Pages

Showing posts with label thought. Show all posts
Showing posts with label thought. Show all posts

Saturday, December 26, 2015

Tentang Awal Kehidupan Abadi

Kangen juga nih sama Sereleaungu, main kesini ah. Setahun ini ngga ada postingan sama sekali ternyata, mainnya ke Tigadibumi terus ni :)

Beberapa hari lagi sudah tahun 2016 ya, untuk saya terasa sangat cepat, lagi - lagi tidak terasa. Dan saya mulai sering merasa ada yang salah, kenapa sih semua harus terasa cepat. Berhenti sebentar May. Baiklah mari kita berhenti sebentar disini.

Beberapa bulan belakangan ini saya sedang berfikir tentang kematian. Ups mungkin bukan topik favorit untuk kebanyakan orang. Sayapun dulu begitu. Rasanya kematian begitu jauh, ah saya kan masih muda, selalu begitu alasannya. Padahal agama saya mengajarkan umatnya untuk selalu mengingat mati, bahwa sesungguhnya hidup di dunia ini tidak abadi, hanya persinggahan, sementara saja. Kalau orang Jawa bilang : Wong urip iku mung mampir ngombe. Sebentar saja, seperti kita duduk di cafe, maximum seharian saja kan. Itulah analogi hidup di dunia.

Tetapi tetap saja sepertinya saya bandel, kematian masih tetap terasa jauh. Saya lebih takut orang - orang di terdekat saya akan meninggalkan saya terlebih dahulu. Takut saya menjadi sendiri, takut saya tidak bisa bertemu mereka lagi. Padahal saya tahu : surely we belong to Allah and to Him shall we return. Tidak ada yang abadi di dunia ini.



Berpulangnya ibu saya di awal tahun ini menampar muka saya. Sesuatu yang saya takutkan sejak lama menjadi kenyataan. Ibu saya meninggal dunia di rumah sakit setelah sakit cukup lama, serangan stroke pertama di tahun 2009, disambung dengan serangan kedua di tahun 2011, lebih dari cukup untuk membuat beliau hanya bisa berbaring, susah berbicara, tidak berdaya selama kurang lebih 3.5 tahun. Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan tetapi tiada hasil. Mendengar beritanya saya menangis, dan kemudian bersyukur, sepertinya Allah telah mengabulkan doa saya ketika saya berumrah di bulan Desember 2014, permohonan doa untuk memberi jalan yang terbaik untuk ibu saya. Allah telah mengangkat semua rasa sakitnya, sekarang In Sha Allah Mami tidak pernah merasa sakit lagi.

Saya sempat menengok Mami 1 minggu sebelum beliau meninggal, mengantarkan air zam-zam dan sedikit oleh-oleh dari Tanah Haram. Alhamdulillah, bersyukur saya bisa menemuinya dalam keadaan hidup, walaupun akhirnya saya tidak bisa melihat jasadnya untuk terakhir kali. In Sha Allah Mami sudah bahagia sekarang.

Berpulangnya Mami adalah kehilangan saya untuk pertama kalinya. Sakit tetapi saya ikhlas karena mungkin itu yang terbaik bagi Mami. Rasanya egois berdoa agar Mami tetap hidup tetapi menderita. Allah pasti tahu yang terbaik.

Pertengahan tahun saya mendengar kabar duka lainnya. Kali ini dari seseorang yang tidak saya kenal,  istri salah seorang pegawai PHE di Kuala Lumpur meninggal dunia dalam tidurnya, tidak sakit sama sekali, di bulan puasa dan beliau sedang mengandung anak kedua-nya dengan usia kandungan ~ 5 bulan. Masih muda usianya, dibawah 30 tahun, anak pertamanya pun masih kecil. Lagi - lagi berita ini menampar saya. Saya membayangkan kehilangan yang dialami suami, anak dan keluarganya. Kepergian yang tidak diduga-duga, tidak pernah terfikirkan.

Akhir tahun ada kabar duka lainnya. Lift jatuh di gedung kantor saya yang lama. 3 orang meninggal dunia, salah satunya seorang suami yang istrinya sedang hamil anak kedua. Betapa kematian itu rahasia Allah, pernahkah berfikir kita melepas keluarga kita di pagi hari untuk kemudian tidak pernah bertemu dengan mereka lagi. Pernahkah kita berfikir kita memasuki lift untuk kemudian tidak pernah keluar lagi dalam keadaan hidup ? Sungguh kematian itu sesungguhnya sangat dekat.

Dan puncaknya beberapa hari yang lalu, suami saya memberitahu bahwa ada istri temannya yang meninggal. Saya kebetulan tidak mengenalnya, tetapi berita ini cukup membuat saya berhenti sejenak. Alm meninggal sesaat setelah operasi Caesar ketika melahirkan anak kedua-nya. Lagi - lagi kematian yang tidak disangka-sangka. Bayi mereka selamat dan sehat, tetapi sang ibu harus pergi selamanya. Penuh rasa ingin tahu saya membaca blog Alm. Tya, walaupun tidak mengenalnya secara personal tapi saya bisa merasakan bahwa beliau orang baik, dekat dengan Tuhan. Satu hal lain yang menyedihkan adalah keadaan anak pertama Tya. Anak pertamanya lahir prematur, setelah lahir ia harus masuk NICU selama 90 hari. Anak pertama-nya yang lain (anaknya kembar) meninggal beberapa jam setelah dilahirkan. Belum cukup rencana Allah, ternyata anak yang hidup tidak sempurna, ia tidak bisa mendengar dan melihat, efek dari obat - obatan yang diberikan terus - menerus selama dirawat di NICU. Saya tidak bisa membayangkan kehilangan yang dirasakan sang Suami, semoga Allah selalu memberinya kekuatan, kemudahan dan kesabaran.

Jadi sesungguhnya kematian itu memang begitu dekat, dan siapkah kita untuk mati ? Sejujurnya saya menjawab tidak. Pindahan rumah selalu membuat kita sibuk, packing barang, mencari mover, semua disiapkan dengan baik. Kalau perlu dicari hotel sementara untuk tinggal selama proses pindahan. Tetapi apakah yang kita persiapkan untuk pindah ke rumah abadi kita ? ada, tetapi mungkin sedikit saja. Kita terlalu sibuk memikirkan mau mampir ngopi dimana lagi. Saya merasa malu.

Siapkah apabila orang terdekat kita meninggalkan kita ? Sejujurnya lagi saya menjawab tidak. Dan saya sadari bahwa manusia memang egois, terkadang dalam doa kita panjatkan agar orang yang sakit parah cepat sembuh, egois karena kesembuhan mungkin bukan yang terbaik untuk mereka. Ingat film Sister Keeper ?

Agama saya mengajarkan untuk selalu mengingat kematian, seolah - olah kita akan mati besok. Di sisi lain berjuang jugalah untuk dunia, seolah olah kita akan hidup selamanya. Nice.

Semangat selalu May, berjuang untuk saat ini dan nanti.

Tuesday, November 18, 2014

Menghemat Energi, bukan Menghemat Uang

Halo Sereleaungu..
deuh kemana aja nih lama sekali. Gara - garanya biasa sih, lupa password, lalu agak malas mau ngurusin recovery password baru. 

