Pages

Showing posts with label giveaway. Show all posts
Showing posts with label giveaway. Show all posts

Friday, May 9, 2014

Giveaway Jadi - jadian : Postcards from Vietnam

Minggu lalu alhamdulillah kami bertiga bisa pergi lagi bersama, kali ini ke Vietnam. Liburan dadakan yang singkat dan menyenangkan.

Saking senangnya disana kami borong kartu pos, niatnya berbagi kebahagian dengan teman - teman hehe.
Monggo mampir di blog Tiga di Bumi ya..dan nantikan seri petualangan kami di Vietnam.

*ceritanya blog ini khusus buat curcol curcol dan daily activity saja, InshaAllah semua cerita perjalanan nanti akan ditulis di blog Tiga di Bumi. InshaAllah rajin xixixi

Sunday, April 21, 2013

Tak Gendong Kemana - mana


Tak gendong kemana-mana, tak gendong kemana-mana, enak tau

Where are you going? Ok I'm walking
Where are you going? Ok my darling

Lirik di atas adalah kutipan lagu Alm. Mbah Surip yang sempat populer beberapa tahun yang lalu. Begitulah kira - kira salah satu bentuk hubungan saya dan putri saya Cici. Tak gendong kemana-mana.

Tahun 2011, ketika saya memutuskan untuk kembali menekuni hobby mendaki gunung, maka pilihan satu - satunya adalah mengajak putri saya kemana - mana. Kebetulan suami saya mempunyai hobby yang sama, jadi bisa dipastikan kami akan selalu pergi bersama. Rasanya tidak tega meninggalkan Cici di rumah sedangkan kami bersenang - senang. Mengajak Cici adalah pilihan yang terbaik.

Selanjutnya karena Cici belum bisa berjalan maka harus ada yang menggendong. Siapakah dia yang beruntung ? tentu saya :) Entah kenapa Cici lebih menyukai saya yang menggendongnya, mungkin karena gendut, lebih empuk hehe.

srikandi penggendong bayi, tak gendong kemana - mana
Gunung Rinjani, Juli 2011
Jadi komposisi di ataslah yang lazim terjadi bila kami naik gunung, saya menggendong Cici di belakang sambil membawa daypack kecil di depan. Sedangkan suami saya akan membawa carrier besar berisi perlengkapan kami bertiga.

Berapa berat Cici ? lumayan kok, tahun 2011 ketika kami naik Rinjani beratnya 12.5 kg saja. Tahun kemarin ketika kami naik Kerinci sudah 15 kg. Cukup sebagai alasan untuk pijat refleksi sepulang naik gunung :). 

Foto ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan: 

Selamat hari Kartini untuk semua perempuan Indonesia, maju terus pantang mundur

Thursday, April 11, 2013

Jalan - Jalan Seru ke Belitong


Salam kenal dari Bunda May dan Cici, kali ini kami mau bercerita mengenai jalan - jalan seru Cici ke Belitung. Cici suka sekali jalan - jalan, apalagi kalau ramai - ramai seperti kali ini.

Bulan Januari lalu kami jalan - jalan ke Belitung. Nah Belitung itu adalah sebuah pulau kecil yang berada di utara pulau Sumatra. Kami naik pesawat dari Jakarta, sebentar saja, tidak sampai 45 menit sudah tiba. Kali ini  rombongan kami banyak, ada 5 keluarga plus 1 Om, jadi totalnya ada 11 orang dewasa dan 8 anak - anak. Liburan kali ini pasti seru.

Pagi - pagi sekali kami sudah berkumpul di bandara Soekarno Hatta. Hampir semua anak kecil kostumnya masih baju tidur :D. Tadinya Cici masih mengantuk, tetapi langsung hilang kantuknya waktu bertemu dengan Kakak Djena dan Kakak Lea. Asik sekali main bersama mereka.

Jam 7.30 pagi kami sudah mendarat di Belitung. Bandaranya kecil lho, sampai - sampai kami bisa berlari - lari di lintasan pesawat. 

Perkenalkan, ini Cici - Kakak Djena dan Kakak Lea
Dari bandara kami langsung ke hotel tempat kami menginap. Hotel Martani namanya. Ini hotel yang pertama kali berdiri di Belitung. Bangunannya masih bangunan tua, tapi semuanya masih terawat. Setelah menaruh tas kami langsung pergi lagi. Kami mau sarapan Mie Belitung Atep yang terkenal itu. Pas sekali, kebetulan Cici sudah lapar.

