Pages

Showing posts with label united states. Show all posts
Showing posts with label united states. Show all posts

Sunday, February 3, 2013

Houston Shoppaholic

Tentang shopping. Saya ga bisa boong, saya suka shopping lho :D Suami, teman terdekat pasti tahu. Tiap pergi pengeluaran paling besar pasti beli oleh - oleh dan pernak - pernik (Halo Mpok Ria, terimakasih bersabar menemani membawa 4 lukisan itu xixixi). Sedang berusaha menghentikan kebiasaan ini, akan saya usahakan.

Tetapi di Jakarta sendiri saya jarang belanja, kecuali ke pasar beli sayur mayur dan lauk pauk tentunya. Itu sih wajib hukumnya setiap minggu. Kalau ke mall jarang banget, bisa dihitung jari. Kalau ngga lagi pengen nonton film ya ke toko buku. Atau kalau memang ada yang lagi pengen dicari, marilah kita ke mall. Sisanya saya lebih suka online shopping, liat gambar, pilih, transfer dan besoknya barang pesanan sudah sampai. Ga pake macet, ga pake repot. Atau belanja di bazaar rutin di kantor, sampai udah punya langganan yang bisa ngutang haha.

Untungnya lagi saya ga doyan ganti - ganti tas, baju atawa sepatu branded. Jadi ga musti repot berburu barang KW atau beli yang asli, ogah ah mahal, lagian ga bakal kepake. Seumur - umur di Jakarta saya belum pernah ke Tanah Abang, 2 kali saja main ke Two Mango, itupun karena betulin komputer di depannya. Ke PIM bisa diitung jari, hi hi norak ya. 

Tapi nihhh, terus terang dan mengaku dosa kalau di Houston kok saya jadi doyan shopping ya :D Eits tapi bukan berarti saya ngebela - belain khusus shopping ke Houston ya, ini sih kebeneran aja Pak Bos lagi baik, saya disuruh belanja sambil belajar.

