Pages

Showing posts with label sahabat. Show all posts
Showing posts with label sahabat. Show all posts

Friday, January 12, 2007

Five Angels from Borneo

Latar belakang kami sama: pegawai swasta di sebuah perusahaan eksplorasi dan produksi minyak bumi dan gas alam. Mungkin yang membedakan kami dengan perempuan-perempuan yang lain adalah lingkungan kerja yang didominasi kaum pria, dan pekerjaan kami itu sendiri yang agak ‘macho’ untuk ukuran perempuan, yang antara lain:
  1. Memanjat tangki setinggi 17 meter
  2. Menginap di Delta Mahakam atau rig lepas pantai dengan tidak menanggalkan helm yang selalu membuat kami tampak bodoh, atau sepatu safety yang membuat berat badan kami tiba-tiba melonjak 5 kilo!
Balikpapan memang bukanlah kota kecil, tapi tetap saja, jauh dari peradaban yang berpusat di Jawa. Awalnya kami sama-sama menemui kesulitan untuk beradaptasi, apalagi kami semua memang tumbuh dan besar di Jawa dengan segala fasilitasnya. Buat belanja saja cuma ada Hero, di Mall Fantasi dan Balikpapan Center, makanya kami beli Dove-nya disana, meskipun… yaa… sedikit lebih mahal… (dasar cewek :D).

Wahh… kalau begini terus, bisa mati bosan!! Untungnya kami sama-sama kompak: jalan-jalan ke Samarinda (setidaknya mereka punya bioskop dan McD, dua hal yang tidak ada di Balikpapan), nongkrong di kafe di tepi pantai, bercerita dan berbagi rahasia sampai jam 3 pagi, dan tentunya, favorit kami: berbagi gossip tentang pria-pria di sekeliling kami, dan pasangan atau incaran kami masing-masing.



Feri Susanti (Feri) - Process Engineer - 24th
Muka Batak meskipun Jawa asli, suka nulis, movie mania, demen jalan-jalan dan wisata kuliner (yeah, kliatan khan??).

Gita Evelina (Gita) - Laboratory Engineer - 27 th
Maen tennis, demen pake hak tinggi karena takut terlihat pendek, Trus takut gelap, kecoak, dan hantu (apalagi Kuntilanak..!!!).

May Sari Hendrawati (May) - Geologist - 25 th
Suka hiking, suka masak (spesialisasi: on a high altitude), dan tukang potret.

Putie Andriani (Putie) - Process Engineer - 24 th
Satu-satunya dari kami yang sudah menikah, paling anti poligami, tempat bertanya segala hal tentang nutrisi dan diet, dan sekarang tentang kehamilan juga.

Putri Dwithasari (Putri) - Maintenance Engineer - 24 th
Doyan main squash, tomboy, tapi suka banget mengoleksi sepatu dan belanja sepatu tanpa mikir-mikir lagi.

Written by Feri Susanti

Tuesday, November 28, 2006

Menjadi Ibu

Balikpapan, 27 November 2006


Dear Tyas,

Kirimannya udah May terima, makasih banyak yah Tyas. Tadi langsung dibuka di kantor, kue - kuenya enak. Seperti yang Tyas bilang di surat. Bawang goreng khas Palu-nya May bawa ke rumah. Buat masak - masak tentunya he he he..

Wah bener, ternyata udah lama banget kita ngga ketemu. Dah berapa tahun ya Tyas..2003 ke 2006 ..ternyata sudah 3 tahun. He he semenjak mantenan May ngga pernah ketemu lagi ma Tyas.

Kaffa dah 2 tahun yah. Ga kerasa, ponakan May dah mau gede. Masih ingat deh, waktu dulu Tyas memutuskan nikah ma Karel dan kemudian tinggal di Palu, sebuah kota dengan satu angkot saja untuk berkeliling kota he he. Seorang Tyas yang lulus cumlaude itu ternyata hanya punya satu cita - cita. Menjadi ibu rumah tangga :). Juga seorang Nina yang dulunya sering naik gunung sendirianpun ternyata mengemban profesi yang mulia itu.