Warung mie-nya sederhana saja, dan saat itu memang sedang ramai sekali. Akhirnya kami dipersilakan duduk di dalam, masuk ke dalam rumah. Lucu ya, serasa makan di rumah Nenek jadinya. Mie Atep itu rasanya enak sekali. Kuahnya kental dan ada udangnya. Semua suka, sampai - sampai banyak yang tambah lagi. Cici juga mencoba minuman khas Belitung yang terkenal, Es Jeruk Kunci namanya. Segar, sampai - sampai semua juga minta tambah lagi. Rombongan kami memang gembul.

Es Jeruk yang segar dan Mie Belitung yang enak
Setelah perut kenyang, tujuan kami berikutnya adalah PANTAI. Hore semua senang, ini dia yang ditunggu - tunggu. Hari ini kami bermain di Pantai Tanjung Tinggi. Pantai yang batunya besar - besar. Ini adalah tempat yang digunakan untuk syuting film Laskar Pelangi. Itu lho yang ada Ikal dan teman - teman loncat dari batu besar. Pantainya asikkk sekali, ombaknya tidak besar, dan pasirnya halus. Cici dan teman - teman bebas berenang tanpa khawatir terbawa arus. Oiya, bermain pasir disini seru sekali lho. Cici membuat istana pasir dibantu oleh kakak - kakak. 

main pasir itu menyenangkan
Sebetulnya belum puas bermain pasir, tetapi Bunda mengajak makan siang dulu. Akhirnya bermainnya berhenti dulu, kebetulan sih, Cici sebenarnya sudah lapar. Ternyata sesudah makan siang lebih seru, kami pindah pantai dan kali ini pantainya panjang sekali. Pasirnya lebih halus tetapi lebih hitam. Om penjaga pantainya juga baik hati, kami boleh meminjam perahu kayak mereka. Asiknya lagi, ternyata laut yang ini juga dangkal. Jadi Bunda memperbolehkan Cici berenang ke tengah bersama kakak - kakak. Cici juga sempat mencoba naik kayak bersama Bunda, tetapi lebih asik berenang. Kakak Abi dan Kakak Jojo sih lebih suka bermain kayak, dan mereka berani sekali, berdua saja naik kayak ke tengah laut. Nanti kalau Cici sudah besar pasti Cici juga berani seperti mereka.

Kakak Abi dan Kakak Jojo bermain kayak sampai ke tengah laut
Hari ini seru sekali, sampai - sampai tidak terasa sudah sore. Setelah mandi kami pulang ke hotel. Cici sudah lelah, sampai ketiduran di mobil. Kakak Djena juga ikut ketiduran. Kami jadi tidak ikut makan duren. Tidak apa - apa, besok pasti petualangannya lebih seru lagi, durennya juga pasti ada lagi.

Hari ke 2 di Belitung adalah hari petualangan yang juga seru. Pagi - pagi sekali kami sudah bangun. Menurut Bunda, hari ini kita akan melihat sekolahnya Ikal, sekolah yang ada di film Laskar Pelangi. Para Om dan Tante dari pagi sudah siap berangkat, mereka bahkan sempat jalan - jalan dulu ke pasar, minum kopi di warung. Anak - anak bermain di hotel saja, Cici belajar membuat pesawat kertas bersama kakak - kakak.

pesawat kertasnya pakai nama, bagus kan
Ternyata perjalanan ke sekolah Kakak Ikal cukup jauh, kami bahkan sempat ketiduran. Sekitar jam 10 siang kami baru tiba di Kampung Gantong. Panas terik sekali. Tetapi halaman sekolahnya menyenangkan, luas sekali. Menurut om supir, sekolah ini bukan sekolah yang sebenarnya. Sekolah yang asli sudah rubuh. Tetapi bentuknya tidak jauh berbeda. Menyedihkan melihatnya, dindingnya dari papan dan bolong - bolong. Di dalam kelas berantakan, kursinyapun banyak yang patah. Untunglah sekarang teman - teman di Gantong punya sekolah baru yang jauhh lebih bagus. Alhamdulillah.

