Pages

Showing posts with label life in Balikpapan. Show all posts
Showing posts with label life in Balikpapan. Show all posts

Tuesday, January 23, 2007

Syukuran Wisuda :)

Dear All,

Saya mewakili Neng May, Bang Chris, dan Mas Edy...dengan senang hati mengundang Bapak / Ibu / Adik / Sodara sekalian untuk hadir pada acara pelepasan/wisuda teman-teman kita dari Akademia Tunu yang telah lulus dengan catatan hehe... dan akan melanjutkan "master" di tempat lain.

Acara akan diadakan pada :

HARI : Rabu, 24 Januari 2006
PUKUL : 19 : 00 WITA - Selesai
VENUE : KEPITING KENARI

Kehadiran sodara-sodara sekalian sangat diharapkan oleh teman-teman kami demi mempererat tali silaturahmi di kalangan para profesional dan eksekutif muda di balikpapan dan sekitarnya...
Terima kasih banyak atas perhatiannya.. untuk nama2 yang terlewat, mohon di-fwd yak...

Boleh bawa spouse tapi anak dibatasi 2, laki perempuan sama saja..yang penting sehat hehe...

Dan hari ini ini adalah hari terakhir saya bekerja di kantor ini, bukan saya aja deng, ada juga Christian dan Mas Edy. Sore hari kami bertiga perpisahan kecil - kecilan di kantor, malam harinya pesta - pesta di Kepiting Kenari. Dah mirip kondangan, yang datang banyak sekali, sepertinya 60 orang lebih, maklum kami bertiga temannya macam - macam. Senang sekaligus sedih, pas bayar mahal sekali :D

Thank you guys, thank you Balikpapan, see you when I see you

bersama si Kakek, Alain Michot, Merci beacoup


udah kaya kondangan aja. Tampak di foto : Al, Mia, GunSut, Hosna

Yang berdiri yang mau resign : Chris dan May
Yang duduk : Feri, Anton, Bang Uut

Sisi lain yang datang kondangan : Mas Toon, Maman, Mba Anne, dkk
teman - teman di kantor


Friday, January 12, 2007

Five Angels from Borneo

Latar belakang kami sama: pegawai swasta di sebuah perusahaan eksplorasi dan produksi minyak bumi dan gas alam. Mungkin yang membedakan kami dengan perempuan-perempuan yang lain adalah lingkungan kerja yang didominasi kaum pria, dan pekerjaan kami itu sendiri yang agak ‘macho’ untuk ukuran perempuan, yang antara lain:
  1. Memanjat tangki setinggi 17 meter
  2. Menginap di Delta Mahakam atau rig lepas pantai dengan tidak menanggalkan helm yang selalu membuat kami tampak bodoh, atau sepatu safety yang membuat berat badan kami tiba-tiba melonjak 5 kilo!
Balikpapan memang bukanlah kota kecil, tapi tetap saja, jauh dari peradaban yang berpusat di Jawa. Awalnya kami sama-sama menemui kesulitan untuk beradaptasi, apalagi kami semua memang tumbuh dan besar di Jawa dengan segala fasilitasnya. Buat belanja saja cuma ada Hero, di Mall Fantasi dan Balikpapan Center, makanya kami beli Dove-nya disana, meskipun… yaa… sedikit lebih mahal… (dasar cewek :D).

Wahh… kalau begini terus, bisa mati bosan!! Untungnya kami sama-sama kompak: jalan-jalan ke Samarinda (setidaknya mereka punya bioskop dan McD, dua hal yang tidak ada di Balikpapan), nongkrong di kafe di tepi pantai, bercerita dan berbagi rahasia sampai jam 3 pagi, dan tentunya, favorit kami: berbagi gossip tentang pria-pria di sekeliling kami, dan pasangan atau incaran kami masing-masing.



Feri Susanti (Feri) - Process Engineer - 24th
Muka Batak meskipun Jawa asli, suka nulis, movie mania, demen jalan-jalan dan wisata kuliner (yeah, kliatan khan??).

Gita Evelina (Gita) - Laboratory Engineer - 27 th
Maen tennis, demen pake hak tinggi karena takut terlihat pendek, Trus takut gelap, kecoak, dan hantu (apalagi Kuntilanak..!!!).