Masih ingat juga kata - kata Tyas waktu dulu ketika ayah Tyas meminta Tyas untuk sekolah lagi, ngelanjutin S2 : " Aku mau nikah dulu Pak, baru abis itu sekolah lagi". Walau kemudian dirimu tidak pernah lagi menginjak bangku sekolah he he he. Tapi belajar memang bukan cuma di bangku sekolah ya Tyas. May yakin, sekarang di Palu lebih banyak pelajaran yang bisa Tyas pelajari. Bersama Kaffa, bersama Karel.

Semoga bisa cepat bertemu lagi ya. Seperti cita - cita kita bersama dulu, liburan keluarga ke Rinjani tea. Doakan May ya Tyas, mungkin karena Bapak itu juga, saat ini May sudah memilih untuk memiliki pekerjaan yang sama dengan Tyas. Mungkin saat ini belum sepenuhnya, tapi semoga bisa terwujud dengan segera. Masih ada beberapa hal yang harus dilakukan. Tapi sesudah itu ...pekerjaan kita sama Tyas :)

Salam buat Kaffa dan Karel ya, semoga cepat bertemu lagi :)

Wednesday, August 16, 2006

Reunion et Voyage


Detik - detik menjelang hari proklamasi berarti detik-detik menjelang liburan panjang..hip hip huray :)

Sejak hari Sabtu kemarin kota Balikpapan bertambah menyenangkan. Nanti malam akan ada reunian sahabat - sahabat baturan leleuweungan, besok ada lagi yang datang 2 orang.

Sungguh menyenangkan, berkumpul kembali bersama orang tercinta, sahabat-sahabat baik. Dan kami akan melakukan perjalanan kembali bersama.

Selamat hari Kemerdekaan RI yang ke 61, semoga terus lebih baik.

Friday, July 28, 2006

Bon Weekend Everyone


Jumat yang indah hari ini, tepat 16 menit lagi saya akan mengangkat gagang telpon di samping kiri meja, menelpon 0542-874545, memesan 1 unit mawar, 30 menit lagi saya akan mematikan komputer, say good bye ma Pujo, Kakek, Arif, Al, Mas Edy, Mas Bayu (yang tiba2 pulang dari Paris dan ngasi oleh2 coklat enak he he) dan mungkin orang - orang yang bertemu di koridor. Berjalan ke Gate 1 dan saya akan berangkat ke Sepinggan.

Cihuyyyyyyyyy..saya mau pergi dulu sebentar, transit sebentar di sebuah kota di utaranya Gunung Salak (entah kenapa saya ga pernah suka dengan kota ini, tidak ramah), menuju Gambir, naik kereta menuju ibukota Jawa Tengah, naik bis lagi ke sebuah kota yang terkenal dengan pabrik rokok.

Paling lambat tengah malam nanti saya akan bertemu dengan sahabat baik saya Neneng..Duh senangnya, mau curhat dulu ma calon manten, dan besok adalah my best friend wedding. Mudah-mudahan masih sempat jalan ke mesjidnya Sunan Kudus dan Sunan Muria.

Malam minggu pulang ke Bandung naik bis, pagi hari sudah tiba di rumah lagi, di Cimahi..ah senangnya :) Walau minggu malam harus berangkat lagi ke Jakarta, dan pulang lagi ke Balikpapan. Bon weekend everyone.

ps : 4 jam lagi kita bertemu Pak :)

Friday, June 23, 2006

Cowok Ganteng Alias Idaman


PERHATIAN ..ACHTUNG ACHTUNG :
Postingan berikut adalah postingan ga penting, maybe too shallow..maaf maaf..syndrom banyak pekerjaan di akhir pekan nih. Bon weekend everyone :)

Berawal dari obrolan semalam di rumah Jeng Feri. Kami bertiga (saya, Feri dan Putri) baru saja pulang kantor dan makan malam bersama, masakan Nenek yang enak itu. Seperti biasa pula kami ngobrol tentang banyak hal, mengupdate berita dan girls talk pasti ga jauh - jauh, intinya kebanyakan sama, dan akhirnya kami juga menyinggung hal itu : kriteria cowok ganteng he he..atau cowok cakep yah.