Nah tapi beneran kok, Houston ini super duper murah. Mungkin bukan Houston aja ya, tapi USA secara keseluruhan. Asal tahu tempat - tempatnya aja. Nah berhubung banyak yang nanya kalau ke Amrik belanja dimana sih, sekalian saja saya buat postingannya ya, biar ga bolak - balik jawab. Oiya, ini semua subjektif ya, mudah - mudahan bisa membantu, kalau ga sesuai harapan ya maafkan.
  • www.amazon.com. Tetep belanja online itu paling asik. Barangnya lengkap, tinggal pilih dan biasanya lebih murah dari offline shopnya. Tipsnya, search barang yang disukai dari Indonesia. Jalin hubungan baik dengan teman - teman yang tinggal di kota tujuan, pinjam alamat mereka dan kirim barang ke alamat mereka. Saat ini Amazon bisa terima credit card dari Indonesia dan paypal tentunya. Cukup convinience. Catatan belanja Amazon sampai saat ini adalah 3 koper samsonite, PS Vita terbaru, game PS, buku - buku, koper anak, yang semuanya titipan teman tercinta
  • Marshall, Ross dan sebangsanya. Toko - toko ini menjual barang - barang dengan harga jauh di bawah harga pasar. Bukan barang 2nd, tapi kebanyakan karena sudah out of date atau barang reject yang sedikit cacat. Miriplah dengan factory outlet di Indonesia. Toko - toko seperti ini mudah sekali ditemukan di Houston, dan mungkin juga kota lainnya di USA. Hampir semua jenis barang ada disini, mulai dari pakaian, sepatu, buku, koper sampai perlengkapan dapur. Tipsnya pintar - pintar memilih barang, periksa apakah ada kerusakan atau tidak. Ada teman yang tidak suka berbelanja di toko sejenis Marshall, cape memilih katanya. Kalau saya sih suka banget :) Favorit saya buku bacaan untuk Cici, USD 3 bisa dapat buku - buku menarik yang di Indonesia harganya ratusan ribu. Juga perlengkapan dapur dari Kitchen Aid sampai Pyrex yang harganya hanya USD 1. Mantap kan. 
  • Premium Outlet. Hmmm namanya juga premium outlet ya. Ada beberapa premium outlet yang pernah saya kunjungi di USA, antara lain : Houston Premium Outlet, Katy Mills dan Colorado Mills. Semuanya saya suka. Bayangkan sebuah bangunan luas 1 lantai yang didalamnya terdapat ratusan toko barang - barang menarik yang harganya semua discount. Hiks kalau bisa nginap mungkin nginap disana. Berbeda dengan Marshall, premium outlet ini terdiri dari kumpulan toko, jadi satu toko ya satu merk. Asiknya semua barangnya diskon. Buat saya yang ga selalu ngikutin mode, ini sih sesuatu banget. Kapan lagi bisa dapat kaos Jockey dengan harga USD 0.5, atau dapat training GAP dengan USD 7 saja. Murah meriah dan pasti seru. Pastikan datang pagi sekali ketika toko baru buka. Tips lainnya : sebaiknya pergi berbelanja dengan sesama Ibu - Ibu yang doyan belanja. Yang rela melewatkan waktu makan siang demi berburu diskon dan cukup kenyang dengan 1 gelas lemonade berdua. Halo Ibu Yanti, misss you :)
at Houston Premium Outlets with Ibu Yanti, the best shopping mate..ever :)
  • Rei Outdoor Store dan Sun n Ski. Kedua toko ini juga masuk kedalam list toko wajib kunjung untuk saya dan suami. Window shopping barang - barang outdoor yang di Indonesia harganya selangit (kecuali dapat di Kaskus). Saya sendiri jatuh cinta dengan Rei, menurut saya beginilah seharusnya sebuah toko berdiri. Pelayan toko yang saya jumpai selalu sangat ramah. Membantu dengan sepenuh hati dan keren pastinya. Kami bahkan pernah berkenalan dengan seorang pegawai Rei yang ternyata pernah ke Indonesia. Sewaktu kecil dia pernah tinggal di Indonesia selama beberapa tahun karena ayahnya bekerja di Indonesia sebagai Geologist di sebuah perusahaan minyak (small world !). Dalam ingatannya dia sangat suka Indonesia. Akhirnya ketika dewasa ia kembali ke Indonesia, beberapa bulan traveling dari pulau ke pulau. Wow. Andai nasib membawa kami ke Amerika, saya rela kerja jadi pegawai REI :p. Ngomong - ngomong belanja di REI, kita pernah belanja banyak banget, kebanyakan lagi - lagi titipan teman. Dan lebih dari 10 pasang sepatu pernah ada di koper kami lho, untung lagi - lagi ga ditangkap :D
Rei, yang selalu bikin ngiler :)
  • Half Price Book. Toko yang juga wajib dikunjungi. Sesuai namanya, toko ini menjual berbagai jenis buku dengan harga murah. Semuanya barang 2nd, walau ada beberapa yang baru. Toko ini menyenangkan sekali, bukunya banyak, tempatnya nyaman dan pilihan bukunya banyak sekali dengan harga super miring. Kami bisa kalap berbelanja buku disini. Kalau pulang ke rumah tinggal naik mobil mungkin bisa belanja ga pakai mikir.
Sepertinya itu saja. Lho kok cuma itu ? pasti ada yang protes. Trus beli tas-nya kapan, beli sepatu ? Hadeuh kalau yang itu saya ga tahu Ibu - Ibu. Tapi yakinlah di Premium Outlet pasti ada pilihannya. Rajin - rajin saja mencari dan kuatkan fisik juga mental dari godaan diskon yang menyesatkan. 

Teman - teman di kantor saya pecandu Coach, dan biasanya mereka beli online di Coach ketika ada sale. Lagi - lagi berkat bantuan teman yang tinggal di Houston, yang baik hati dan mau dimintain beli online, nalangin sampai ngantar ke hotel. Ga tanggung - tanggung, rekor terbanyak tas Coach yang pernah saya bawa pulang ke Indonesia adalah 19 pcs yang harganya mungkin USD 3000 lebih. Hiks untung ga ditangkap di bandara.

calon penghuni koper, hasil belanja kalap titipan teman during 1 day shopping
 ga kebayang kalau lebih dari 1 hari :p
Oiya, ada satu lagi nih. Favorit saya kalau ke Houston adalah belanja perlengkapan dapur :D. Disana beneran surga, merk - merk yang di Indonesia terkenal mahal disana bisa jadi murah banget. Saya pernah belanja 1 set panci kaca Visions yang terdiri dari 3 pcs seharga USD 70 saja, padahal di Jakarta bisa 1 panci harganya 700 rb. Alhamdulillah ga pecah dan selamat sampai di rumah. Hingga saat ini masih setia menemani memasak setiap hari. Selain itu favorit lainnya tentu Pyrex, di Indonesia mahalnya ga ketulungan. Dengan strategi packing yang baik alhamdulillah pyrex pyrex cantik itu bisa sampai di Cibubur dengan selamat.

hasil kegiatan berbelanja. sebagian besar adalah titipan teman, dan sebagian juga udah dijemput langsung di bandara
kebayang kan banyaknya
Hmm kapan ya ke Houston lagi, masih punya hutang Corelle sama Kitchen Aid, lirik - lirik Ibu Yanti lagi :D

All photos were taken by me. Credit is required if you want to use those in yours. Thank you.