May Sari Hendrawati (May) - Geologist - 25 th
Suka hiking, suka masak (spesialisasi: on a high altitude), dan tukang potret.

Putie Andriani (Putie) - Process Engineer - 24 th
Satu-satunya dari kami yang sudah menikah, paling anti poligami, tempat bertanya segala hal tentang nutrisi dan diet, dan sekarang tentang kehamilan juga.

Putri Dwithasari (Putri) - Maintenance Engineer - 24 th
Doyan main squash, tomboy, tapi suka banget mengoleksi sepatu dan belanja sepatu tanpa mikir-mikir lagi.

Written by Feri Susanti

Tuesday, November 7, 2006

Warung Bandung Ngumbara - Episode Nasi Kuning

Semuanya bermula dari celoteh iseng ketika makan siang hari Sabtu di pinggir pantai Melawai. Saat itu kami sedang makan siang bersama, nasi kuning buatan sendiri  : " Nasi kuningnya enak banget, gimana kalau kita jualan aja ? ". Dan tak dikira dan diduga, semua menjawab : ayuk. Apalagi setelah Akang James sang pemilik strada merah menyanggupi mobilnya digunakan untuk berjualan.

Akhirnya, minggu pagi, 5 November 2006, jualan pertama kami berhasil di-launch, jualan nasi kuning dengan pelengkapnya seperti dadar telur rawis, sambal tomat, tempe kering, serundeng, timun, serawung, ayam goreng, telur bumbu merah dan taburan bawang goreng.

Akang James dan Jeng Feri siap-siap buka lapak
Belanja di Pasar Butun jam 6 sore hari sabtu, masak dari jam 9 malam - jam 1 malam, malam minggu. Dan stand by on location di hari minggu pagi yang ceria di lapangan Merdeka Balikpapan. Alhamdulillah laris manis dan untungnya alhamdulillah. Kalau istilah James : Raos ku rasana, bungah ku ayana.

Daftar Menu Warung Ngumbara
Jadi jangan lupa untuk hadir kembali di warung ngumbara episode berikutnya :-)

Pelanggan setia :)

Wednesday, August 16, 2006

Reunion et Voyage


Detik - detik menjelang hari proklamasi berarti detik-detik menjelang liburan panjang..hip hip huray :)

Sejak hari Sabtu kemarin kota Balikpapan bertambah menyenangkan. Nanti malam akan ada reunian sahabat - sahabat baturan leleuweungan, besok ada lagi yang datang 2 orang.

Sungguh menyenangkan, berkumpul kembali bersama orang tercinta, sahabat-sahabat baik. Dan kami akan melakukan perjalanan kembali bersama.

Selamat hari Kemerdekaan RI yang ke 61, semoga terus lebih baik.

Friday, August 11, 2006

Meuni Sono Geura


Tepat jam 12 malam sekarang, saya masih di rig, lagi nunggu run in hole tool SLB untuk logging first run, masih di depth 2000 m. Baru aja selesai makan malam (lagi) he he bukan deng cocoknya supper kali ya, bareng Hirofumi dan Mas Toon. He he kayanya turun rig bakalan sehat banget nih, walau tadi pagi nimbang badan dan berat badan saya turun 2kg. Nampak tak mungkin, kayanya timbangannya salah :)

Belum tahu kapan bisa pulang ke Balikpapan, kalau loggingnya lancar paling cepat mungkin sabtu sore. Betul kata Vaye : hmmm nongkrongin well asik, seru, melelahkan he he, tapi kangennya sama org rumah kagak nahan...

Walau bisa diperkirakan, tetep aja faktor salah perhitungannya banyak. Seperti saat ini, ketika drillingnya tiba - tiba nambah terus, ketika tiba - tiba dapat gas gede di bawah, ketika tiba - tiba harus increase mud weight, ketika tiba - tiba loggingnya jadi susah..yah will see.

Padahal maunya sabtu pagi besok datang ke Sepinggan, menjemput Bapak kasep tur bageur tea, dilanjutkan dengan sesi keliling Balikpapan, makan kepiting, nongkrong ala AGABA, dll dll dll..Yah ga jadi deh..