Aduh sebetulnya enggak banget, di umur kami bertiga yang sudah "twenty something" kami masih berbicara tentang cowok - cowok ganteng alias cakep itu. Walau sekarang lebih realistis, yang diomongin adalah teman - teman cowok kami (halow Wan, jangan senyum-senyum atau bahkan ketawa terbahak-bahak waktu baca ini ya, jangan bilang anak - anak juga he he)

Sebetulnya orang-orang yang dekat dengan saya pasti tau pasti, selera saya mah rada aneh. Definisi cakep dan idaman saya biasanya ga pernah sama dengan definisi kebanyakan wanita tentang cowok cakep dan idaman.

Dulu sekali, saya dan Tyas - Neneng - Rini pernah ngobrol panjang tentang hal ini. Kesimpulan kami saat itu, ada 4 kriteria suami idaman :
1. fotografer, maksudnya kalau jalan-jalan ada yang motoin kita dengan sukarela, mengingat kami semua adalah banci foto, lebih rela jalan-jalan bawa tripod yang berat itu atau minta tolong difotoin orang yang ngga dikenal sekalipun, demi ngga kehilangan satu momentpun.
2. koki, dalam artian bisa masak, atau minimal mau dan ngga malu turun ke dapur dan belanja ke pasar, biar bisa meringankan tugas kita he he
3. porter, bukan porter beneran, minimal suka olahraga, jadi kalau naik gunung bisa dititipin barang, aduh pemalesan he he
4. bisa main gitar, lebih bagus lagi kalau bisa nyanyi, mengingat menyenangkan duduk di depan api unggun di depan tenda, malam - malam di bawah langit penuh berbintang sambil minum segelas coklat hangat dan mendengarkan suami bermain gitar.

Hue he he begitulah, catatan tentang 4 hal di atas masih tersimpan rapi di sebuah buku yang dulu selalu saya bawa kalau jalan-jalan. Plus sebuah catatan dengan huruf besar : JANGAN LUPA, LIBURAN KELUARGA KE RINJANI bersama fotografer, koki, porter dan gitaris masing-masing.

Tapi bagaimana harapan terwujud dalam kenyataan. Satu-satunya yang sudah menikah dari kami berempat adalah Tyas. Hmmmm bagaimana ya, nampaknya tidak ada satupun dari kriteria di atas dipenuhi oleh Karel - suami Tyas..he he tapi Karel baik hati lho. Mungkin ini harus dimasukkan ke kriteria tambahan, di tempat ke 1 malahan. Saya ingat cerita Tyas waktu ngajak Karel naik Merapi bertahun silam, yang ada Tyas yang badannya imut malah jadi porternya Karel he he he. Dan Karel kapok naik gunung lagi.

Kriteria yang sulit, walau bukan harga mati he he (terbukti pada Tyas kan). Sekian dulu ah, saya mau bekerja lagi, meneruskan GPU review sumur yang banyak banget itu. Selamat bekerja semuanya

ps : Jodoh, baik hati, fotografer, koki, porter dan gitaris..mungkin harus ditambahkan sholeh (berarti saya juga harus terus memperbaiki diri biar jadi shalehah)

Monday, June 19, 2006

Bumi Itu Imut


Memang ga sia - sia Eyang Jules Verne menulis novelnya : Around the World in Eighty Days, tahun 1956 lalu. Novel yang kemudian diadaptasi menjadi sebuah film ini merupakan salah satu film favorit saya dari jaman kecil dulu hingga kini.

Hop on sailing railroad across The West ! Be attacked by fierce prairie Indians ! Rescue a Princess in India ! Sail a burning Atlantic paddle-wheeler ...and more 

BUMI itu IMUT kok, 80 hari saja kita bisa mengelilinginya, apalagi di jaman sekarang, pastinya lebih cepat. Seperti juga isinya, ternyata imut - imut, itu -itu aja kok.