Cici bersama teman - teman di depan SD Laskar Pelangi
Puas bermain di sekolah akhirnya kami ke pantai lagi. Asikkk, semua senang ketika Bunda bilang kita akan ke pantai lagi. Kali ini nama pantainya Tanjung Kelayang. Pasirnya juga putih dan halus, sayangnya ombaknya lumayan tinggi. Untung Bunda masih memperbolehkan Cici berenang, asal dekat kakak - kakak. Di pantai ini kami main pasir lagi, kali ini lebih seru. Kakak Abi mengajarkan cara membuat bendungan dan kolam air. Caranya dengan menggali pasir yang dalam, lalu tunggu saja, nanti kolam ini akan terisi air. Menyenangkan ya.

siap - siap membuat kolam pasir
Hari ini lagi - lagi Cici ketiduran di mobil sehingga tidak makan malam. Padahal Cici lapar sekali. Lagi - lagi Cici juga tidak ikut makan duren.

Hari ketiga adalah hari yang paling seru. Cici jalan - jalan ke pulau naik perahu, kata Bunda istilahnya island hopping. Ada dua perahu kayu, dan anak - anak berkumpul di perahu yang besar. Tidak semua sih, Kakak Jojo dan Kakak Abi memilih perahu yang kecil.

Sebelum naik perahu kami harus memakai pelampung, memakai sun block dan juga berolahraga kecil. Kata Popo agar tidak kram nanti ketika bermain air. Cici menurut saja, lagipula seru, ramai - ramai berolahraga seperti di sekolah, biar sehat.

Kakak Lea sedang dipakaikan sun block agar tidak terbakar kulitnya
Naik kapal itu ternyata seru sekali, ombaknya besar, seperti naik kora - kora jadinya. Pulau pertama kami namanya Pulau Lengkuas, nah di pulau ini ada sebuah mercu suar tua yang cantik. Kami ramai - ramai naik ke atas, 17 lantai seluruhnya. Sebenarnya cape, tapi karena beramai - ramai jadi tidak terasa. Di setiap lantai ada jendela kaca, dan kita bisa melihat pemandangan di luar. Cici paling suka lantai paling atas, disana kita bisa berjalan keluar, ada tempat kecil seperti balkon. Disini tempatnya kalau mau foto yang keren.

Cici di lantai paling atas Mercusuar Pulau Lengkuas
Setelah mercusuar sekarang saatnya bermain di pantai. Pantai lagi ? Iya, Cici dan teman - teman suka sekali pantai di Belitung. Hari ini kakak - kakak dan orang dewasa mau snorkeling. Cici belum bisa, Cici mau melihat saja bagaimana caranya snorkeling. Sepertinya seru.

Kakak Djena dan Bapak sedang snorkeling
Untuk snorkeling kita harus menggunakan masker dan snorkel. Peralatan ini akan membantu kita untuk bernafas di dalam air. Sepertinya memang tidak susah ya. Bunda bilang kuncinya adalah tenang dan tidak panik, kemudian bernafasnya menggunakan mulut. Hmm sepertinya mudah ya, Cici latihan dulu deh. Cici juga ingin melihat ikan - ikan yang ada di bawah laut. Menurut Bunda ikannya banyak sekali dan cantik - cantik.

ini namanya sekolah ikan hehe
Setelah makan siang kami naik perahu lagi, kali ini snorkeling lagi tetapi di tengah laut. Wah Cici jadi tambah kepengen. Senang melihat kakak - kakak bisa snorkeling. Cici kali ini melihat saja di perahu. 

Menjelang sore kami naik perahu lagi ke Pulau Burung, hehe lucu ya namanya. Dinamakan demikian karena disini ada batu yang berbentuk burung. Di sini juga seru, Cici bebas berenang karena airnya tenang sekali, seperti di kolam. Pasirnya juga putih sekali, kalau boleh sih Cici ingin tinggal disini, biar bisa main pasir setiap hari.

Sedang seru - serunya bermain Cici dipanggil Bunda, ternyata kami mau pindah pulau lagi. Aduh kenapa pindah - pindah terus ya. Tetapi kata Bunda di pulau berikutnya ada bintang laut yang besar sekali. Cici pasti suka. Mr. Patrick.

