain. Tapi dijamin tidak menyesal. Barco adalah minyak kelapa, bukan kelapa sawit. Lebih sehat, tidak cepat hitam dan rasa masakan lebih nikmat. Secara teori seharusnya minyak hanya digunakan dalam 1 kali penggorengan, tetapi kadang saya suka bandel, mahal soalnya, sayang buang minyak. Perlahan ini harus diubah, solusinya sebenarnya gampang : mengurangi gorengan ! Oiya, saya juga sudah lama tidak menggunakan margarine, karena margarine kan asalnya kelapa sawit juga. Untuk mentega olesan roti biasanya saya gunakan butter. Untuk tumis menumis saya gunakan olive oil yang light.

Beras, kami pilih beras organik. Sebetulnya saya suka beras merah, tetapi sayang suami belum bisa kompromi. Akhirnya jalan tengahnya kami pilih beras putih yang organik. Untuk sayuran alhamdulillah di lingkungan tempat saya tinggal ada yang menjual sayuran organik dengan harga miring karena dipetik dari kebun sendiri. Pesan lewat bbm, dan setiap Selasa dan Jumat diantar ke rumah. Pilihan sayurannya juga cukup banyak.

Hore, nampaknya daftar belanja saya sudah mulai jelas. Sekarang kita susun daftar belanja dan budget-nya, penasaran juga sebenarnya berapa sih yang saya habiskan dalam sebulan untuk belanja keperluan dapur. Sepertinya saya akan pakai daftar ini sebagai patokan belanja. Maksudnya kalau minyak sudah habis sebelum waktunya saya tidak boleh beli minyak lagi, solusinya memasak tanpa minyak. Walau ada juga catatan belanja tanpa batas waktu, ini untuk barang tertentu yang tidak bisa dipastikan kapan habisnya, tapi jumlahnya juga tidak banyak kok.

Pemakaian dan belanja bahan makanan yang saya ingat kurang lebih seperti ini :
  • Beras 5kg per 2 minggu : 55.000
  • Minyak 2 L per 2 minggu : 40.000
  • Bawang merah 1/2 kg per minggu : 7000
  • Bawang putih 1/2 kg per 2 minggu : 14.000
  • Sunlight 800 ml per 2 minggu : 10.000
  • Terigu 1 kg per 2 minggu : 10.000
  • Sayuran per minggu : 100.000
  • Ayam kampung 1 ekor per minggu : 50.000
  • Daging 1/4 kg per minggu : 30.000
  • Buah - buahan per minggu : 50.000
  • Tempe tahu per minggu : 10.000
  • Ikan per minggu : 100.000
  • Bumbu lainnya per minggu : 20.000
  • Jajan pasar per minggu : 20.000
  • Indomie 10 buah per 2 minggu : 15.000
  • Telur 1/2 kg per minggu : 8000

Jadi dalam sebulan setidaknya saya perlu menyediakan budget sekitar : 1.878.000..widih besar juga ternyata. Selama ini karena tidak pernah dicatat jadi tidak ketahuan. Hari ini saya berbelanja kebutuhan dapur 1 minggu di pasar tradisional, harganya seharusnya sudah jauh lebih murah dari harga supermarket, tapi ternyata total belanjanya bikin saya shock juga, 380 rb :(
  • Minyak Barco 2L - 40.000
  • Sambal botol - 5000
  • Bawang putih 1/2 kg - 14.000
  • Terigu Cakra - 10.000
  • Terigu Kunci - 9000
  • Asam Jawa - 6000
  • Sunlight - 10.000
  • SOS untuk ngepel lantai - 9000
  • Susu kental manis - 8000
  • Plastik untuk es + untuk daging/ikan : 20.000
  • Tempe : 5000
  • Bawang goreng, tepung bumbu, terasi : 15.000
  • Tulang iga 1/2 kg : 20.000
  • Buah - buahan (Alpukat 3 buah, Jeruk Medan 1 kg, Pisang tanduk 4, Pepaya 1 : 10.000) : 38.000
  • Sayuran (pete 2, sereh, cabe merah, kemangi, belimbing wuluh, honje, tomat 1/2 kg, bawang merah 1/2 kg, seledri) : 40.000
  • Ikan (udang 1/2 kg, tenggiri 1/2 kg, kakap merah 1/2 kg) : 85.000
  • Kompas, Intisari, Nova : 39.000


Baiklah, selanjutnya kita susun menu seimbang. Saya targetkan dalam seminggu lauknya seperti ini : daging 1x, ayam 2 x, ikan 3x, telur 1x. Ditambah sayuran tentunya dan telur. Jadi berdasarkan hasil belanja pagi tadi dan stock makanan di kulkas seharusnya minggu ini kami bisa makan seperti ini :

Senin : Sop kakap merah dan jamur crispy
Selasa : Udang goreng tepung, tumis tempe  dan tumis buncis, pisang goreng
Rabu : Semur daging dan tumis sawi
Kamis : Ayam goreng dan sop sayuran
Jumat : Tumis kikil tahu dan terong cabai hijau
Sabtu : Pempek

Hiks nampak biasa saja ya, tapi sepertinya cukup baik untuk start minggu ini. Kita lihat berhasil atau tidak ya. Bismillah, welcome 2013, be nice :)