Logo di atas dibuat oleh teman baik saya : Aries dan pastinya dipengaruhi berat oleh Joko he he. Ibu satu ini memang jempolan, ga cuma doyan jalan-jalan (alias naik gunung pastinya) tapi juga jago moto (kalau ini saya belum ketemu tandingannya ampe sekarang, photograpghy by heart, actually) dan bikin desain (iyalah, kerjaannya memang arsitek he he). Dan akhirnya klub inipun terbentuk : klubkempingceria.

Sebetulnya ini murni ide Aries dan Joko, saya juga cuma diajak. Di launch via email ke semua teman-teman Aries dan Joko..dan ternyata, di list email itu ada beberapa nama yang juga saya kenal baik. Tapi siyalnya kami tidak pernah bercerita satu sama lain kalau kami kenal Aries atau Aries kenal saya..tapi jelas BUMI itu IMUT...seperti orang - orang di klub ini.

ARIES : saya kenal tahun 2004 lalu, dikenalin sama Jenny (saya malah belum pernah ketemu face to face ma Jenny). Sms -an, telpon dan akhirnya ketemu di Kampung Rambutan, di suatu malam sabtu yang cerah. Dan kami naik gunung bareng ke Gunung Gede, kita berdua sama-sama jadi fotografer untuk acara pendakian Kartini 2004. Ternyata kita sama-sama orang Cimahi, sama sama kuliah di kampus yang sama. Sampai sekarang saya dan Aries belum pernah ketemu lagi, padahal saya selalu melaunch janji - janji surga untuk naik gunung bareng (Agustus InsyaAlllah Ries he he)

Di klub ini ternyata muncul pula Mario, ini sih ga usah jauh-jauh, partner sejati saya untuk naik gunung dan jalan-jalan, dah kenal dia sejak 8 tahun yang lalu. Ternyata dia kenal Aries juga tapi ga pernah cerita he he.

Ada juga Santia yang ternyata istrinya Sidik, senior saya di KMPA dulu..walah kok bisa. Usut punya usut ternyata Sidik kenal Santia dari Mario he he. IKA adalah teman sekantor saya waktu masih kerja di Jakarta dulu, ga usah jauh-jauh, ternyata dia teman Aries dan sering naik gunung bareng juga..nah lho.

Ah BUMI itu IMUT..percaya deh, apalagi kalau mengingat bagaimana saya bisa bertemu kembali dengan seseorang.

Seperti kisah Billy dan Puput yang dulu pernah saya ceritakan, bagaimana kami bertemu di Bandung, 7 tahun yang lalu, dan akhirnya kami berkumpul kembali di Balikpapan saat ini. Siapa yang mengira kalau Puput ini teman se - SMA adiknya Wawan, teman saya juga. Atau Ikbal-teman main di Balikpapan yang ternyata kakak kelasnya Puput. Atau Mia yang dulu pernah saya tumpangi ketika di Paris sana, ternyata sekarang ga jauh-jauh, di Balikpapan saya masih sering juga nebeng mandi dan tidur di kamar Mia. Ada juga Arif, teman saya waktu OJT dulu, siapa yang mengira akhirnya kita sama-sama kerja lagi di sini, kantornya hadap-hadapan pula, o iya..saya dan 7 orang teman pernah juga numpang nginap di Yogyakarta, 3 tahun yang lalu.

Ada lagi lho, tiba-tiba teringat Om pemilik Hotel Pison di Toraja (aduh maaf saya lupa namanya). Om ini adalah Om-nya David, temannya Mario. Ternyata David ini sepupunya Yudith, tetangga saya di Balikpapan..he he tau gitu diskon hotelnya kemaren bisa dobel.

Yup..BUMI itu IMUT. Kemanapun melangkah pasti ada hubungannya. Siapa yang mengira, di puncak Gede, bulan lalu, saya ketemu Adi dan Syamsuar, junior saya di KMPA. Ah tau gitu kita naik bareng aja, kalian bisa jadi porter he he.