Tapi hari ini kebetulan lagi santai hoho, di kantor lagi sepi, drilling baru 1 minggu lagi (minggu depan 2 rig hoho), boss ngga ada semua, maka nikmat manakah yang kamu dustakan. Sesekali boleh ya korupsi waktu ;)

Hari ini harga BBM di Indonesia naik lagi, harga bensin jadi Rp 8,500 dan solar Rp 7,500. Timeline facebook, path sampai group WA semua sama, membahas harga BBM yang naik lagi. Respon masyarakat pun bermacam - macam, ada yang biasa aja, panik, ngata - ngatain Pak Jokowi sampai yang legowo. Dan hari ini pun saya sukses meng-unfriend teman - teman yang ribut ngatain Pak Jokowi (lagi), capeee, kuliah tinggi - tinggi ternyata tidak merubah cara berfikir.

source : http://pertamax7.com
Sejujurnya dulu saya juga nyinyir kalau BBM naik, karena efek sampingnya itu banyak. Mulai dari ongkos angkot yang naik, sampai harga cabe di pasar. Sampai suatu hari di tahun 2012 saya membaca ini :

Indonesia, Lepaskan Ketergantunganmu Kepada BBM

Oleh: Widjajono Partowidagdo
Wakil Mentri ESDM & Dosen T. Perminyakan ITB

(Berdasarkan data dari ESDM 2012) Pada tahun 2011 Indonesia melakukan:

- Produksi minyak ~ 329 juta barel
- Ekspor minyak mentah ~ 132 juta barel
- Impor minyak mentah ~ 99 juta barel
- Impor BBM  ~ 182 juta barel
- Konsumsi BBM ~ 479 juta barel.

Cadangan terbukti minyak kita hanya 3,7 milyar barel atau 0,3 % cadangan terbukti dunia. Sebagai Negara net importer minyak dan yan memiliki sedikit cadangan terbukti minyak, kita tidak bijaksana apabila mengikuti harga BBM murah di Negara-negara yang cadangan minyaknya melimpah.
Negara-negara Amerika Latin yang anti Neolib seperti Brasil, Argentina dan Chili, BBM-nya tidak disubsidi, akibatnya BBN (Bahan Bakar Nabati) dan Industri Nasional (mobil, pesawat, senjata dan pertanian) nya berkembang.

Bahkan Brasil sekarang menjadi Negara Idola disamping Rusia, India, Cina dan Korea (BRICK). Brasil bahkan sudah menguasai Teknologi Migas Lepas Pantai disamping cadangan dan produksi minyaknya meningkat pesat. Petrobras adalah Perusahaan Migas terpandang di Dunia.

Di India dan Pakistan maupun Cina  dan Vietnam (Komunis) tidak ada subsidi BBM tetapi transportasi umum disubsidi sehingga nyaman dan Industri Nasionalnya meningkat pesat. Cina menggunakan gas dan listrik untuk transporasi umum dan sepeda motor menggunakan  listrik.

BBM murah hanya diterapkan di negara-negara yang cadangan minyaknya melimpah seperti Arab Saudi,  Irak, Lybia dan Venezuela. Bahkan harga bensin di Iran ($ 0,67/l) yang cadangan minyaknya 138 milyar barel lebih mahal dari di Indonesia sekarang ($ 0,59/l) yang cadangan minyaknya hanya 3,7 milyar barel karena mereka mengutamakan gas untuk transportasi, rumah tangga dan listrik.

Iran mempunyai cadangan terbukti gas  nomor dua di dunia yaitu 982 TCF, sesudah Rusia. Sedangkan cadangan terbukti gas Indonesia adalah 112 TCF.

Indonesia adalah Negara yang tidak kaya minyak. Kita lebih banyak memiliki energi lain seperti batubara, gas, CBM (Coal Bed Methane), shale gas, panas bumi, air, BBN (Bahan Bakar Nabati) dan sebagainya.

Harga BBM menyebabkan terkurasnya dana Pemerintah untuk subsidi harga BBM, ketergantungan kita kepada BBM yang berkelanjutan serta kepada impor minyak dan BBM yang makin lama makin besar serta makin sulitnya energi lain berkembang.

Tahun 2011 Indonesia memproduksi:
- Minyak 900 ribu B/D (barel per hari)
- Gas 1,5 juta B/D (ekivalen minyak)
- Batubara 3,4 juta B/D.

Indonesia mengekspor:
- Gas 797 ribu B/D
- Batubara 2,4 juta B/D.

Cadangan terbukti gas lima kali cadangan terbukti minyak dan cadangan terbukti batubara sepuluh kali. Akibat terobosan teknologi di CBM (gas di lapisan batubara dengan dewatering atau memproduksikan air lebih dulu) dan dishale gas (gas yang tertinggal di batuan induk dengan fracturing atau merekahnya) menyebabkan Amerika Serikat kebanjiran gas. Apabila Indonesia menerapkan teknologi tersebut maka akan mempunyai kesempatan yang sama. Batubara juga bisa diubah menjadi gas dan cairan.

Biaya listrik di Sumatera Selatan Rp 800/kWh karena memakai gas dan batubara sedangkan di Sumatera Utara Rp 3.500/kWh karena memakai BBM. Potensi panasbumi Indonesia terbesar di dunia yaitu 29 GW, potensi airnya 76  GW dan potensi biomass 50 GW. Sulawesi selatan mempunyai danau Poso dengan potensi 900 MW yang kalau dikembangkan membutuhkan biaya Rp 800/kWh, tetapi saat ini 90 MW pembangkit listriknya sebagian besar memakai BBM dengan biaya Rp 3.500/kWh. Seharusnya, sedapat mungkin kita tidak menggunakan BBM untuk listrik.

Dulu waktu harga BBM Rp 6.000/ l sudah banyak yang berpindah ke busway dan transportasi umum.  Begitu harga BBM Rp 4.500/l maka kembali naik kendaraan pribadi lagi. Orang tidak menghemat energi tetapi menghemat uang.

Orang yang mau naik kendaraan umum layak disebut Pahlawan karena menghemat dana Pemerintah, energi dan polusi. Program konversi minyak tanah ke BBG berhasil karena subsidi minyak tanah dihilangkan. Program jarak pagar dan konversi premium ke BBG belum berhasil karena premium harganya Rp 4.500/l.

Kalau seseorang menyikapi kenaikan harga BBM dengan arif maka pengeluarannya justru berkurang kalau di hari-hari kerja dia menggunakan transportasi umum dan hanya menggunakan mobil pribadi di akhir pekan atau silaturahmi. Medco memberi converter kit untuk CNG (Compressed Natural Gas) yang harga CNGnya Rp 4.100/l untuk stafnya dan menyediakan bus kantor untuk pegawainya. Kalau kebanyakan perusahaan berperilaku seperti Medco maka Jakarta tidak macet. Daerah luar Jawa penghasil Migas bisa beralih ke BBG lebih cepat.

Naiknya harga BBM justru akan menyebabkan energi lain yaitu batubara, gas, panasbumi, air dan biofuel banyak dibutuhkan dan diproduksikan yang akan memberikan lapangan kerja, penghasilan dan pertumbuhan ekonomiserta berkembangnya daerah-daerah terutama di luar Jawa.

Minggu 11 Maret 2012 Wakil Menteri Pertanian dan penulis mengunjungi Pesantren Sunan Drajat di Lamongan dan melihat pengembangan Kemiri Sunan disana. Kemiri Sunan ini disamping baik untuk penghijauan sehingga mencegah bajir dan tanah longsor juga buahnya bisa dibuat biodiesel yang dapat menjadikan suatu desa disamping asri juga mandiri energi. Pesantren mempunyai jaringan di seluruh Indonesia dan menurut informasi jumlahnya sekitar 20.000 di Indonesia.

Ketergantungan yang berlebihan terhadap minyak dan luar negeri adalah ketidakmandirian. Tidak menggunakan energi yang kita miliki secara optimal adalah tidak bijaksana. Mengkonsumsi barang yang mahal tetapi tidak mengkonsumsi barang murah yang kita miliki adalah kebodohan. Cara meminimalkan subsidi BBM untuk transportasi dan listrik adalah dengan sesedikit mungkin memakai BBM. Akibatnya, Indonesia mempunyai dana lebih banyak untuk membuat Indonesia lebih cepat menjadi Negara Terpandang di Dunia. Dengan mengurangi ketergantungan kepada BBM maka Insya Allah Indonesia menjadi lebih baik.


Tahukah kita bahwa Indonesia sudah bukan lagi anggota OPEC ? Kita bukan lagi negara peng-ekspor minyak. Alih - alih ekspor yang ada kita sekarang menjadi negara pengimpor minyak.