Meuni sono geura...tunggu May ya Pak..May pasti pulang, InsyaAllah

Wednesday, August 9, 2006

On The Rig Site


Saat ini saya lagi ada di rig lho, di pesisir pantai Delta Mahakam. Nama rig-nya RAISSA, salah satu rig yang dimiliki oleh APEXINDO - grupnya Arifin Panigoro.

Rig Raissa sedang mengebor satu exploration well di lapangan gas tempat saya bekerja. Sebetulnya saya bukan seorang wellsite geologist yang bekerja di rig, tapi karena sumur ini termasuk kategori yang langka, maka Kakek saya itu menyuruh saya naik rig ini, untuk witness TD dan loggingnya. So, that's why I'm here now.


Di sini ada 3 orang geologist lainnya yang menemani saya he he he. Banyak sekali, karena biasanya cuma ada 2 geologist on board untuk setiap drilling operation. Ada Mas Lilik - team leadernya, ada Mas Toon kakak kelas saya di kampus dulu, dan ada juga Hirofumi - geologist dari INPEX Japan (INPEX adalah pemegang 50 % saham di perusahaan ini, hati - hati he he he).

Kehidupan di rig tentu bukan kehidupan normal yang biasa, hampir 120 orang berada di sini, dalam sebuah anjungan yang terapung, dengan ruang gerak yang terbatas, walau bukan berarti fasilitas seadanya.

Semua kebutuhan dasar manusia terpenuhi. Kebutuhan makan dipenuhi oleh keberadaan galley yang selalu siap 24 jam sehari dengan kualitas makanan yang ga jauh beda dengan di darat (di sini saya malah perbaikan gizi he he he). Tempat tidur dan beristirahat adalah kamar - kamar kecil seperti di kapal, cukup nyaman untuk beristirahat. Klinik dan dokter tersedia, gym dengan fasilitas fitness yang cukup (mengingat ini ada di tengah laut), recreation room dengan televisi satelit, electone, meja bilyard, semuanya ada disini juga fasilitas untuk beribadah. Intinya cukup dan memadai, bahkan line telpon di sini bisa nelpon kemana aja, walau ngantri he he.

Jam kerja adalah 24 jam, setiap orang bekerja dalam shift yang biasanya 12 jam sehari. Orang yang bekerja siang hari akan tidur di malam hari, begitu juga sebaliknya. Drilling operation tidak pernah berhenti, semua orang harus bekerja terus menerus sesuai dengan job desk-nya masing - masing.

Geologist, company man, driller, LWD engineer, MWD engineer, room boy, koki, mud engineer, safety officer, rig crew dan masih banyak lagi...dan tentunya mainly adalah pria. Kehidupan pria di tengah laut, walau tidak selamanya, buktinya sekarang saya ada di sini :)

Masih banyak ceritanya, tapi kompienya mau dipake kerja lagi, lain kali kita sambung...Hmm tahun depan saya akan jadi wellsite juga, mungkin akan lebih banyak lagi ceritanya tahun depan.

Barusan aja, seorang mud engineer pulang ke Balikpapan naik sea truck. Dia sudah 2 minggu di rig, hari ini jadwal dia pulang. Nanti malam dia ke Singapore, trus lanjut lagi ke Amsterdam dan akhirnya ke London, perjalanan panjang untuk pulang ke rumah, bertemu lagi dengan istri dan anak yang sudah 2 minggu tidak berjumpa. Sudah sangat rindu tentunya.

ps : 3 hari lagi Pak..miss u tu

Friday, June 30, 2006

Masuk Tivi Euy


Tadi pagi di kantor saya ada sedikit keramaian, ada syuting film. Syuting ? Film ? Iya, betul kok, ada syuting film, dan saya jadi salah satu aktrisnya he he norak.

Jadi ceritanya begini. Salah satu tv Perancis yaitu France 3 punya program acara yang namanya Thalassa, ditayangkan setiap Minggu malam jam 8, di Perancis sana (mungkin pake Indovision di Indonesia juga bisa nonton kali ya, berarti jadi Senin dinihari jam 2). Barusan saya coba cek websitenya France 3, dan ternyata program acara ini menarik juga lho.