Pulau yang dimaksud Bunda namanya Pulau Pasir. Pulaunya kecil dan hanya muncul ketika air surut. Jadi datangnya harus sore - sore. Nah pulau ini jadi terkenal karena banyak terdapat Mr. Patrick eh bintang laut yang besar. Kita boleh bermain dengan bintang laut ini, tetapi jangan lama - lama, kalau kelamaan nanti bintang lautnya mati. 

Bunda ternyata benar, pulau ini asik sekali. Airnya juga tenang. Cici dan Kakak Lea asik mengumpulkan kerang yang cantik - cantik. Kakak Jojo malah asik berpose dengan Mr. Patrick.

Kakak Jojo dan Mr. Patrick di Pulau Pasir
Tetapi liburan harus berakhir. Kalau boleh memilih pasti Cici ingin tetap liburan, tetapi nanti harus bolos sekolah, ngga seru juga ah. Cici suka sekolah.

Terimakasih Bunda dan Popo untuk liburan kemarin. Ajak - ajak Cici ya kalau Kakak Keke dan Kakak Nai mau liburan ke Belitung. Cici dengan senang hati menemani. Sampai bertemu di liburan berikutnya ya :)

sampai bertemu lagi teman - teman

ps : Bunda May dan Cici mengucapkan selamat ulang tahun untuk Kakak Nai dan Bunda Chi, semoga bahagia selalu.

Monday, April 1, 2013

Blogiveaway - Sereleaungu


Hadir kembali dengan giveaway :) 

Beneran nih giveaway itu candu ya, jangan salahkan penyelenggara bila menjadi ketagihan. Kali ini giliran give away yang diadakan oleh TK alias ToMkuU (semoga tidak salah menulis namanya hehe). Berhubung deadline-nya hari ini, marilah kita kerjakan segera. Ada waktu 3 jam lagi.

Kebetulan Sereleaungu ini memang doyannya komentar, terkadang pujian dan terkadang kritik, ujung - ujungnya sih karena bawel. Tetapi di balik itu semua ada niat baik lho, yaitu berbagi informasi. Ok, mari kita lihat review apa saja yang ada di blog ini, dikelompokkan sesuai kategori review.

Buku (9 review)
  1. http://sereleaungu.blogspot.com/2013/03/pulang.html
  2. http://sereleaungu.blogspot.com/2013/03/titik-nol-makna-sebuah-perjalanan.html
  3. http://sereleaungu.blogspot.com/2013/02/the-marriage-bureau-for-rich-people.html
  4. http://sereleaungu.blogspot.com/2013/02/the-help.html
  5. http://sereleaungu.blogspot.com/2012/12/habibie-dan-ainun.html
  6. http://sereleaungu.blogspot.com/2007/12/holding-on-story-about-love-and-survival.html
  7. http://sereleaungu.blogspot.com/2007/08/sokola-rimba-pengalaman-belajar-bersama.html
  8. http://sereleaungu.blogspot.com/2007/05/sebuah-email-di-milis-angkatan-saya.html
  9. http://sereleaungu.blogspot.com/2006/11/laskar-pelangi.html
Film (4 review)

Sekian dulu, ternyata membuat review itu memang menguntungkan lahir batin ya. Terimakasih TK untuk vouchernya :)

Friday, March 29, 2013

Tak Lengkap Tanpa Secangkir Kopi

Setiap hari kerja saya meninggalkan rumah pukul 5.45 pagi, masih sangat pagi memang. Sarapan ? tentu belum. Pagi saya di rumah disibukkan oleh aktifitas menyiapkan hidangan untuk Cici-putri saya, mandi pagi dan berangkat ke kantor.