Indonesia adalah negara yang tidak kaya minyak, menegaskan tulisan Alm. Mas Wid di atas, selama 11 tahun saya kerja jadi kuli gas bumi, baru sekarang aja mulai jadi kuli minyak dan gas. Gas lebih banyak cadangannya, tetapi sulit disimpan dan disalurkan, tidak seperti minyak. Sama susahnya seperti mencari pembeli gas bumi dibandingkan pembeli minyak bumi.

Lagi - lagi saya setuju dengan Mas Wid, kita terbiasa dengan subsidi BBM yang memudahkan secara instan, padahal di luar sana banyak pengusaha curang yang menggunakan BBM bersubsidi untuk operasional bisnis-nya. Sebagian kecil saja BBM bersubsidi yang dinikmati oleh rakyat yang berhak.

Yuk sama - sama menghemat energi, cari minyak sama gas itu susahh. Mulailah dari hal - hal kecil dan sederhana. Naik angkutan umum, matikan lampu yang tidak terpakai, nebeng temen ke kantor (saya banget hoho). Untuk Indonesia yang lebih baik tentunya



Friday, June 27, 2014

Tentang Rumah di Hari Tua

Saya tidak punya kampung halaman juga identitas suku bangsa :). Bila ada pertanyaan seperti itu saya lebih suka memilih saya orang Indonesia, ya saya bukan orang Bandung.

Walaupun lahir di Cimahi (Bandung), besar di Cimahi hingga genap 22 tahun saya tinggal di Cimahi - Bandung, tetapi saya tidak bisa mengatakan disanalah tempat saya ingin menghabiskan hari dan menutup mata. Dua kota tersebut hanyalah tempat saya pulang karena kedua orang tua saya tinggal disana. Hanya itu.

Jakarta, tidak pernah berada dalam list. Walaupun akhirnya 1 tahun + 7 tahun pernah saya habiskan di Jakarta, tetapi Jakarta bukan untuk saya. Saya tidak bisa bertahan dengan semua hiruk pikuk, kemacetan dan semua kemewahan dunia. Jakarta terlalu kejam untuk saya.

Balikpapan, cukup untuk persinggahan sementara. 2.5 tahun yang menyenangkan, kehidupan di awal masa bekerja yang berarti. Tapi cukup, sekarang pasti berbeda.

Kuala Lumpur, kota yang nyaman dan menyenangkan, tapi lagi - lagi hanya persinggahan sementara. Tidak lebih.

Jadi dimanakah langkahmu akan berhenti May ? belum bisa saya jawab, belum saya temukan rumah hari tua yang menenangkan, rumah tempat saya ingin selalu kembali pulang.

Semoga cepat mendapat jawabnya dan selalu dimudahkan jalan menuju kesana.

pinjam dari sini


Tuesday, May 27, 2014

Notes from The 3rd Graduation

Jadi ceritanya tadi malam saya dapat email dari salah seorang teman baik di kantor lama. Jihong namanya, Chinese yang bermigrasi ke Canada dan sekarang bekerja disana. Bertukar kabar dan saya jadi ingat, bahwa saya belum menulis sesuatu tentang kelulusan yang ketiga ini.


Time flies, saya yang dulunya ogah bekerja jadi kuli minyak ternyata tahun ini akan merayakan ulang tahun ke 11. Bekerja di 3 perusahaan, 3 kota, 3 kali lulus dan berpisah dengan teman - teman. 1 tahun, 2.5 tahun dan 7 tahun. Susah senang pahit manis ada semua disana.


1st graduation, ngga banyak drama. Saya pindah dari Jakarta ke Balikpapan, dari posisi pegawai kontrak ke pegawai permanen. Manager saya yang dulu baik sekali, sampai - sampai dibuatkan pesta perpisahan, padahal saya baru 10 bulan kerja. Tidak banyak yang saya ingat selama 10 bulan di Jakarta, memang pada dasarnya saya ga suka kerja di Jakarta kali ya, setiap weekend kerjaannya pulang ke Bandung terus. Kost - kostan saya yang dulu dekat sekali dengan kantor, 5 menit jalan kaki, sewanya 350 rb per bulan. Kamar mungil dengan kamar mandi di dalam. 

2nd graduation, agak - agak sedih. Kehidupan di Balikpapan itu sebenarnya menyenangkan lho. Asal masih lajang, punya banyak teman asik dan jangan kelamaan haha. Saya suka sekali pekerjaan di sana, pertama kali naik offshore rig ya di sini, ngerasain naik chopper, ngerasain dimarahin istri orang tengah malam (gara - gara ngangkat telpon, dikira siapa kali ya, ada cewek di rig malam - malam, kocak). Kegiatan ekskul banyak sekali, mulai lari 2x seminggu, kelas tenis, bikin klub pecinta alam, klub angklung, lengkap dah. 2 kali tinggal di kost sampai kemudian pindah ke rumah sendiri lalu numpang di rumah orang. Saat graduation dulu ada 3 orang yang bersamaan resign, satu team pula. Akhirnya kami pesta makan kepiting untuk perpisahan tiga orang, yang diundang banyak sekali ! Restoran Kepiting Kenari di book satu malam penuh, hasilnya bangkrut haha. Teman di Balikpapan benar - benar keluarga di perantauan. Rekor terbanyak kue ulang tahun yang saya dapat ya di Balikpapan ini, tahun 2006. Dapat kue ulang tahun 4 buah, mulai jam 6 pagi sampai jam 11 malam :D

3rd graduation, sedih dan senang. 7 years in Jakarta (kurang 2 bulan deng). Pekerjaan asik, yah ada minusnya, tahu sama tahu aja ya haha. Dan tetap, kotanya ga suka banget. Sampai sekarang entah kenapa saya ga bisa suka Jakarta. Graduation kemarin pun rasanya ngga proper. Sampai saat saat terakhir masih sangat sibuk, hari terakhir kerjapun diundur - undur terus. Jam 4 sore hari terakhir baru bisa keliling, itupun ga semua ketemu. Jam 6.30 baru sempat duduk tenang, kirim email ke teman - teman, dan selesai. Hari terakhir saya disana. Tetep merasa ngga proper, dan tanpa jeda langsung bekerja di sini, langsung monitoring logging tidur 2 hari di kantor haha, nikmat memang.

My farewell note, pendek, ngga bakat nulis panjang untuk hal beginian. Dan saya ga suka banget nulis email generic yang dikirim bcc. Akhirnya satu persatu ditulis, dengan personal sentences di paragraph awal, lama  nulisnya sampai - sampai bos besar kelewat ga kekirim haha. Baru nyadar 3 bulan kemudian.

So, I am leaving ** and tomorrow will be my last day in the Jakarta office.
My family is moving to Kuala Lumpur, entering the new adventure in our life :)
I don’t really want to say good bye, as our path might cross again in one form or another. Please accept my apology for every wrong doing that I may have done and thank you for all of your support, friendship and encouragement you have extended to me during my time with **.  I’ll cherished the memories we shared together. Keep in touch and if you chance to visit Kuala Lumpur, please contact me and let’s have a Malaysian culinary experience with me :) All the best for you and family.

Alhamdulillah banyak yang merespon, walaupun bos fav saya yang sekarang ada di Houston sana ga balas huhu, dan sampai sekarang saya ga punya keberanian menegur beliau di FB.

Dibuang sayang, saya posting disini, sekaligus mengingat betapa berartinya mereka di kehidupan 7 tahun saya bersama kumpeni ini :D


May,
I too, am very sorry to see you go, and wish you and your family the very best for your move to KL. I enjoyed getting to know you through the petrophysics ADP, and as a highly valued member of the ** petrophysics community you will be much missed. Do let us know how things go for you and your family on your new adventure in Malaysia. Best wishes

May,
I’m very sorry to see you go but fully understand the reasons. Hope you keep the petrophysics going and are moving to another role in KL.  It would be a shame to not use your talent. It is a small world and our paths may cross again. Best wishes for the future. 