Cerita selengkapnya tentang Thalassa bisa di cek di sini. Sesuai dengan judulnya : Thalassa - Le Magazine de la mer, program ini menayangkan liputan tentang kehidupan di laut atau di sekitarnya. Mereka pernah melakukan liputan di Biarritz (kota pantai di perbatasan Spanyol dan Perancis), Madagaskar, Sydney dan masih banyak lagi.

Saat ini mereka rupanya ingin membuat film tentang kota Balikpapan sebagai kota minyak. Termasuk orang - orang yang tinggal dan bekerja di kota ini, community development, Delta Mahakam, dan tentunya pantai Balikpapan yang indah ini.

Jadi, tadi pagi saya syuting untuk bagian orang - orang yang tinggal dan bekerja di kota ini. Kenapa yang dipilih adalah TOTAL, ya soalnya ini perusahaan punya bangsa mereka. Trus kenapa yang dipilih kantor May ? he he inilah yang aneh. Mas Bayu, bos saya, juga ga tau kenapa departemen kita yang dipilih, katanya itu sudah ditunjuk dari Management. DKS/TUN dan mainly di G&G nya.

Akhirnya tadi pagi, working room Tunu disulap jadi ruang syuting. Pemerannya ada 3, May, Mas Bayu dan Al. Tiga geologist Tunu. Ceritanya kita diliput ketika kita lagi morning meeting. Seperti biasa kita nerima data dari rig site, korelasi marker dll untuk setiap well yang sedang drilling. Terus kita meeting dan diskusi. Plan hari ini, constraint dan sebagainya. Sebetulnya ini adalah daily work kita, jadi ya beneran kaya kerja terus ada yang syuting ajah.

Sesi kedua adalah sesi interview. Pertama yang diinterview adalah Mas Bayu, topiknya tentang Total, pekerjaan sebagai geologist, oil and gas. Dan ternyata yang diinterview kedua adalah May. Saya lebih banyak ditanya mengenai personal opinion saya mengenai Balikpapan, kenapa saya memilih menjadi Geologist, kenapa saya mau tinggal di Balikpapan, maukah saya ditugaskan ke Nigeria (yang langsung saya jawab iya, no problem ..siapa tau Pak Jahan nanti lihat, besok langsung IA he he). Kesimpulannya menarik.

Maksud saya menarik adalah pekerjaan membuat film itu menarik. Saya nampaknya harus mulai serius dengan project pertama Never Ending Yogya. Semangat !

ps : jangan lupa tonton saya di France 3, Agustus nanti hehe.

Khusus Buat Neng Mia


Postingan ini didedikasikan khusus buat Neng Mia yang sedang berlibur di kota kelahiran he he he....

Friendship Football Match with PERSIBA All Star
Come and joint friendship football match between TOTAL & PERSIBA All Star on Saturday, 01 July 2006, at 16.00 at Community Center. Don't Miss It.

Football - Nonton Bareng World Cup 2006
ORSOSBUD Football will conduct "Nonton Bareng World Cup 2006"
Saturday : 1 July 2006, INGGRIS Vs Portugal, Time : 10.00 PM
Sunday : 2 July 2006, The winner (Brazil vs Ghana) VS (Spanyol vs Perancis), Time : 02.00 AM

Maksud dan tujuan dari postingan ini silahkan diinterpretasikan sendiri ya Neng Mia. Yang jelas tadi Pak Riski lagi sibuk cari MC buat nonton bareng, saya langsung propose Neng Mia, tapi aduh sayang jagoan sepakbola kita lagi studi banding ke kampungnya Persib.

A bientot a Balikpapan :)

ps : kade hilap titipan batagor sareng kiripik sareng dodol sareng brownies na he he

Thursday, June 29, 2006

Genk, Nonton Bareng Yuk


Pagi - pagi baca email : 
jerman vs argentina, gimana klo besok malem kita nonton bareng,
ky wiken kmrn tuuhh.. sambil ngemil gorengan + makan ketan ;p
may siap masak ko (hehehe... lagi...)
kopi, teh, gula, (dan air panas tentu ;p) insya Allah ada gimana?