BUMI itu IMUT teman ! A small world and a simple life of mine.

ps : baru aja mau klik publish post, tiba-tiba ingat kalau Aries ini anak Arsitektur'93, Imgar mungkin kenal juga he he





Tuesday, June 13, 2006

Arisan


Berawal dari sebuah pesan pendek berikut ini :
From : Puput
Gw lagi di Balikpapan neh, besok ada training..Ayo ketemuan, ajak Billy juga, tapi lo yang traktir, kan abis ultah :p

Akhirnya saya menelpon Billy, deal. Saya balik menelpon Puput, deal, kumpul jam 7 di Resto Fish Connection...yipie makan gratui.

Billy yang baru pulang dari lapangan ternyata mau pulang ke rumah dulu untuk mandi, akhirnya saya memilih menunggu di kantor sambil ganti layout lagi (gitu ceritanya layout ini Rima he he). Sholat Maghrib, hujan gede, dan bermodalkan payung orange saya melaju ke resto tersebut.

Ternyata saya datang pertama kali, restoran tampak sepi, mungkin karena hujan, dan musim piala dunia,orang lebih memilih diam di rumah sambil nonton bola saja. Saya memilih sebuah tempat di teras, bulan purnama penuh, hujan masih turun rintik-rintik, laut nampaknya kurang bersahabat, jadi teringat teman-teman yang sekarang sedang bekerja di rig sana.

Puput akhirnya datang, masih dengan gaya khasnya, rambut gondrong, senyum-senyum, dan rantai kapal di dompet, serta tas selempang yang pasti berisi kamera. Kami memesan minum, dan pertanyaan Puput yang pertama selalu sama : "Jadi gimana kabar lo sekarang May ?"

Hp saya berbunyi, ternyata Billy, "Gw dah di dalam Bil, ke dalam aja langsung". Ga berapa lama Billy datang, seperti biasa, dengan senyum nakalnya (yang selalu bisa menaklukan wanita he he) dan jaket hijaunya. Dan seperti biasa dia juga menanyakan hal yang sama pada Puput : "Jadi gimana kabar lo sekarang Put ?"

Kami duduk bertiga, Billy di hadapan saya, Puput di sebelah saya. Memilih dan memesan makanan. Tiga orang yang kelaparan : ikan gurame saos bangkok, cumi goreng bawang, tumis kailan seafood, dan udang goreng mayonnaise, jangan lupa juga nasi putih.

Menunggu makanan datang, kami bertiga terdiam sejenak. Dan kemudian kami saling mengupdate berita masing-masing, liburan, pekerjaan, rencana jalan-jalan. Gosip terbaru, gempa Yogya.

Menyenangkan, berkumpul kembali bersama kalian berdua disini, di Balikpapan. Billy dan Puput saya kenal sejak tahun 1999, ketika kami sama-sama tergabung di unit pencinta alam kampus. Secara angkatan kuliah mereka berdua adik kelas saya, tapi secara umur saya paling muda di antara mereka. Dan dengan seenaknya mereka berdua meminta saya memanggil Kang Mas Billy dan Kang Mas Puput he he.

Kami menjadi akrab karena kami pernah tergabung dalam satu tim ekspedisi ke Sulawesi, tahun 2001 lalu. Hampir 1 bulan saya habiskan bersama mereka, di kereta ekonomi, di atas kapal feri, sampai pedalaman Sulawesi yang kami telusuri bersama. Dan akhirnya kami sering merencanakan perjalanan bersama, atau cuma sekedar nongkrong di SEL dulu.

Dan akhirnya kami bertiga berkumpul kembali di sini, di Balikpapan. Saya pertama kali pindah bekerja kesini, dua bulan kemudian Billy yang baru lulus juga diterima di perusahaan yang sama, juga Puput menyusul 4 bulan kemudian, walau Puput ditempatkan di lapangan dengan jadwal kerja yang 2 - 2 itu (2 minggu kerja, 2 minggu libur, menyenangkan bukan). Ah dunia memang sempit kan. Siapa pernah mengira kami bertiga berkumpul kembali di sini.