May,
I just wanted to say it has been a real pleasure working with you for the past few years.  I am sure you will do well at whatever you try.  Keep technically ‘honest’ and you cannot go far wrong. I promise to send a photo of me in the nice batik shirt from the UK – but I will wait for snow on the ground! 

May,
Pagi2 sudah bikin kaget saya dan Maya. Sebenarnya sangat disayangkan May keluar dari **. Btw, mudah2an ditempat yang baru bisa kerasan dan selalu bisa berkumpul dan dekat dengan keluarga.
Nanti harus cari teman lagi yang bisa initiate buat acara camping niy; saya sudah beli camping gearnya sangat lengkap lho, apalagi tendanya ada beberapa dgn different size…hehehe. Kalau next company May masih diseputar Jakarta, nanti kita bisa stay in touch buat camping planning. Kami juga belum tahu apakah akan menetap di Bandung atau Jakarta kalau nanti pulang.
Salam buat keluarga juga…

Hi May!
Selamat malam. I am very sorry to hear that you will be leaving **. I really enjoyed working with you.  I hope this change brings many happy and fun times. I will definitely contact you if I am ever in KL. What will you be doing there?

Mbak May,
Selamat berpetualan di negeri jiran. Titip salam kalau ketemu Ipin-Upin. Hehehe.

May,
I wish you and your family all the best

Hello May
I wanted to email you to wish you good luck, I thought your last day was the 19th of December..but it is today. We have not worked together a lot but I appreciated the exchanges we had earlier this year. I wish you all the best in your move to KL! A friend of mine has recently moved there to work in JV Petronas-Shell…she likes it a lot,

Mba Maaayyy..
Wah sedihnya.. Semoga masih jumpa lagi ya suatu saat.Terima kasih dan mohon maaf untuk kesalahan yang lalu.Wish you all the best wherever you are..

Hi May
It was great to meet and work with you in Jakarta. And that camping trip near Bandung that you took us was so much fun. I wish you, Helmy and the little one(s?) best wishes for your new adventures in Kuala Lumpur. By the way, I am moving to London in Feb 2014. If you ever come to London let me know!

May
It was a pleasure to know you and I wish you the very best – feel free to drop me a line when you are in KR and let me know what you are doing.

May,
Slamat menempuh hidup baru dan semoga makin sukses yah.. Kalo ada lowongan contact2 *** yah biar bs nyusulin May jg,,hehehehe..

Dear May
I am in the GP 10-60 class and heard that you is leaving **. I’m so impressed that you have progressed so well, you have become a cement bond log evaluation specialist! Surely you are very capable for a better career! Congratulations! Your smiles are in our hearts. Jihong and I will miss you and your beautiful daughter! Merry Christmas and a Happy New Year, my dear friends!

Mba Mayyyy huhuhuh jadi caw yah ternyata.
Goodluck yah disanaa, nanti aku main2 numpang nginep yah hahhaa

Hi May
Congratulations!!
I believe it must be a better choice for you and your family although I feel sorry for your leaving.
Yesterday I browsed  the internet and there was a ** job post in south east of Asian which remind me thinking of you and Cici….Kuala Lumpur is a beautiful warm place( it was below -30 here last week), it is definite on my travel list.My personal email on the CC. You can always find me. Keep in touch.  
Time flies , it is holiday season again. Best wish for you and your family.

May…
Good luck ya and all the best

Mba May.
I would like to say its really nicefull partnership  that we have until today.
You right, this is small world so if we cross again in our path I wish that still be good. 
Thanks for your invitation, I’ll contact you to try that culinary. 

May,
I wish you success in your new job. Keep in touch  and may our path cross again in the future.

May.
Good luck and all the best in the future…
Keep in touch ya…

Sukses disana mbak yaaa…nanti kalo aku mampir2 boleh lah numpang tidur :P

Mbak May,
Selamat menempuh hidup baru…
Semonga semakin sakinah semakin  mawaddah and semakin warahmah

Doakan semoga segera menyusul ya.. hehe

Good luck Mba,,, jangan lupa ama kita2 yah kalo ada lowongan… hehehe…

Halo May…
We always crossed over yaa…I came and you left…..:)
Anyway…all the best…and whenever I am in KL..will contact you…keep the bbm yaah

Mbak May,
Good luck, semoga enjoy dan sukses meniti karir di tempat yang baru.
Wish you all the best.

I am happy for you!!

Thanks May,
We will miss you, and you never do any wrong to me, forgive my if I did,
Hope you a very bright future in KL, keep in touch I know a lot of good friends there working for PetroNas and some service company if you need any support let me know.
Have a nice future on the Earth and and the end day and the 2nd live en-shaa’a Allah

Yoooooooooo
My best wishes to you and your family’s new episode of life
Enjoy KL….. jangan salaaaaaaah… insya 4llah kami kunjungi

Keep in touch..
Nanti  aku mampir ke KL  …
Pin BB jangan berubah ya…kalau berubah khabari…

May…
Whuaduuh… Lha kemaren katanya bos minta extend sampai 5 Januari… saya pikir diiyain.. belon sempet ke Cibubur hehehe…Kemaren siang meeting di Worley, sampai sore. Adzan magrib masih dijalan, Jakarta oohh.. Jakarta…Ok bu, selamat bertugas dan menikmati atmosfer yang baru. Selamat menikmati momen2 priceless bersama keluarga, sehari2…Saya, saat ini juga pada saat yang bimbang, kemana arah yang paling pas dengan scenario dan kondisi yang ada…Enjoy your new professional career and journey of life… Keep contact and inform if any good opportunity…

Although it is a very short time to know, but everyone can see that you are doing a great job Mbak.
Good luck for your new career and family life. Enjoy “Nasi Lemak”… 

Mbak May,
Sukses ya ditempat yang baru… sediihhhh… Kept in touch ya mbak.. 

May,
Semoga dgn kepindahan ini bisa membawa kebaikan buat May dan Keluarga. Semoga sukses

May
Good luck, glad to hear that you will be an expatriate soon.
Success in your near future career and take care of your family.

Huhuhuhuhu sedih may…. huhuhu

Mbak May,
What’s a surprised!
Good Luck for your new adventure of your career… just only short time to work together during my time in D2… Many thanks for all info shared.


NWD Team
PP yang bubar semua haha
BFF



Wednesday, May 14, 2014

Mimpi Siang Bolong

Hari ini ada perbincangan menarik antara saya dan Neneng, sahabat dari jaman susah dahulu kala. Cita - cita kami berdua sudah klop, alhamdulillah cita - cita para suami kamipun sama.

Semoga Allah SWT mendengar semua harapan kami, memudahkan jalan kami menuju kesana. Ayo diwujudkan, mulai dari langkah kecil menuju lompatan besar.

Harus dimulai sekarang, jangan tunggu pensiun dan menjadi tua.

# jadi petani kedelai di Dieng atau di Solo
# jadi peternak sapi
# jadi istrinya peternak sapi
# jadi pemilik Homestay di Dieng
# jadi peternak kuda dan sapi di Sumba

InshaAllah pengennya ini pemandangan dari jendela rumah setiap pagi
Pic pinjam dari http://travelprivate.wordpress.com/2012/11/05/dieng-plateau/
kabulkan keinginan kami ya Allah, jangan jadikan kami tua di Jakarta.

Mengutip Seno Gumira Ajidarma :
Alangkah mengerikannya menjadi tua dengan kenangan masa muda yang hanya berisi kemacetan jalan, ketakutan datang terlambat ke kantor, tugas-tugas rutin yang tidak menggugah semangat, dan kehidupan seperti mesin, yang hanya akan berakhir dengan pensiun tidak seberapa.

Tolong jauhkan kami dari keadaan di atas ya Allah. Jadikan masa muda dan masa tua kami bermanfaat bagi keluarga kami dan orang - orang di sekitar kami. Amin.

Monday, March 31, 2014

And After 3 Months

ih kok masih malas juga, hayo mana postingannya. Iya sebetulnya sudah tidak ada kendala apa - apa lagi sih, internet lancar, PC udah ada, waktu banyak trus kenapa dong..malas hehe.