Sebetulnya saya bukan penggemar bola, walaupun saya adalah pemain bola spesial futsal 17-an. Tahun kemarin, DKS-departemen saya bekerja, jadi juara 2 futsal se Total lho . Tapi sungguh saya ga ngerti main bola. Gara - gara Neng Mia saya sempat nonton juga di stadion, PERSIBA vs PERSIK, padahal cuman ngerti gol saja. Peraturannya mah ga ngerti, apalagi nama-nama pemainnya.

Pesta 4 taunan piala dunia membuat saya agak membuka mata. Soalnya dimana-mana semua orang ngomongin bola. Waktu coffee break, di mobil waktu berangkat ke kantor, di ruangan OPG, waktu ngobrol ma Mia, ma Feri, sampai milis kantor pun membahas bola.

Tapi sayang saya tidak pernah punya keinginan bangun malam khusus untuk nonton bola. Walaupun sebenernya buat saya begadang bukan masalah. Hingga minggu kemarin saya terjebak, di sebuah rumah di MAWIJA, saya jadi nonton bola, bareng siswa Bib dan penghuni Mawija dan BB lainnya.

Dua kali nonton bola, dan dua - duanya ketiduran di depan TV. Bangun - bangun pasti pertandingan udah selesai dan diajak pulang he he. Kita coba di acara nonton yang ketiga besok malam :) Kebangetan kalau masih ketiduran juga nih.

Monday, June 26, 2006

Kebanjiran


Dulu sekali orang - orang jaman dulu pernah bilang, katanya kalau hujan itu biasanya di bulan yang ber - ber an saja, semisal : September - Desember. Tapi tampaknya itu tidak berlaku lagi. Sekarang bulan Juni, akhirannya ni bukan ber. Tapi di kota saya, di Balikpapan hujan deras hampir setiap hari, siang ataupun malam, kadang diikuti angin kencang.

Seperti juga tadi malam, hujan deras sekali, plus angin juga, sepanjang malam hingga pagi. Ketika terbangun tadi pagi, ternyata bocor sudah dimana-mana, bocornya nambah. Saya dan Yanti segera mencari baskom dan ember, ngepel, ngegeser lemari, dll tindak preventif dan rehabilitatif menyambut genteng bocor. Beres..Yanti mandi dan sambil menunggu giliran saya mengirim sms ke Mas Faisal, mamang tukang yang biasa datang membetulkan genteng dll. Selesai sms dikirim saya mandi..baru saja menutup pintu, tiba-tiba Yanti berteriak : May..di depan banjir. Saya kaget sekali dan menghampiri Yanti, ternyata betul di depan rumah banjir, tinggi sekali, ban kijang yang diparkir di jalan sudah terendam air. Saya begegas mandi dan berpakaian. Pak Waluyo driver hari ini juga ga bisa datang, rumahnya kebanjiran juga. Makin lama airnya makin deras, carport juga ikutan tergenang, batang kayu mulai hanyut, knalpot mobil sudah terendam. Akhirnya saya menelpon Al, teman kantor yang mobilnya land rover, minta dijemput, khawatir kijang mogok.

Sambil menunggu, Yanti mencoba menghidupkan mobil, ganti kostum dulu, celana pendek, untung mobil bisa jalan. Yanti mindahin mobil ke jalan lain dan siyal ketika jalan pulang ke rumah ternyata airnya dalam banget. Saya ikutan ganti baju, ngambilin baju ganti buat Yanti, pake jaket dan jalan ke mobil, kaya nyebrang sungai, dan lumayan jauh. Lagi seru-serunya berusaha nyebrang, Al dan landrover datang, kami bilang kalau mobil bisa jalan. Saya minta tolong Al untuk jemput Jessi saja. Saya dan Yanti jalan duluan pakai kijang, bener aja, 1 kompleks sudah kebanjiran. Semua orang tampak berusaha mengeluarkan mobil dan memindahkan ke tempat tinggi. Di jalan kita mulai tenang, walau masih mikir nyari tempat mandi dan ganti baju. Baru aja keluar kompleks, di arah ring road, ternyata banjir juga, mobil semuanya memutar balik. Akhirnya saya menelpon Al lagi, minta dijemput lagi, ke rumah Al, parkir mobil, numpang mandi. Mobil Al datang, udah penuh, isinya tetangga yang mobilnya juga ga bisa lewat. Kami semua telat tiba di kantor, hujan makin deras, semoga rumah saya aman.