Sejak itu kami selalu mengadakan arisan bulanan, 1 bulan sekali, menyesuaikan jadwal kedatangan Puput ke Balikpapan, sepulangnya dari lapangan. Sedangkan saya dan Billy kebetulan berada di kantor yang sama dan kami sering bertemu. Pertemuan yang menyenangkan dan tidak pernah membosankan. Seperti juga malam tadi. Semoga persahabatan ini tetap terjaga ya teman. Terimakasih.

ps : tau ngga sih Put, Bil, kalian berdua adalah salah satu alasan saya masih bertahan di kota ini, di perusahaan ini. Jangan pindah dulu sebelum saya pindah he he

Sunday, June 11, 2006

Seasons of The Heart


Tadi malam, seperti biasa seperti malam-malam sebelumnya saya bermain tenis, tepatnya berlatih tenis bersama teman-teman kantor. Dan seperti biasa, sesudah sesi - sesi forehand, backhand, voli, smash dan servis yang panjang nian itu, datanglah saat yang ditunggu : main. Kami main double, cewek semua. Semuanya nampak seperti biasa, hingga tiba giliran saya untuk serve dan tiba-tiba...mmm saya merasa tenang, senang dan bahagia..WARM.

Rasa ini muncul begitu saja, tidak ada pemicunya sama sekali. Saya langsung teringat dengan rasa yang sama yang muncul 6 tahun yang lalu. Perasaan yang sama, tenang, damai, begitulah, saya tidak bisa mendeskripsikannya.

Tahun 2000, sekitar bulan Juli akhir, saya ingat persis kejadiannya. Saya sedang berada di kampus, siang hari, berjalan sendirian dari toilet menuju Musholla Jurusan Farmasi, mau sholat Dzuhur. Tiba - tiba saya merasakan perasaan itu. Saat itupun saya tidak bisa memastikan apa penyebabnya. 

Rasa itu bertahan lama sekali. Rasa yang bisa membuat saya berjalan dengan ringan, tersenyum, dan damai. Rasa yang membuat saya bisa dengan ringan berkata : saya harus kesana memang karena saya harus kesana, saya berjalan karena memang saya harus berjalan. Rasa yang membuat saya menjadi apa adanya..menjadi ikhlas.

Saya pernah bercerita tentang rasa yang tiba-tiba muncul itu kepada Tyas, sahabat wanita saya. Di tepi danau Segara Anakan, Gunung Rinjani, di dalam tenda. Dua minggu berselang sesudah rasa itu muncul. Kami berdua baru saja menyelesaikan sholat Maghrib dan kami berbincang-bincang tentang banyak hal. Dan saya menceritakan hal itu. Menurut Tyas rasa itu adalah anugrah, sulit untuk memperolehnya, apapun alasan yang memicunya. Iya, saya sepakat.

Tapi saya lupa, bagaimana rasa itu tiba-tiba memudar. Begitu saja.Hingga tadi malam, muncul lagi. Saya tetap tidak mengetahui dengan pasti apa penyebabnya. Seperti juga rasa yang dulu. Alhamdulillah, semoga rasa ini terus bertahan.

He he he saya tidak punya alasan yang jelas kenapa saya harus menulis tentang rasa itu di sini. Mungkin karena saya rindu Tyas, lama sekali tidak berjumpa dan tidak berbagi tentang banyak hal. Mungkin karena rasa itu membuat saya merasa lebih ringan...dan bahagia.

ps : Seasons of the Heart adalah salah satu lagu yang ditulis dan dinyanyikan oleh John Denver. Lagu yang buat saya banyak sekali maknanya. Tyas, gw tetap percaya adanya chemistry itu :)

Of course we have our differences, you shouldn’t be surprised
It’s as natural as changes, in the seasons and the skies
Sometimes we grow together, sometimes we drift apart
A wiser man than I might know, the seasons of the heart
And I’m walking here beside you, in the early evening chill
A thing we’ve always loved to do, I know we always will
We have so much in common, so many things we share
That I can’t believe my heart, when it implies that you’re not there

Love is why I came here in the first place
Love is now the reason I must go
Love is all I ever hoped to find here
Love is still the only dream I know