Pukul 7 pagi saya sudah duduk manis di kantor dan dimulailah ritual itu. Membuka laci kabinet, mengeluarkan laptop, menghidupkannya, memasukkan user name, password dan berjalan menuju pantry sambil membawa 1 bungkus kopi kemasan - kopi hitam merk klasik hanya kopi dan gula. Menuang bubuk kopi ke mug kesayangan, menuangkan air panas, mengaduk 30 kali berlawanan arah dengan jarum jam, menghirup aromanya, kembali ke cubical dan duduk manis membaca email sambil menyesap cairan hitam itu. Nikmat memang. Inilah ritual pagi saya. Secangkir kopi hitam.

http://leadershipfreak.wordpress.com/2010/04/16/influence-over-a-cup-of-coffee/
Sejujurnya ritual ini baru saya mulai setahun belakangan. Beban pekerjaan memang sedang tinggi, memonitoring pengeboran sumur selama 24 jam, urusan rumah tangga, urusan side job dan kesibukan -kesibukan lainnya membuat saya menjadi sangat mudah lelah dan mengantuk. Di sisi lain saya selalu dituntut untuk tampil prima dan berkonsentrasi tinggi. Inilah saat yang tepat untuk memasukkan sedikit kafein ke dalam tubuh.

Perkenalan saya dengan kopi dimulai ketika saya duduk di bangku kuliah. Benar - benar perkenalan pertama. Ayah dan kakak laki - laki saya bukan perokok dan peminum kopi. Seingat saya di rumah dulu tidak pernah tersedia persediaan kopi, hanya teh dan susu saja. Sesekali ibu saya membeli kopi untuk menjamu para tukang yang merenovasi rumah atau tamu, sepertinya hanya itu saja.

Ketika kuliah saya masuk jurusan Teknik Geologi dan menjadi anggota unit pencinta alam di kampus saya. Dunia lelaki, dunia kopi dan rokok. Rapat himpunan, rapat unit, jeda menunggu waktu kuliah, mendaki gunung, berkemah, semua bersahabat dengan kopi. Perlahan saya berkenalan, suka walaupun tidak menjadi akrab.

Ketika mulai bekerja saya mulai akrab dengan kopi walaupun lagi - lagi tidak menjadi menjadi dekat. Office boy kantor hanya mengantar segelas air putih saja setiap hari, cukup bagi saya. Malam - malam panjang di anjungan pengeboran lepas pantai lagi - lagi hanya saya isi dengan air putih, cukup di kala itu.

Pernikahan tidak mendekatkan saya dengan kopi. Suami saya perokok dan peminum kopi tetapi tidak meminum kopi setiap hari. Tugas harian saya hanya membuat segelas teh manis hangat, cukup saja. Persediaan kopi tersedia di rumah untuk menjamu tamu, atau oleh - oleh dari sahabat yang bepergian. Kopi Aceh, Gayo, Toraja, Papuan Wamena, hampir semuanya ada. Tetapi lagi - lagi saya belum bersahabat dengannya.

Bos saya di kantor seorang pecandu kopi, Scotish-man yang meminum kopi pahit tanpa gula 3x sehari. Setiap hari dia membeli kopi di kedai kopi di dekat kantor dan meminumnya di cubical. Aromanya sedap sekali, harumnya menggoda. Setiap saat dia selalu memuji - muji kenikmatan kopi Indonesia dan mentertawai saya yang malah tidak suka minum kopi. "Indonesia has the best coffee in the world", antusias diucapkannya kepada setiap orang.

Tetapi selalu ada saat untuk jatuh cinta. Januari 2012 lalu saya dan keluarga mengunjungi Belitung, pulau kecil yang tersohor dengan Laskar Pelangi, keindahan pantai dan juga kedai KOPI BELITONG. Orang bilang tidak lengkap rasanya ke Belitung kalau tidak mampir di kedai kopi. 

Hari pertama saya di Belitung dan saya jatuh cinta. Segelas kopi susu di kedai belokan jalan itu sangat nikmat. Harum, manisnya pas tanpa ampas karena disaring terlebih dahulu. Ah, akhirnya saya jatuh cinta. 

Hari kedua di Belitung dan kami berkunjung ke kedai kopi lain di Pasar Tanjung Pandan. Pagi sekali kami berjalan kaki dari hotel menuju pasar yang ramai. Kedai kopi yang kami tuju sudah ramai. Bapak - bapak duduk sambil mengobrol, ada juga yang bermain ukulele, hidup. Grup kami ikut duduk dan disambut dengan ramah. Mereka bertanya asal kami, tinggal di hotel mana, sangat tulus. Pesanan kami datang, kopi yang sama nikmatnya, kopi susu ternikmat yang pernah saya minum. Kopi Belitong.