Friday, February 1, 2013

Menjadi Tua Bersama

Hampir di setiap acara pernikahan saya selalu mendengar doa yang dulunya saya anggap aneh : Semoga dipanjangkan jodohnya

Saat itu saya berfikir kenapa musti dipanjangkan jodohnya, kan sudah menikah ini, berarti sudah pasti dong jodohnya, pasangan kita. Hmm ternyata tidak juga, doa tersebut sangat sangat baik. Entah berapa banyak pernikahan yang akhirnya harus berakhir dengan perceraian, dan kemudian kita dengar ungkapan : jodohnya hanya sampai disitu.

Bagaimanapun menjadi tua bersama mungkin adalah salah satu cita - cita setiap pasangan. Kalau boleh saya tambahkan sedikit : menjadi tua bersama, tetap sehat dan bahagia. Saling menyayangi dan menghargai satu sama lain, bersama di kala susah dan senang.

Bapak Habibie dan Ibu Ainun adalah contoh nyata bagaimana indahnya menjadi tua bersama. Bila sempat membaca buku atau menonton filmnya, maka beliau berdua adalah contoh yang sempurna.
I'll get your medicine when your tummy aches
Build you a fire if the furnace breaks, oh it could be so nice, growing old with you
Mungkin pasangan Kakek Nenek ini adalah contoh lainnya. Saya bertemu mereka di Grand Canyon bulan Maret 2012 lalu. Saat itu kami sekeluarga sedang duduk - duduk sambil makan siang. Tiba - tiba pasangan ini datang dan duduk di hadapan kami. Saya ingat sebelumnya bertemu mereka ketika mengantri di kedai untuk membeli makanan.

grow old together

Sepertinya mereka baru saja berjalan dari lembah. Menyenangkan melihatnya, keduanya tampak sehat dan kuat. Saling membantu dan sepertinya bahagia. Jauh di lubuk hati paling dalam saya berdoa, semoga saya dan suami bisa seperti mereka berdua kelak. Tetap bersama dan sehat.Menjadi tua bersama.
I wanna make you smile whenever you're sad
Carry you around when your arthritis is bad, all I wanna do is grow old with you
All photos were taken by my husband - Helmy Noermawan. Credit is required if you want to use those in yours. Thank you.

Friday, February 5, 2010

San Antonio


You would have seen this city in the movie "Miss Congeniality" with Sandra Bullock. It is about three hours away from Houston driving due west and is a really unusual place to visit. 

It is not a typical of American city. The city is very romantic. The River Walk (Paseo Del Rio) is 20 feet below street level and steps from the famed Alamo. Aside the meandering San Antonio River, stone pathways connect shops, restaurants, hotels and museums with a blend of historic and modern architecture that resonates the depth of this centuries-old metropolis. Among these walkways, commerce meets culture with the sounds of mariachis serenading diners and river taxis carrying guests across the spring-fed river that has attracted people to this region for centuries. 

We had spent less than 5 hours in San Antonio last January. It was far from enough but we had a wonderful time. Walking through the river, visiting the Alamo and we can feel the beauty of this city. 

Alamo
At the end, the dinner was so good, hot and spicy from very nice Spanish Restaurant close to the river. Hot chocolate and vegetarian buritos for me and amazing size of beef steak for him :)

Definitely will be back some day.

All photos were taken by my husband - Helmy Noermawan. Credit is required if you want to use those in yours. Thank you.

Monday, September 8, 2008

Utah...Another Day


Baru sempet lagi nih nge-resize foto dari field trip ke Utah, September 2008 lalu. He he ceritanya sudah hampir basi ya. Rencana awal mau dibuat album per daerah plus ditambahin keterangan. Tapi belum sempet juga.

Nah ini cuplikan foto - foto dari Wood side canyon. Ceritanya di satu hari di bulan puasa yang sangat panas itu kita naik ke tebing yang tinggi - tinggi sekali, measuring section sambil melihat sedimentary structure yang bagus - bagus, masih jelas dan tidak lapuk, serasa melihat gambar - gambar di text book jaman kuliah dulu. Kita berjalan sampai ke puncak gunung, melihat bentukan - bentukan air terjun hingga mencari jejak oyster dan sisa - sisa gigi hiu.

Sore harinya juga masih sama, kita naik lagi ke gunung, tinggi - tinggi sekali dan sebenernya berbahaya karena kita jalan melipir di lereng pasir yang terjal. Nah di sini kita belajar mengkorelasi lapisan dari singkapan. Hari yang melelahkan tapi menyenangkan. That's why I love being a Geologist :)

Friday, September 5, 2008

Take Me Home Country Road

I am here, di kampungnya John Denver nih. Setelah 2 hari di perjalanan alhamdulillah nyampai juga di sebuah kota kecil - Grand Junction, Colorado. A long long travel dari Cibubur - Sukarno Hatta - Sin - Taipei - LA - Denver dan akhirnya Grand Junction. 