So I don’t know how to tell you, It’s difficult to say
I never in my wildest dreams, Imagined it this way
But sometimes I just don’t know you, there’s a stranger in our home
When I’m lying right beside you, when I’m most alone
And I think my heart is broken, There’s an emptiness inside
So many things I’ve longed for, have so often been denied
Still I wouldn’t try to change you, there’s no one that’s to blame
It’s just some things that mean so much, and we just don’t feel the same

Love is why I came here in the first place
Love is now the reason I must go
Love is all I ever hoped to find here
Love is still the only dream I know
True love is still the only dream I know

Monday, June 5, 2006

Dapat Kiriman


Saya senang sekali setiap mendapat kiriman, kiriman pos. Seperti hari ini, di inbox surat saya terdapat sebuah paket yang terbungkus plastik. Ini dia yang saya tunggu - tunggu. Kiriman dari sahabat baik saya, Mario.

Ada tiga buah buku di dalamnya :

Autobiography JOHN DENVER, edisi asli dan pertama walau cuma dalam bentuk fotocopy-an he he. Saya dan Mario menemukan buku ini bulan April lalu di Toraja, di perpustakaan milik pengelola Indosella Expedition. Waktu itu dengan semangat kami meminjam buku itu dan fotocopy di Toraja. Padahal 1 lembarnya 250 rupiah, mahal ya.

MT ZEN dan Pikiran - Pikirannya, sebuah bundel berisi tulisan-tulisan dari MT ZEN, seorang Dosen Teknik Geofisika ITB, anggota WANADRI sekaligus seorang filsuf yang banyak menulis tentang politik dan sosial. Bundel ini tadinya milik Om Herman Lantang yang kemudian diberikan sebagai hadiah untuk Mario.

ZEN EXPLORATION, In remotest New Guinea, Adventures in the Jungles and Mountains of Irian Jaya. Ditulis oleh Neville Shulman yang merupakan seorang penganut Zen yang mendaki Carstenz dan Puncak Jaya mengatasnamakan kemanusiaan.

Nampaknya buku-buku yang menarik. Saya ingin segera pulang untuk mulai membaca salah satu buku itu. Seperti pesan Mario : Buku ZEN EXPLORATION dibeliin temen gw Dewi. Orang pertama yang baca adalah Herman Lantang, kedua adalah gw dan ketiga mungkin elo. Kali aja kita bisa bertiga barengan ke Carstensz satu atau dua tahun ke depan..he he semoga Mar. Thanks untuk kirimannya.

Friday, June 2, 2006

Tentang Gunung, Cinta, Perjalanan dan Teman


Ada banyak hal yang membuat hidup saya lebih hidup.

Banyak sekali, hal - hal, tempat - tempat, orang - orang yang membuat hidup saya lebih berwarna.

Gambar di bawah ini adalah salah satunya, sebuah kompleks gunung api di daerah Puncak, Jawa Barat, Gunung Gede dan Pangrango.  Di depan sana terlihat Gunung Pangrango, sedang jauh di utara sana terlihat puncak kembar, Salak 1 dan Salak 2.


Pergi kesana berarti membuka banyak sekali kenangan manis yang pernah saya alami di sana, kenangan yang bisa membuat saya tersenyum di kala paling sulit sekalipun.

Dulu sekali, saya dan sahabat-sahabat wanita saya menyebut gunung ini sebagai gunung cinta. Menurut kami, gunung ini menebarkan banyak cinta kasih, perasaan tenang dan damai *hiperbola tapi biarlah he he*

Sampai sampai, dulu kami mempunyai cita-cita untuk kembali ke sini bersama orang yang kami cintai, mendaki gunung cinta kami, bersama - sama.

Rini sahabat saya sudah mencapai cita - cita itu, tahun kemarin ia naik gunung bersama teman SMA yang kini menjadi calon suaminya, dan bulan depan mereka akan menikah..hue he he selamat ya Rin.