kopi susu di kedai kopi Pasar Tanjung Pandan, Belitung
Suasana pagi di kedai ini memang semarak. Obrolan - obrolan ringan sampai serius bermunculan. Selalu ada seorang tokoh yang dituakan dan doyan berbicara. Sementara pengunjung lainnya tekun mendengarkan, tertawa - tawa, menginspirasi. Ternyata tidak perlu duduk di kedai kopi waralaba yang tersohor itu, di kedai kopi 3000 rupiah ini saya menemukan kehangatan yang tulus.

kedai kopi di Pasar Tanjung Pandan, Belitong
Itulah kisah persahabatanku dengan kopi. Sejak saat itu saya menyukainya, candu. Kopi paling nikmat tentunya adalah kopi tubruk diseduh dengan air panas mendidih. Pilihan tepat untuk di rumah. Untuk di kantor ? kopi kemasan pilihannya. Cukuplah panas air dispenser untuk menyeduhnya. Resep diaduk 30 putaran berlawanan arah dengan jarum jam itu saya peroleh dari Bapaknya Ikal, tokoh dalam buku Laskar Pelangi yang ditulis oleh Andrea Hirata. Awalnya saya menganggapnya biasa saja, saya masih mengaduk kopi sekenanya. Tetapi saya perhatikan air dispenser memang tidak cukup panas untuk membuat larutan kopi yang homogen, tercampur sempurna. Mendadak saya ingat resep Bapaknya Ikal dan ternyata berhasil, mengaduk berlawanan arah dengan jarum jam membantu kopi untuk tercampur lebih sempurna.

Senang akhirnya saya menyukai kopi. Aromanya saja sudah cukup membangkitkan semangat dan konsentrasi. Diseduh pagi hari cocok, sore hari apalagi. Ketika mata mulai mengantuk maka harum kopi dari tetangga sebelah sudah cukup membuka mata dan lebih segar. Teman begadang juga oke, inspirasi datang lebih mudah, pikiran lebih jernih.

Untuk rekan - rekan muslim, tahukah kalian bahwa kopi sebenarnya minuman kegemaran kaum Sufi? Dengan meminum kopi, orang-orang kelas ma’rifat (yang tidak memiliki dan terjangkit penyakit yang semakin parah karena minum kopi) semakin tegar beribadah, seolah kopi mendatangkan cahaya bagi rohani dan jasmani mereka. Jadi tidak salah memang kalau secangkir kopi membantu kita menjadi lebih baik.

Jangan berlebihan, 1 cangkir saja cukup setiap hari, imbangi dengan minum tambahan 2 gelas air putih. Ambil manfaatnya dan hindari efek sampingnya. Sudahkah anda minum kopi pagi ini ? Selamat minum kopi dan mari berkarya. Dengan bangga saya mengatakan : "Indonesia has the best coffee in the world"


Wednesday, March 20, 2013

Elisa Koraag's Give Away 2013

Sebetulnya sudah membaca giveaway-nya Mba Elisa Koraag dari minggu lalu, seperti biasa melalui timeline Facebook KEB, dibaca dalam perjalanan ke kantor dari blackberry. Sayangnya karena masalah sinyal saya tidak bisa membuka blog Van & Bas-nya Mba Elisa saat itu juga. Menunggu dengan penasaran hingga malam hari dan akhirnya bisa akses internet lewat komputer di rumah. Langsung memutuskan ingin ikutan walaupun tertunda - tunda hingga hari ini. Elisa Koraag's Give Away 2013.



Mba Elisa, salam kenal ya, walaupun kita belum pernah bertemu di dunia nyata. Terimakasih untuk Give Away-nya, saya jadi banyak belajar. Tadi saya sudah like FB Fanpage PEDAS - Penulis dan Sastra. Menarik, satu lagi kejutan dari Mba Elisa, teman baru saya. 

PEDAS adalah Penulis dan Sastra, sebuah komunitas yang didirikan oleh Mba Elisa pada tahun 2012. Dari keterangan di Fan Page-nya saya temukan bahwa PEDAS ini didirikan sebagai wadah berekspresi para pencinta sastra. Berbagi dan bertukar informasi di bidang ilmu dan pengetahuan seputar karya sastra. Jika  menyukai novel, cerpen, puisi, prosa dan pantun, mari kita berbagi di PEDAS. 