Tapi ngga kok, ini kok kerjaan menggila ya. Setelah 1 bulan merasa over paid mendadak 2 bulan terakhir merasa under paid. Menyenangkan sih, banyak belajar hal baru, diberi tanggung jawab besar, banyak kejadian seru, tapi ya itu banyak sekali :D

Sudah 2 minggu terakhir ini setiap weekend juga kerja, monitoring logging sih seperti biasa, plus 1 minggu terakhir acting jadi Geologist karena teman saya yang Geologist mudik ke India. Sebetulnya ga papa, tapi ya kok pas mau section TD haha.

Alhamdulillah setelah 2 minggu yang agak - agak mengerikan kemarin, selesai sudah semuanya, dan saya mencanangkan 30 hari blogging ah. Kita lihat bisa ga ya, kalau lihat teman - teman yang lain sepertinya hebat sekali bisa konsisten. Kita coba deh.

30 days blogging with Sereleaungu starting from today :)





Friday, October 11, 2013

aku kembali ..lagi

Aduh sebetulnya malu nulis postingan berjudul hampir sama :) Tapi ga papa kali ya, kasian juga blog ini kelamaan ditinggal. Baiklah, selama beberapa bulan terakhir ini saya memang sedang sibuk sekali. Sebetulnya bukan sibuk sih ya, tetapi kurang pandai mengatur waktu. 

Kebetulan kerjaan jadi tukang batu memang sedang sangat - sangat menyita waktu, drilling operation mode, standby 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 30 hari sebulan, 12 hari setahun, haha mulai lebay. Travel bag biru kesayangan selalu siap sedia dibawa pergi : 2 coverall, helm, kacamata, safety shoes, baju tidur 1, perlengkapan mandi, baju sehari - hari 1, buku bacaan, harus siap pergi kapanpun. Cuti ? boleh sih, tapi ya begitulah ;)

Offshore work selalu menarik, walau banyak juga mati gaya dan susahnya. Pulang ke rumah bisa bawa kepiting Babo yang super giant itu, udang Babo yang besar - besar dan super manis, sampai ikan asap Ambon seng tada lawan jo ! Berhubung naik pesawat perusahaan maka tak ada limit bagasi, semua boleh masuk. Tetangga satu cluster dan teman satu lantai InshaAllah kebagian semua. Tetapi kadang mati gaya juga, berhari - hari jadi paling cantik, sinyal HP susah, tidur ga tenang, begadang nyaris 2 hari, dimarahin, lengkap sudah semuanya. C'est la vie.

Alhamdulillah side job juga banyak orderan. Yippieee. Repeat order terus dari client tercinta. Tetapi akhirnya ada yang harus dikorbankan, sementara di tahun ini kami tidak membuka trip untuk keluarga, mohon maaf ya. Bukan ngga mau, tetapi beneran ngga punya waktu. Trip client tercinta ini ngga gampang, bisa puyeng 2 bulan sendiri untuk menyiapkan satu trip. Sudah banyak yang jadi korban, termasuk hilangnya jatah cuti 10 hari yang harusnya untuk berlibur bersama Popo dan Cici. Tetapi katanya rejeki ngga boleh ditolak ya, jadi ya alhamdulillah saja. Selalu senang, my job is better than your holiday. Siap - siap lagi ni buat next project.

Relocation, belum bisa bercerita banyak. Coming soon lah pokoknya, InshaAllah diniatkan untuk beribadah, bertadabur, melihat tanah Allah yang lainnya :)

Oiya, saya punya blog baru lho, namanya tiga di bumi : http://tigadibumi.wordpress.com. Awalnya karena saat di offshore saya terkadang punya banyak waktu luang. Jadi daripada bolak balik ke galley ambil makanan akhirnya terciptalah blog baru keluarga kami. Kenapa buat lagi ya karena Sereleaungu tidak bisa diakses di jaringan internet kantor, akhirnya harus berpuas hati dengan wordpress yang sekarang ada iklannya. Niatnya blog tiga di bumi ini akan menjadi catatan rutin perjalanan keluarga kami. PR nya masih banyak banget, 5 tahun perjalanan bersama harus dituliskan, dan InshaAllah akan terus bertambah, silakan mampir ya.

Pencapaian berikutnya adalah : Diving !. Ya, akhirnya saya dan suami mendaftar untuk Open Water PADI certification di Planet Diving. Niatnya mid September kemarin kami sudah ujian ke laut, tetapi apa daya, harus pending dulu sementara. Mendadak musti ke Papua lagi, disambung training 1 minggu, lama banget pokoknya sampai lupa rasanya ngantor hehe. Mohon maaf ya Mas Yonatan, kami segera hadir minggu depan.

Cici baik hati anak bunda kesayangan semakin menggemaskan, weekend ini Cici akan pentas ballet yang ke 2 di GKJ. Senang melihat Cici makin percaya diri, tunggu liputannya segera minggu ini ya. Sampai jumpa.

Ps : sedang membaca Karl May kesekian kalinya dan tetap jatuh cinta


Monday, June 3, 2013

aku kembali

Akhirnya setelah 35 hari bisa kembali lagi ke sini :)

Standarlah alasannya, SIBUK, padahal sebenarnya bukan sibuk ya, tetapi tidak dapat membagi waktu dengan baik.

Banyak sekali hal yang terjadi memang, mudah - mudahan nanti sempat dituliskan satu persatu disini yak, udah banyak ide sih, tapi sekarang sudah mengantuk sekali , ditulis dulu ah biar ga lupa :
  • 5D4N di Pulau Putri dan Bandung with my fabulous friends from negeri jiran
  • Home visit teman - teman Cici plus kehebohan menyiapkan goodie bag untuk tamu kecil
  • my birthday and his birthday and also our car birthday
  • ladies back on track
  • etcccc banyak ternyata :D
coming soon lah hehe

Sunday, April 28, 2013

busy mode

Been busy for the last 2 weeks, hadeuh ngapain aja sih May ?
Yang pasti tidur < 8 jam, meninggalkan rumah jam 5.30 pagi dan rekor 2 hari tidak bertemu Cici dalam keaadaan hidup eh bangun maksudnya. HP harus stand by terus, ga boleh tuh ada cerita habis batre, ga asik pokoknya.

Too bad, setuju dengan Tante Kembang Bakung, looks like this is a time to move on. My life story not my job title. 

Current operation : continue nemenin satpam di kantor pagi - pagi, 2 days in row :)

Friday, March 15, 2013

tertunda

diundur..diundur ..diundur
sepertinya kuncinya adalah sabar..sabar dan sabar :)

I am in the office right now

Sunday, March 3, 2013

Mendaki Gunung = Sekolah Kehidupan

Sejak dulu saya meyakini bahwa mendaki gunung adalah gambaran sekolah kehidupan yang terbaik. Mendaki gunung bukan semata aktifitas fisik atau olahraga yang memerlukan fisik yang prima dan keterampilan, jauh di dalamnya ada banyak sekali pelajaran bagi para pelaku-nya. 

Saya suka mendaki gunung. Sejak SMA saya aktif di klub pencinta alam sekolah, berlanjut dengan klub pencinta alam di kampus tempat saya kuliah, hingga saat ini ketika saya telah bekerja, menjadi seorang istri dan seorang ibu dari anak perempuan yang cantik. Saya tetap mendaki gunung. 

Mendaki mengajarkan saya banyak hal, salah satunya adalah bagaimana meraih kesuksesan, mendaki gunung, tiba di puncak dan kembali dengan selamat. Sukses tidak terjadi begitu saja, semua ada prosesnya, sama seperti kita mendaki gunung. Dimulai dari perencanaan yang matang, melakukan riset, menentukan langkah – langkah terbaik, dan mempersiapkan diri. Di tahap ini kita tidak pernah sendirian, selalu ada sahabat yang memberikan pendapat, selalu ada pioneer yang bisa kita contoh. 