Pelajaran yang bisa diambil :
1. Perbaiki genteng - hari ini dicek lagi sama Mas Faisal
2. Beli mobil yang tinggi, minimal land rover plus perahu karet
3. Jangan beli rumah di KUTAI HILLS (developernya ngga beres)
4. Pindah rumah

Thanks to :
Yanti, my housemate yang tadi pagi menemani saya mengepel dll..seru banget ya Yan. Al yang bersedia menjemput dengan landrover, semua tetangga teman senasib, satpam Kutai Hills yang tetap tersenyum ketika mobil kami melewatinya (padahal posnya dah kebanjiran juga), Mas Eko yang nanya kabar Kutil lewat email tadi..terharu, juga Siswa Bib yang bilang : Lho bukannya perumahan elit ya May (pokoke nanti malam bantuin ngepel), juga Mas Nur yang menelpon dan menawarkan bantuan sambil bingung ngedenger saya mau beli perahu karet (he he biar kalau Mawija banjir bisa dievakuasi juga), juga semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Pagi yang seru, awal yang indah di minggu ini he he.

Update 4.18 pm
Baru aja dapat info, dari milis warga kompleks. Ternyata penyebab utamanya banjir adalah robohnya tembok pembatas kompleks, di belakang kompleks memang terdapat rawa kering yang bila hujan menampung air. Rupanya hujan semalam yang sangat deras membuat rawa meluap dan akibat tekanan air, tembok pembatas itu roboh. Sekali lagi ini lebih karena developer a.k.a WIKA yang membuat fasilitas tembok pembatas di bawah standar, hanya batako dan semen seadanya..pantas banjirnya seperti air bah

Tuesday, June 13, 2006

Arisan


Berawal dari sebuah pesan pendek berikut ini :
From : Puput
Gw lagi di Balikpapan neh, besok ada training..Ayo ketemuan, ajak Billy juga, tapi lo yang traktir, kan abis ultah :p

Akhirnya saya menelpon Billy, deal. Saya balik menelpon Puput, deal, kumpul jam 7 di Resto Fish Connection...yipie makan gratui.

Billy yang baru pulang dari lapangan ternyata mau pulang ke rumah dulu untuk mandi, akhirnya saya memilih menunggu di kantor sambil ganti layout lagi (gitu ceritanya layout ini Rima he he). Sholat Maghrib, hujan gede, dan bermodalkan payung orange saya melaju ke resto tersebut.

Ternyata saya datang pertama kali, restoran tampak sepi, mungkin karena hujan, dan musim piala dunia,orang lebih memilih diam di rumah sambil nonton bola saja. Saya memilih sebuah tempat di teras, bulan purnama penuh, hujan masih turun rintik-rintik, laut nampaknya kurang bersahabat, jadi teringat teman-teman yang sekarang sedang bekerja di rig sana.

Puput akhirnya datang, masih dengan gaya khasnya, rambut gondrong, senyum-senyum, dan rantai kapal di dompet, serta tas selempang yang pasti berisi kamera. Kami memesan minum, dan pertanyaan Puput yang pertama selalu sama : "Jadi gimana kabar lo sekarang May ?"

Hp saya berbunyi, ternyata Billy, "Gw dah di dalam Bil, ke dalam aja langsung". Ga berapa lama Billy datang, seperti biasa, dengan senyum nakalnya (yang selalu bisa menaklukan wanita he he) dan jaket hijaunya. Dan seperti biasa dia juga menanyakan hal yang sama pada Puput : "Jadi gimana kabar lo sekarang Put ?"

Kami duduk bertiga, Billy di hadapan saya, Puput di sebelah saya. Memilih dan memesan makanan. Tiga orang yang kelaparan : ikan gurame saos bangkok, cumi goreng bawang, tumis kailan seafood, dan udang goreng mayonnaise, jangan lupa juga nasi putih.

Menunggu makanan datang, kami bertiga terdiam sejenak. Dan kemudian kami saling mengupdate berita masing-masing, liburan, pekerjaan, rencana jalan-jalan. Gosip terbaru, gempa Yogya.