Kebetulan saya memang sangat suka membaca, menulis dan segala hal yang berurusan dengan novel, cerpen, puisi, prosa dan pantun. Kebetulan yang menyenangkan bukan, memiliki komunitas baru untuk berbagi.

Langkah berikutnya yang saya lakukan adalah membuka ketiga link blog dari Mba Elisa, yaitu :

Ketiganya menarik, bila berkenan saya simpulkan, blog 1 adalah catatan hati Mba Elisa sebagai seorang istri dan ibu bagi kedua putrinya. Menarik sekali bagi saya, perjalanan pernikahan, pekerjaan dan kehidupan sehari - hari. Sedangkan blog 2 adalah catatan campur sari kehidupan Mba Elisa, ternyata beliau adalah seorang wanita yang super duper aktif, dengan banyak kegemaran, 4 jempol Mba Elisa. Blog 3 sesuai namanya adalah catatan mengenai Van & Bas, putra dan putri Mba Elisa. Lagi - lagi 4 jempol. Pantaslah bila seorang wanita mendapat gelar multi tasking.

Dari semua tulisan di blog - blog Mba Elisa ada satu tulisan yang paling saya suka. Tulisan lama di bog Nyonyafrischmonoarfa yang ditulis pada tanggal 13 Juni 2006. Judulnya : Istri Frisch, tapi sebetulnya mungkin lebih cocok berjudul Tips Buat Yang Mau Menikah, sesuai tulisan di bawah foto Mba Elisa di sana.

Dalam tulisan tersebut Mba Elisa berbagi tips - tipsnya bagi pasangan yang mau menikah, semuanya adalah berdasarkan pengalaman pribadi beliau setelah 10 tahun menikah. Seperti yang Mba Elisa tulis di pendahuluan : 
Menikah adalah suatu aktivitas dua manusia berlainan jenis yang sepakat masuk dalam kontrak kerjasama sampai batas waktu yang tidak diketahui. Ketika komitmen diucapkan, maunya sampai maut memisahkan.
Setuju sekali, bagi saya menikah adalah adalah komitmen seumur hidup. Till death do us part. Agama yang saya anut memperbolehkan perceraian bahkan poligami, tetapi itu bukan pilihan bagi saya dan suami, semoga  seterusnya. Kami meyakini pernikahan adalah petualangan seumur hidup. Namanya petualangan tentu akan ada susah dan senang, akan ada saat - saat mudah, dan mungkin pula ada saat - saat yang menyulitkan. Tetapi karena kita punya tujuan yang sama maka InshaAllah petualangan ini akan berjalan dengan indahnya.

Tujuan dan target, inilah tips pertama Mba Elisa. Saya setuju sekali, ada baiknya kita meluangkan waktu bersama pasangan untuk membicarakan tujuan hidup, target yang ingin dicapai, dan tentunya bagaimana cara untuk mencapainya.

Peran secara flexible dan seimbang. Ini adalah komitmen yang kedua, benar sekali Mba Elisa. Dengan adanya keseimbangan maka semua akan berjalan lebih mudah dan baik bagi kedua belah pihak. Flexible, lelaki dan perempuan itu sama saja kok.

Perceraian bukanlah ide. Memang, ada kalinya ketika emosi memuncak dengan mudahnya kata cerai diucapkan. Sebaiknya hindari kata itu dalam kamus kita. Buang jauh - jauh. Segala hal bisa dibicarakan, tidak ada yang tidak mungkin.

Konflik adalah semacam pupuk. Katanya sih kalau habis berantem biasanya makin cinta haha. Tetapi benar sekali, ini saya alami kok. Mungkin secara psikologis ketika permasalahan selesai maka kedua belah pihak bisa melihat suatu masalah dengan lebih jernih, satu sama lain tidak ada beban, akhirnya makin cinta kan. Asal jangan keseringan konflik aja ya.

Evaluasi tujuan dan target pernikahan pada setiap kesempatan. Setuju Mba Elisa, pekerjaan saja ada review tahunan, jadi sebaiknya pernikahan juga ada reviewnya ya. Nice idea.