Packing, persiapkan diri dengan baik
Ketika dirasa siap kita mulai melangkah. Menundukkan kepala dan hati, memohon restu kepada yang Kuasa, berjalan langkah demi langkah mengikuti rencana yang telah disusun. Ada gunung yang dapat didaki beberapa jam saja, ada pula yang perlu waktu berhari – hari hingga berminggu – minggu, semua ada masanya. Bersiaplah menghadapi berbagai kejutan di perjalanan, mungkin cuaca yang memburuk, rekan seperjalanan yang berbeda pendapat atau rencana yang tak berjalan semestinya. Jangan panik, hadapi dengan tenang, kepala dingin dan keyakinan akan takdir yang kuasa. 

team work, saling membantu
Ketika puncak dicapai akan ada kebahagiaan yang luar biasa. Duduklah sejenak menikmati pemandangan indah di bawah sana, bersyukurlah dan janganlah terlena. Sisakan bekal untuk perjalanan berikutnya. 

magic moment at the top
Tantangan tersulit telah menanti, turun gunung dan kembali dengan selamat. Berjalanlah pelan menuju kaki gunung, kembali ke asal. Berhati – hati, ikuti jalur yang ada, jangan mudah tergoda, dan tetaplah bersama teman perjalanan kita. 

berjalan pulang, kembali dengan selamat
Sungguh seperti itulah kehidupan. Sukses itu kerja keras, sukses itu bekerja sama, dan sukses itu rendah hati. Seperti orang bijak berkata : Destination is nothing, journey is everything. Sukses itu bukan segalanya, usaha untuk meraih sukses itu yang lebih penting. 

One team, bersama meraih sukses
# Switch to success bersama Samsung..Galaxy Note II atau Galaxy SIII akan diterima dengan senang hati :D

All photos were taken by my husband - Helmy Noermawan. Credit is required if you want to use those in yours. Thank you.

Tuesday, February 12, 2013

6 years

already with this company. Alhamdulillah

Please God, show us the best way, and please make it easier and faster at the same time :)
Semoga barokah, InshaAllah

Saturday, February 2, 2013

Tentang JAKARTA

Tanggal 12 Februari tahun ini tepat 6 tahun sudah saya menjadi pendatang kembali di Jakarta. Berarti total 7 tahun sudah saya tinggal di kota ini. Tahun 2003 - 2004 saya pernah bekerja di kantor yang sama dan ngekost di belakang kantor. Tidak merasa Jakarta sebagai rumah.

Pindah sejenak ke Balikpapan untuk kemudian kembali lagi ke kantor yang sama sejak 2007 hingga sekarang. 5 tahun terakhir saya tinggal di pinggiran kota-nya. Menjadi komuter setiap hari. Ikut menikmati kemacetan dan bisingnya ibukota.

Jatuh cintakah saya pada Jakarta ? sepertinya tidak. Saya tidak membenci kota ini, tetapi saya juga tidak menyukainya. Waktu berjalan cepat, dan memang tidak terasa akhirnya hampir 6 tahun saya mencoba bersahabat untuk keduakalinya dengan J. Bukan waktu singkat kan.

Tetapi sepertinya cukup sudah, mari kita lihat kemana kaki ini akan melangkah selanjutnya :)

# ga usah bikin gosip ya, bukan berarti mau resign..hanya pengen pindah aja, kasian Jakarta dah kebanyakan penduduk

Friday, February 1, 2013

Menjadi Tua Bersama

Hampir di setiap acara pernikahan saya selalu mendengar doa yang dulunya saya anggap aneh : Semoga dipanjangkan jodohnya

Saat itu saya berfikir kenapa musti dipanjangkan jodohnya, kan sudah menikah ini, berarti sudah pasti dong jodohnya, pasangan kita. Hmm ternyata tidak juga, doa tersebut sangat sangat baik. Entah berapa banyak pernikahan yang akhirnya harus berakhir dengan perceraian, dan kemudian kita dengar ungkapan : jodohnya hanya sampai disitu.

Bagaimanapun menjadi tua bersama mungkin adalah salah satu cita - cita setiap pasangan. Kalau boleh saya tambahkan sedikit : menjadi tua bersama, tetap sehat dan bahagia. Saling menyayangi dan menghargai satu sama lain, bersama di kala susah dan senang.

Bapak Habibie dan Ibu Ainun adalah contoh nyata bagaimana indahnya menjadi tua bersama. Bila sempat membaca buku atau menonton filmnya, maka beliau berdua adalah contoh yang sempurna.
I'll get your medicine when your tummy aches
Build you a fire if the furnace breaks, oh it could be so nice, growing old with you
Mungkin pasangan Kakek Nenek ini adalah contoh lainnya. Saya bertemu mereka di Grand Canyon bulan Maret 2012 lalu. Saat itu kami sekeluarga sedang duduk - duduk sambil makan siang. Tiba - tiba pasangan ini datang dan duduk di hadapan kami. Saya ingat sebelumnya bertemu mereka ketika mengantri di kedai untuk membeli makanan.

grow old together

Sepertinya mereka baru saja berjalan dari lembah. Menyenangkan melihatnya, keduanya tampak sehat dan kuat. Saling membantu dan sepertinya bahagia. Jauh di lubuk hati paling dalam saya berdoa, semoga saya dan suami bisa seperti mereka berdua kelak. Tetap bersama dan sehat.Menjadi tua bersama.
I wanna make you smile whenever you're sad
Carry you around when your arthritis is bad, all I wanna do is grow old with you
All photos were taken by my husband - Helmy Noermawan. Credit is required if you want to use those in yours. Thank you.

Saturday, December 29, 2012

Mengapa Mendaki Gunung

Ga biasanya saya nyinyir seperti sekarang, atau malah sering ya :) Yang jelas status Facebook seorang teman saya (yang ternyata saya tidak kenal dan tidak pernah berinteraksi langsung) membuat saya berpikir. Sebenarnya pertanyaan itu bukan buat saya, ga tau buat siapa, tapi yang jelas membuat pertanyaan tambahan muncul untuk diri saya sendiri dan suami.

Sederhana saja pertanyaan turunannya :  Kenapa kami mengajak anak kami - Cici mendaki gunung ?
Pertanyaan lanjutan bermunculan :
  1. Apakah Cici mengerti ?
  2. Apakah saya dan suami sebagai orang tua tidak kasihan ?
Mari kita jawab satu - persatu. Bukan menjawab status tersebut, tetapi sekedar proses berpikir dari saya dan suami sebagai orang tua yang telah beberapa kali mengajak anak kami mendaki gunung. Apa sebenarnya tujuan kami ?

Cici adalah putri kami yang lahir pada tanggal 2 Juli 2009. Kami berdua kebetulan memiliki banyak kesamaan hobby dan salah satunya adalah mendaki gunung. Sejak Cici masih dalam kandungan kami berdua memiliki cita - cita ingin mengenalkan hobby kami kepada Cici. Kami yakin banyak pengalaman berharga yang bisa Cici dapatkan dengan mendaki gunung, seperti apa yang kami alami selama ini. Pengalaman yang tidak akan bisa didapat di bangku sekolah.

Pengalaman pertama Cici dengan kegiatan di luar ruang adalah berkemah di Situ Gunung, Sukabumi ketika Cici berusia 5 bulan. Hanya kami bertiga, menginap 1 malam di tenda, di tepi danau. Cici belum bisa berbicara, masih minum ASI saja, belum bisa merangkak apalagi berjalan. Tetapi kami tahu Cici bahagia. Tidurnya di dalam tenda sangat nyenyak. Ketika kami berdua mendirikan tenda ia duduk manis sambil tertawa di kursinya. Pagi harinya Cici berkenalan dengan orang - orang baru, Ibu pemilik warung di tepi Situ Gunung, hingga bapak - bapak yang hendak memancing. Cici yang extrovert.