Sempat tertunda di Denver karena pada jam-nya no air craft , no air crew ..dan saat muncul yang datang ternyata pesawat kecil masih berbaling - baling kapasitas 36 penumpang saja. Bikin deg-degan, kebagian duduk paling belakang dan jadi yang paling muda di pesawat. Lainnya pasangan kakek nenek yang nampaknya mau berlibur musim panas. Pramugarinya cuma satu, dandannya keren, pakai slayer ala cowboy segala.

Gara - gara si jetlag sayangnya saya ketiduran di pesawat dari Denver ke Grand Junction, terbangun saat sudah hampir sampai, ketika nengok jendela ternyata pemandangannya bener - bener amazing. Saya langsung ingat John Denver dengan Rocky Mountain High Colorado-nya. Coming home to a place hed never been before....he saw everything as far as you can see...you can talk to God and listen to the casual reply...it's a Colorado rocky mountain high.

Bandara Grand Junction juga kecil aja, tapi sejauh mata memandang langsung terlihat outcrop - outcrop yang bikin ngiler. Masih horizontal, ga lapuk...andaikan dulu belajar geologi di sini kayanya beneran surga. Ga kaya di outcrop di Indonesia yang bikin puyeng.

Grand Junction Airport
Turun dari pesawat ternyata para penumpang langsung ngambil kopernya yang baru turun dari bagasi..he he beneran self service. Nunggu lama ternyata bagasi saya ga ada, untung waktu nanya ke cs-nya UA ternyata bagasi saya sudah nyampai duluan.

Outcrop di sekitar bandara
Giliran mau ke hotel saya jadi bingung. Kok tidak ada taksi ya, tanya sana - sini kok malah bingung kenapa saya cari taksi. Ternyata sudah ada shuttle bus dari Holiday Inn, hotel tempat saya akan menginap. Wah syukurlah, saya kemudian menelpon ke hotel dari telpon umum yang gratis dan minta dijemput di bandara.

Sorenya langsung mulai belajar, temen - temen yang lain kebanyakan dari BP Houston, Trinidad dan Canada. Masih bingung culang cileng ada yang nyapa : Assalamuallaikum, marhaban ya Ramadhan...kaget juga, alhamdulillah, ternyata ada temen puasa bareng, orang Trinidad dan Eygpt. Buka puasanya lama, jam 7.45, imsaknya sekitar jam setengah 6 - an.

Fieldtrip hari pertama seru banget, ternyata kita dibagi kelompok - kelompok kecil, masing - masing kebagian 1 mobil SUV, kami akan pindah - pindah tempat dan hotel setiap hari. Saya satu mobil dengan Natalie dan Jo-An dari Trinidad, dan Simon dari UK. Ternyata seru juga, 3 cewek plus 1 cowok dalam satu mobil. Kami terus-terusan menggoda Simon yang ga tau siapa itu Shakira .

Natalie, Jo-An and me
Dari Grand Junction kita bergerak ke arah barat, melewati Grand River dan Price. Di beberapa tempat kami berhenti, Keith - Pak Guru kami kemudian menjelaskan beberapa hal. Makan siang di Grand River yang menyebut dirinya sebagai world famous melon city. Melon di sini gede - gede banget, dimana - mana ada penjual melon, fresh from the farm. Katanya setiap Jumat ketiga setiap bulannya ada yang namanya Melon 's Day, hari ketika semua orang bebas makan melon, sepuasnya dan gratis.

Jalan - jalan pakai mobil disini bener - bener seru, semua teman semobil saya sepakat kalau pemandangannya bener - bener amazing, gunung - gunung pasir, rel kereta api, tiang listrik, trailer, mobil - mobil caravan plus pengendara harley yang gahar tapi naruh boneka teddy bear kecil di belakang motornya .

Sehabis hari panjang untuk measuring section di Price kami langsung ke hotel, belum bisa istirahat karena langsung disambung makan malam di Grogg's Pinnacle Brewing and Co. Resto kecil gaya cowboy banget, pelayan-nya hanya dua orang, Nona cowboy yang seru. Saya pesan Baked Salmon yang ternyata porsinya luar biasa gede, temen - temen yang lain juga ternyata sama, pesanan pizza yang keluar ternyata gede banget. Steak-nya apalagi, setengah kilo kayanya sih. Semua kekenyangan dan Nona cowboy dengan ramahnya masih bertanya : mau dessert ? kami punya cheese cake lho...dan semua langsung kompak menjawab...no thank you ha ha.

Baked Salmon porsi jumbo
Yup, ini hari kedua saya disini. Masih lama. Helmy sendirian puasa di rumah, maafin May ya Pak. Mana mendadak ga ada sinyal, nelpon lewat hotel juga ga bisa .

Selamat berpuasa semuanya.