Menyenangkan, berkumpul kembali bersama kalian berdua disini, di Balikpapan. Billy dan Puput saya kenal sejak tahun 1999, ketika kami sama-sama tergabung di unit pencinta alam kampus. Secara angkatan kuliah mereka berdua adik kelas saya, tapi secara umur saya paling muda di antara mereka. Dan dengan seenaknya mereka berdua meminta saya memanggil Kang Mas Billy dan Kang Mas Puput he he.

Kami menjadi akrab karena kami pernah tergabung dalam satu tim ekspedisi ke Sulawesi, tahun 2001 lalu. Hampir 1 bulan saya habiskan bersama mereka, di kereta ekonomi, di atas kapal feri, sampai pedalaman Sulawesi yang kami telusuri bersama. Dan akhirnya kami sering merencanakan perjalanan bersama, atau cuma sekedar nongkrong di SEL dulu.

Dan akhirnya kami bertiga berkumpul kembali di sini, di Balikpapan. Saya pertama kali pindah bekerja kesini, dua bulan kemudian Billy yang baru lulus juga diterima di perusahaan yang sama, juga Puput menyusul 4 bulan kemudian, walau Puput ditempatkan di lapangan dengan jadwal kerja yang 2 - 2 itu (2 minggu kerja, 2 minggu libur, menyenangkan bukan). Ah dunia memang sempit kan. Siapa pernah mengira kami bertiga berkumpul kembali di sini.

Sejak itu kami selalu mengadakan arisan bulanan, 1 bulan sekali, menyesuaikan jadwal kedatangan Puput ke Balikpapan, sepulangnya dari lapangan. Sedangkan saya dan Billy kebetulan berada di kantor yang sama dan kami sering bertemu. Pertemuan yang menyenangkan dan tidak pernah membosankan. Seperti juga malam tadi. Semoga persahabatan ini tetap terjaga ya teman. Terimakasih.

ps : tau ngga sih Put, Bil, kalian berdua adalah salah satu alasan saya masih bertahan di kota ini, di perusahaan ini. Jangan pindah dulu sebelum saya pindah he he

Sunday, June 11, 2006

Seasons of The Heart


Tadi malam, seperti biasa seperti malam-malam sebelumnya saya bermain tenis, tepatnya berlatih tenis bersama teman-teman kantor. Dan seperti biasa, sesudah sesi - sesi forehand, backhand, voli, smash dan servis yang panjang nian itu, datanglah saat yang ditunggu : main. Kami main double, cewek semua. Semuanya nampak seperti biasa, hingga tiba giliran saya untuk serve dan tiba-tiba...mmm saya merasa tenang, senang dan bahagia..WARM.

Rasa ini muncul begitu saja, tidak ada pemicunya sama sekali. Saya langsung teringat dengan rasa yang sama yang muncul 6 tahun yang lalu. Perasaan yang sama, tenang, damai, begitulah, saya tidak bisa mendeskripsikannya.

Tahun 2000, sekitar bulan Juli akhir, saya ingat persis kejadiannya. Saya sedang berada di kampus, siang hari, berjalan sendirian dari toilet menuju Musholla Jurusan Farmasi, mau sholat Dzuhur. Tiba - tiba saya merasakan perasaan itu. Saat itupun saya tidak bisa memastikan apa penyebabnya. 

Rasa itu bertahan lama sekali. Rasa yang bisa membuat saya berjalan dengan ringan, tersenyum, dan damai. Rasa yang membuat saya bisa dengan ringan berkata : saya harus kesana memang karena saya harus kesana, saya berjalan karena memang saya harus berjalan. Rasa yang membuat saya menjadi apa adanya..menjadi ikhlas.

Saya pernah bercerita tentang rasa yang tiba-tiba muncul itu kepada Tyas, sahabat wanita saya. Di tepi danau Segara Anakan, Gunung Rinjani, di dalam tenda. Dua minggu berselang sesudah rasa itu muncul. Kami berdua baru saja menyelesaikan sholat Maghrib dan kami berbincang-bincang tentang banyak hal. Dan saya menceritakan hal itu. Menurut Tyas rasa itu adalah anugrah, sulit untuk memperolehnya, apapun alasan yang memicunya. Iya, saya sepakat.