Situ Gunung - December 2009
Pengalaman kedua Cici adalah berkemah di Badak Air, Ciawi. Dalam 2 minggu berturut - turut kami berkemah disana, pertama dengan tetangga rumah dan yang kedua dengan teman - teman kantor saya. Saat itu Cici berusia 9 bulan, sudah bisa bermain, merangkak dan aktif sekali. Cici tampak senang, ternyata Cici mudah akrab dengan orang lain. Para Om, Tante dan Kakak - kakak senang bermain dengan Cici. Saat itu pertama kalinya Cici mandi di sungai bersama kakak - kakak.

Badak Air - April 2010
Di ulang tahun pertama Cici kami melakukan perjalanan panjang dengan mobil : Bandung - Pantai Cikembang, Pelabuhan Ratu - Sawarna - Kasepuhan Ciptagelar - Halimun. 1 minggu perjalanan, tidur di tenda atau menumpang menginap di rumah penduduk. Mandi di laut, di sumur dan berjalan di hutan. O iya, ini perjalanan panjang Cici yang kedua, saat Cici 6 bulan kami pernah bepergian ke luar negri dengan perjalanan 2 hari di atas pesawat. Alhamdulillah Cici baik - baik saja, dan selalu ada kemudahan bersama kami.

Kasepuhan Ciptagelar - Pantai Cikembang, Juli 2010
Ketika Cici berusia 1 tahun 10 bulan kami berkunjung ke Baduy. Saya, suami, Cici, Cep Dahlan-teman kami dan Pak Mamad-seorang guide lokal. Dua hari kami di Baduy, berkunjung ke Baduy Dalam dan menginap di Kampung Gajeboh. Cici kami gendong bergantian dengan menggunakan baby carrier merk Kelty yang kami beli ketika Cici masih berusia 10 bulan di dalam kandungan. Lagi - lagi kami kagum dengan kemampuan Cici beradaptasi, mudah mendapat teman dan ramah kepada siapa saja. Pagi itu ketika bangun tidur saya kebingungan mencari Cici, ternyata Cici sudah duduk manis di depan hawu di rumah Ibu Kisanah. Saat itu Cici sudah bisa berkomunikasi walaupun belum bisa berbicara.

Baduy - Mei 2011
Pengalaman mendaki gunung yang sebenarnya adalah ketika Cici berusia 1 tahun 11 bulan, Juni 2011. Saat itu saya dan teman - teman serta adik di KMPA Ganesha ingin mendaki Gunung Gede dalam rangka reuni. Khusus wanita. Rencana awal Cici tidak ikut, tetapi mendadak suami saya harus bekerja ke luar kota sehingga saya harus membawa Cici, tidak ada pilihan lain. 4 ibu muda, 5 anak gadis, 2 porter dan tentu saja my toddler Cici. Saya dan Deni-porter kami bergantian menggendong Cici dengan Kelty. Malam itu saya, Cici dan H tidur dalam 1 tenda di Suryakencana yang sangat dingin. Cici menggunakan jaket berlapis, kupluk, sleeping bag. Kami memastikan Cici hangat dan bisa tidur nyaman. Alhamdulillah perjalanan ini lancar. Cici berkenalan dengan banyak tante baru, sampai - sampai punya Papa baru cabang Gunung Gede. Deni sang porter dipanggil Cici dengan sebutan Papa :). Saat itu Cici masih belum banyak bicara, tapi sudah pandai berkomunikasi dan selalu aktif ceria. Ada kejadian menarik ketika kami sudah turun gunung dan beristirahat di Posko Montana. Sudah jam 9 malam dan kami ingin bergegas kembali ke penginapan kami di dekat Pasar Cipanas. Saat itu Cici sedang asik bermain dan ternyata menolak pulang sampai menangis terus - menerus. Tidak ada seorangpun yang bisa membujuk. Hingga kakak-nya Deni mengajak Cici untuk tidur di kamar, ajaibnya Cici mau dan langsung diam. Akhirnya setelah Cici tertidur kami bisa menggendongnya pulang ke Cipanas.

Gunung Gede, Juni 2011
1 bulan kemudian Cici tepat berusia 2 tahun, Juli 2011. Kami mendaki Gunung Rinjani sebagai perjalanan ulang tahun untuk Cici. Saya, suami, Cici dan 8 teman lainnya dari Jakarta - 6 diantara mereka pertama kali mendaki gunung. Kami ditemani Locker dan 2 teman lainnya dari Selong, plus 5 porter lokal. Saat itu Cici digendong oleh saya, dengan baby carrier baru merek Boba. Beratnya saat itu 13kg. Kami naik dari Sembalun, dan mencoba naik ke puncak di hari ke-3. Sayangnya saat itu kami kesiangan, jam 8.30 pagi dan kami  baru tiba di ketinggian 3500 an mdpl. Suami saya memutuskan untuk turun ke Plawangan bersama Cici. Akhirnya saat itu hanya saya, Cep Dahlan, Nancy dan Wahyu yang tiba di puncak, ditemani oleh Locker yang setia memberi semangat. Saat itu Cici juga belum banyak bicara, tapi kami tahu Cici senang disana. Seperti biasa Cici aktif bermain dengan om dan tante baru. Kedinginan ? ada solusinya tentu. Pakaian hangat berlapis, sarung tangan, kupluk dan menjaganya tidak kebasahan. Malam - malam kami sekeluarga tidur nyenyak di dalam tenda yang hangat.

Gunung Rinjani, Juli 2011
8 bulan kemudian kami berkesempatan melakukan road trip di US. 10 hari perjalanan mengunjungi beberapa National Park : Grand Canyon di Arizona, Arches di Utah dan Rocky Mountain di Colorado. Perjalanan yang melelahkan bagi kami, setiap malam berpindah tempat tidur atau bahkan tidur di mobil atau di rest area. Hotel yang kami pilih tentu bukan hotel mewah, cukuplah budget hotel dengan fasilitas seadanya.  Bulan Maret 2012 itu masih dingin, peralihan dari winter ke spring. Cici sudah banyak berbicara, berjalan sendiri dan sudah bisa ngobrol dengan kami. Beberapa tempat masih bersalju dan Cici senang sekali bermain di salju. Cici tumbuh menjadi anak yang penuh rasa ingin tahu dan tidak pernah lelah. Sepanjang hari Cici aktif mengikuti kami dan tertidur pulas di malam hari. Mulai banyak bertanya dan selalu ingin mencoba.

Archers National Park - Utah, March 2012
Juli 2012, gunung yang ketiga untuk Cici. Atap Sumatera kali ini, Gunung Kerinci. Saya, suami, Cici dan 7 teman dari Jakarta. 6 diantaranya adalah teman yang ikut di pendakian Rinjani 2011. Kali ini kami naik gunung bersama Johan, Heru, Sutriandi Katoh alias Om Atlet, Levi dan beberapa teman lagi dari Basecamp Kerinci di Kayu Aro. Saya menggendong Cici dengan baby carrier Boba yang sama,berat Cici kurang lebih 14.5 kg. Kali ini Cici sudah aktif berbicara dan mulai mencoba berjalan. Atas kemauannya sendiri Cici berjalan kaki dari Pos 3 ke Shelter 1. Anak Bunda memang sudah besar. Dalam perjalanan dari Shelter 1 ke Shelter 3 kami mengalami cuaca buruk, hujan tidak berhenti, dan badai di Shelter 2. Saat itu saya, suami dan Cici berada di paling belakang. Teman - teman lainnya sudah jauh di depan. Cici memakai raincoat-nya dan kami lapis dengan raincoat saya. Sepanjang perjalanan dari Shelter 1 Cici tertidur, sedangkan saya dan suami bersusah payah berjalan menuju Shelter 3 yang jalurnya "asik". Jam 8 malam kami baru tiba di Shelter 3. Cici segera masuk tenda dan digantikan bajunya oleh Nancy. Saya masih basah kuyub, berganti baju di tenda sebelah. Malam itu kami sekeluarga bisa beristirahat walaupun tenda kami berantakan, hujan tidak berhenti dan kelaparan. Cici tertidur nyenyak tanpa selimut dan sleeping bag, padahal saya dan suami sudah menggigil kedinginan. Kali ini Cici mencapai puncak 3805. Kendala utama kali ini adalah belerang dari kawah. Menyesakkan dan membuat mata pedih. Alhamdulillah dengan bantuan dan semangat dari teman - teman kali ini hanya 2 orang yang tertinggal di bawah. Lainnya tiba di puncak bersama Cici. Apakah Cici sudah mengerti ? sepertinya iya. Ketika pulang Cici bisa bercerita bahwa Cici habis naik gunung Kerinci, Cici senang. Sejak saat itu bila melihat foto atau gambar gunung maka Cici akan bercerita : Cici juga pernah naik gunung, Gunung Kerinci.