Banyak sekali teman seperjalanan yang telah menemani saya berjalan ke puncak ini, menemani saya menghirup harumnya eidelweiss Suryakencana atau sekedar duduk menemani saya di puncak, memandang Pangrango dan sebuah gunung di utara, Gunung Salak.

Dan kini saya kembali lagi, dengan teman - teman seperjalanan yang berbeda tapi dengan kebaikan hati yang sama. Kami buat lagi kenangan yang manis, di perjalanan yang indah, di gunung cinta.

Teman sejiwa adalah teman yang tidak pernah pergi, selalu ada, tak pernah habis dimakan waktu, tak pernah berubah karena keadaan.

Untuk semua orang yang pernah menemani perjalanan saya, untuk semua perjalanan yang mewarnai hidup saya, untuk orang - orang yang pernah mendampingi saya berada di suatu titik tertinggi di gunung cinta. Semoga suatu saat kita bisa kembali bersama ke gunung cinta kita.

ps : Betul kok Rin, Gede itu beneran gunung cinta, Rini sendiri yang sudah membuktikan kan :) saya juga akan kembali lagi he he, semoga, terimakasih ya Allah sudah memberi kesempatan saya untuk kembali ke sana.

Monday, May 22, 2006

Sesuatu Untuk Diingat


Akhir pekan kemarin adalah saat untuk banyak bersyukur, banyak sekali hal - hal yang bisa diingat dan mungkin tak terlupakan. Kalau mengutip kata-katanya Chandra : so many blessings to count :-)

Jumat, 19 Mei 2006
12.00 malam
Panggilan telpon dari seorang teman lama yang baik hati. Teman yang selalu ada. Tak dikira dan diduga. Terimakasih untuk ucapan dan doanya.
05.30 pagi
Kejutan dari teman serumah yang baik hati juga tetangga-tetangga. Sebuah kue ulang tahun yang manis, lilin pun ditiup, bersama berjuta harapan. Disusul dengan bincang-bincang bersama Mami, seorang Ibu yang melahirkan saya ke dunia. Terimakasih Mami.
Sepanjang hari
Nyanyian Happy Birthday dari bos saya (Kakek yang kadang baik hati itu he he)..ucapan selamat dari teman-teman sekantor, pengumuman ulang tahun di meeting drilling, makan pizza rame-rame, kue ulang tahun (lagi) dari Mia, meeting Tomahawk yang menyenangkan, main bowling bersama teman-teman, sms sahabat, ...dan puncaknya adalah guyuran air yang ternyata hasil konspirasi seharian, jam 12 malam dari seorang Wawan, guyuran tak disangka, beres logging, mau pulang ke rumah, tiba-tiba di parkiran ada teman-teman menunggu, dengan ember air dan lagi-lagi kue ulang tahun, ada lagi lilin yang boleh ditiup, ada kue yang boleh dipotong lagi dan ada foto-foto serta rekaman video yang memalukan :D

Hari Sabtu
Trekking Pantai Tritip - Lamaru - Manggar 10 km, bangun pagi, mandi, dan berangkat bersama sahabat terbaik, menyusuri pantai yang bersih, melihat pohon kelapa, bermain air, berlari di pasir dan yang pasti foto-foto, ditutup dengan makan bakso pinggir jalan, numpang mandi di rumah Feri, belanja di Pasar Butun dan makan malam di seafood pinggir jalan, ditutup dengan novelnya Remy Silado yang bikin penasaran.

Hari Minggu
Bangun agak siang, tidur bahagia selepas Shubuh, lanjut lagi dengan novel Remy Silado, teman yang datang ke rumah, brunch di Roti Tiam, hitung-hitungan uang ekspedisi yang ternyata salah hitung hehe, belanja lucu di pasar bareng Arief juga Ikbal, ke akustik concert dan ditutup dengan makan malam yang menyenangkan di rumah..eits..ada satu lagi, ditutup dengan berburu air jam 11 malam di mesjid.

Yah, terimakasih untuk menjadi teman saya, terimakasih untuk semua perhatian dan dukungan, di kala susah dan senang. Saya menyayangi kalian, semoga Allah SWT membalasnya dengan rahmat yang berlimpah.