Pasangan kita adalah yang terbaik yang dikaruniakan untuk kita. Iya..semua sudah takdir, ada yang mengaturnya :)

Tidak harus sama pendapat. Karena perbedaan itu indah ya Mba Elisa, kalau sama terus juga mungkin akan cepat bosan. Ibarat pesan makanan, kalau sama kan jadi kurang seru, ga bisa nyicip nyicip makanannya.

Persiapkan diri untuk menerima pasangan. PR besar bagi semua orang memang, menerima itu tidak mudah lho, tapi kalau sudah tentu akan sangat indah.

Beri ruang untuk diri sendiri dan pasangan. Me times and your times..itu perlu

Pasrahkan hatinya tetap miliknya yang penting kita ada di dalam hatinya. No jealous dalam bentuk apapun juga mungkin ya.

Mba Elisa, terimakasih. Malam ini saya mendapat banyak ilmu baru. Pernikahan saya tahun ini akan menginjak usia 5 tahun. Tidak terasa, cepat sekali. Rasanya baru kemarin kami menikah. Susah senang sudah kami alami. Dan tips - tips Mba Elisa di atas berguna sekali bagi saya, mengingatkan kembali indahnya pernikahan itu. Pssttt kalau boleh usul, sebenernya tips tersebut akan berguna bagi semua yang merencanakan maupun sudah menikah lho Mba. Bagaimanapun hidup itu ada pasang surutnya kan ya, kita selalu perlu motivasi baru.

Sekian dulu ya Mba Elisa, senang bisa mengenal Mba Elisa, semoga suatu saat kita bisa bertemu di dunia nyata. Saya belajar banyak dari blog - blog Mba, terimakasih. Oiya, menurut saya pernikahan itu good idea Mba :).

Thursday, February 28, 2013

My Daughter First Love

A father daughter relationship is one of the most important relationships that a girl can have growing up, and that a man can experience throughout his lifetime. Having a father is the first relationship that a girl has with a male, and therefore is a very life shaping relationship. Without a father daughter relationship a girl is forced to form her own opinion of how a relationship with their male counterparts should be, and this sometimes leads to tragedy. Even sometimes when a father is in his daughter’s life it may affect his daughter’s life negatively. Even so, a woman is able to look back and learn a lot from the father daughter relationship that they had growing up, and many are able to use it to form other relationships with men that will last for the rest of their lifetime. As John Mayer says “Father’s be good to your daughter’s, daughter’s will love like you do.”
Dan sungguh saya sangat bersyukur untuk keluarga kecil ini, untuk seorang suami dan seorang anak perempuan yang menakjubkan. Popo dan Cici.

The greatest gift I ever had came from God, and I call him Popo !
taken by Pentax, photo edited
Oktober 2009
Saat itu saya kembali bekerja setelah 3 bulan cuti melahirkan saya selesai. Kami memutuskan untuk tidak menggunakan jasa baby sitter minimal sampai Cici bisa berbicara. Alhamdulillah, pekerjaan Popo sebagai fotografer freelance memungkinkan Popo untuk mengatur waktu kerjanya sendiri. Dan sejak saat itulah Popo dengan telaten memandikan Cici, menyusui, menggendong, menghibur dan memeluknya erat ketika saya sedang di luar rumah. Hanya beberapa hari saja Popo absen dari "pekerjaannya" dan Cici harus ikut saya ke day care di kantor. Popo adalah ibu kedua bagi Cici.

They grows up as a best  friend
taken by Sony Alpha, photo edited
Agustus 2011
Ketika Cici sudah pandai berbicara dan memasuki usia sekolah, perlahan Popo undur diri. Tetapi hubungan itu telah terjalin. Popo adalah sahabat Cici dan Cici adalah sahabat Popo. 

Hubungan ayah dan anak perempuan saya yakini sebagai hubungan yang amat penting, dan kami bersyukur..keputusan kami untuk tidak menggunakan baby sitter adalah pilihan yang tepat. InshaAllah tidak ada yang dikorbankan, semua yang terbaik untuk Cici.

Februari 2013
Saat ini usia Cici 3 tahun dan 7 bulan. Popo tetap sahabat Cici dan Cici tetap sahabat Popo. Hubungan itu tetap terjalin. Popo adalah cinta pertama Cici. Terimakasih Popo.

A father should be his son's first hero and his daughter first love
taken by Pentax, photo edited

All quotes in Italic sentences taken from this