Gunung Kerinci, Juli 2012
Selain perjalanan di atas masih banyak perjalanan Cici yang lainnya. Kami pernah berlayar dengan kapal kayu yang tukang mogok selama 9 jam dari Carita ke Pulau Peucang, Ujung Kulon. Perjalanan mengerikan bagi kami orang dewasa, tetapi ternyata sangat menyenangkan untuk anak - anak. Mereka berteriak kesenangan ketika ombak besar sekali, serasa naik kora - kora. Sedangkan orang dewasa di sekitarnya pucat pasi.

November kemarin ada lagi cerita lainnya. Saya, Cici dan Ria-teman saya seharusnya naik pesawat dari Jakarta ke Lombok. Sayangnya malam itu kami ketinggalan pesawat dan akhirnya kami road trip dari Surabaya ke Mataram, mulai dari naik travel, feri, nebeng truk sampai berjam - jam menunggu di pelabuhan. Hanya kami bertiga bersama 2 carrier besar, 2 travel bag besar, 2 daypack dan 2 travel bag kecil. Cici alhamdulillah sangat tidak menyusahkan. Jam 11.40 malam kami tiba di Surabaya, sebelumnya Cici tertidur pulas di pesawat, dan saya sempat kebingungan bagaimana nanti caranya turun dari pesawat sambil menggendong Cici dan membawa beberapa tas. Alhamdulillah sesaat sesudah landing Cici terbangun dan mau berjalan sendiri. 

Jadi..apakah pertanyaan kami bisa terjawab ? 

Apakah Cici mengerti ? saya kira jawabannya adalah iya. Mengerti sesuai dengan kapasitas dan pemahamannya. Cici mengerti bagaimana harus bersikap, bagaimana harus bertahan, bagaimana harus menikmati perjalanan. Menurut saya itulah yang paling penting. Mengertikah Cici mengenai mendaki gunung , mengenai hakekatnya ? Entahlah, bagi sayapun itu tidak penting. Setiap orang akan mengalami proses yang berbeda untuk mendapatkan jawabannya masing - masing. Itulah yang saya harapkan dari Cici, mengerti dengan sendirinya, pada waktunya. Semua adalah proses, perlu waktu, tidak instant.

Ketika SMA saya mulai mendaki gunung dan membaca buku-nya Norman Edwin, George F Mallory dan lainnya. Tidak ada jawaban yang memuaskan saya. George F. Mallory menjawab "Because it's there" , ya karena gunung itu ada disana. Cukup memuaskan sebentar tapi tetap ada yang mengganjal. Memasuki bangku kuliah saya semakin aktif berkegiatan, berkunjung ke banyak tempat baru, mendapat teman - teman baru, mendapat banyak pengalaman berharga. Mengapa mendaki gunung menjadi semakin tidak penting. Yang saya tahu saya bahagia ketika bersama teman - teman berjalan bersama, mendirikan tenda, memasak, berbincang - bincang di malam hari, tersasar, tiba di puncak, berkenalan dengan penduduk setempat, melihat foto - foto perjalanan. Saya bahagia. Lelah, kehujanan, badai, kebanjiran, kelaparan, sakit, kehabisan uang dan lainnya hanyalah bumbu, saya tidak menderita. Kuliah saya yang 4.5 tahun itu bukan hanya di bangku kuliah saja, sesungguhnya saya mendapat sekolah kehidupan disana. Sekolah yang tidak pernah berakhir selama kita masih bernafas.

Saya semakin bahagia ketika pertama kali mendengar Paimo berkata : tujuan kita naik gunung adalah kembali dengan selamat. Ya, saya setuju sekali, apapun yang kita lakukan tujuannya hanyalah kembali dengan selamat. Mati konyol tidak ada dalam kamus saya, karena itu safety is always no 1, miliki ilmunya, dan persiapkan segala sesuatunya dengan baik. Puncak bukanlah tujuan, destination is nothing, journey is everything. Setiap orang mungkin akan punya alasan yang berbeda, sah - sah saja tentunya.

Apakah saya dan suami tidak kasihan ? Hmmm, kasihan kenapa ya ? Iseng saya mencari arti kata kasihan dalam Bahasa Indonesia. Menurut Kamus Bahasa Indonesia online, kata kasihan berasal dari kata "kasih" yang artinya perasaan sayang. Ketika diberi imbuhan "an" maka kata "kasihan" memiliki arti rasa iba hati, rasa belas kasih. Referensinya ada disini

Sebagai orang tua kandung Cici, apalagi saya sebagai ibu yang mengandung, melahirkan, dan menyusui Cici maka InshaAllah kami "kasih" kepada Cici. Kami menyayanginya. Tak pernah terpikirkan membuat Cici menderita, menangis tidak pada tempatnya atau membuat Cici sakit dan susah. Kami menyayangi Cici dengan cara kami, kami "kasih" terhadap Cici.  

Sebelum bepergian biasanya kami melakukan riset terlebih dahulu, bertanya, membaca dan mempersiapkan segala sesuatunya. Perjalanan yang kami lakukan bukan perjalanan serba mewah dengan fasilitas serba wah, tapi kami akan pastikan anak kami - Cici merasa nyaman, aman dan tidak kekurangan sesuatu.

Ketika mendaki gunung kami pastikan Cici memakai pakaian yang sesuai, jaket yang hangat, raincoat yang baik, tersedia dengan cukup makanan yang disukainya, dan minuman favoritnya. Kami menjaganya, teman - teman kami juga menyayangi Cici, dan Cici akan selalu jadi prioritas utama kami. Jadi ya kami kasihan terhadap Cici, tapi bukan kasihan yang berarti iba hati, tetapi lebih kepada kasihan yang berarti rasa belas kasih.

Sejauh ini Cici baik - baik saja dan saya berdoa semoga begitu seterusnya. Sungguh tidak ada niat untuk membanggakan diri atau lainnya dengan membawa Cici naik gunung. Kami hanya ingin mengenalkan kegiatan yang kami sukai kepada anak kami, itu saja. Bila dewasa kelak tentu Cici akan bisa memilih dan memilah, apakah perjalanan masa kecilnya berguna atau tidak.

Sejujurnya saya tidak suka publikasi, belakangan saya berhenti memposting foto - foto kegiatan Cici juga kegiatan keluarga kami kecuali ada keperluan khusus. Saya menolak tawaran wartawan untuk memuat cerita Cici mendaki Kerinci di media cetak. Entah mengapa jauh di lubuk hati saya merasa ada peluang untuk "riya" disana, menyombongkan diri dan lainnya. Sungguh kami tidak ingin terbawa kesana. Biarlah Cici memiliki masa kecilnya yang biasa saja, dengan sedikit bonus pengalaman yang kami berikan.

Jadi ?
Saya dan suami akan terus mengajak Cici dan anak kami kelak kemana saja. Kami percaya pengalaman adalah guru yang terbaik. Menderita itu relatif, kebahagiaan itu mutlak. 

Dear teman penulis status di atas, terimakasih telah membuat kami berrefleksi hari ini :) Semoga kami bisa terus membimbing putri kami Cici, menjadi anak yang ceria, berkarakter baik, berhati mulia, sehat jasmani dan rohaninya. Amin.

Bunda dan Popo menyayangimu Nak, tumbuhlah menjadi penyejuk bagi sekitarmu
All photos were taken by my husband - Helmy Noermawan. Credit is required if you want to use those in yours. Thank you.