Tapi saya lupa, bagaimana rasa itu tiba-tiba memudar. Begitu saja.Hingga tadi malam, muncul lagi. Saya tetap tidak mengetahui dengan pasti apa penyebabnya. Seperti juga rasa yang dulu. Alhamdulillah, semoga rasa ini terus bertahan.

He he he saya tidak punya alasan yang jelas kenapa saya harus menulis tentang rasa itu di sini. Mungkin karena saya rindu Tyas, lama sekali tidak berjumpa dan tidak berbagi tentang banyak hal. Mungkin karena rasa itu membuat saya merasa lebih ringan...dan bahagia.

ps : Seasons of the Heart adalah salah satu lagu yang ditulis dan dinyanyikan oleh John Denver. Lagu yang buat saya banyak sekali maknanya. Tyas, gw tetap percaya adanya chemistry itu :)

Of course we have our differences, you shouldn’t be surprised
It’s as natural as changes, in the seasons and the skies
Sometimes we grow together, sometimes we drift apart
A wiser man than I might know, the seasons of the heart
And I’m walking here beside you, in the early evening chill
A thing we’ve always loved to do, I know we always will
We have so much in common, so many things we share
That I can’t believe my heart, when it implies that you’re not there

Love is why I came here in the first place
Love is now the reason I must go
Love is all I ever hoped to find here
Love is still the only dream I know

So I don’t know how to tell you, It’s difficult to say
I never in my wildest dreams, Imagined it this way
But sometimes I just don’t know you, there’s a stranger in our home
When I’m lying right beside you, when I’m most alone
And I think my heart is broken, There’s an emptiness inside
So many things I’ve longed for, have so often been denied
Still I wouldn’t try to change you, there’s no one that’s to blame
It’s just some things that mean so much, and we just don’t feel the same

Love is why I came here in the first place
Love is now the reason I must go
Love is all I ever hoped to find here
Love is still the only dream I know
True love is still the only dream I know

Monday, May 22, 2006

Sesuatu Untuk Diingat


Akhir pekan kemarin adalah saat untuk banyak bersyukur, banyak sekali hal - hal yang bisa diingat dan mungkin tak terlupakan. Kalau mengutip kata-katanya Chandra : so many blessings to count :-)

Jumat, 19 Mei 2006
12.00 malam
Panggilan telpon dari seorang teman lama yang baik hati. Teman yang selalu ada. Tak dikira dan diduga. Terimakasih untuk ucapan dan doanya.
05.30 pagi
Kejutan dari teman serumah yang baik hati juga tetangga-tetangga. Sebuah kue ulang tahun yang manis, lilin pun ditiup, bersama berjuta harapan. Disusul dengan bincang-bincang bersama Mami, seorang Ibu yang melahirkan saya ke dunia. Terimakasih Mami.
Sepanjang hari
Nyanyian Happy Birthday dari bos saya (Kakek yang kadang baik hati itu he he)..ucapan selamat dari teman-teman sekantor, pengumuman ulang tahun di meeting drilling, makan pizza rame-rame, kue ulang tahun (lagi) dari Mia, meeting Tomahawk yang menyenangkan, main bowling bersama teman-teman, sms sahabat, ...dan puncaknya adalah guyuran air yang ternyata hasil konspirasi seharian, jam 12 malam dari seorang Wawan, guyuran tak disangka, beres logging, mau pulang ke rumah, tiba-tiba di parkiran ada teman-teman menunggu, dengan ember air dan lagi-lagi kue ulang tahun, ada lagi lilin yang boleh ditiup, ada kue yang boleh dipotong lagi dan ada foto-foto serta rekaman video yang memalukan :D

Hari Sabtu
Trekking Pantai Tritip - Lamaru - Manggar 10 km, bangun pagi, mandi, dan berangkat bersama sahabat terbaik, menyusuri pantai yang bersih, melihat pohon kelapa, bermain air, berlari di pasir dan yang pasti foto-foto, ditutup dengan makan bakso pinggir jalan, numpang mandi di rumah Feri, belanja di Pasar Butun dan makan malam di seafood pinggir jalan, ditutup dengan novelnya Remy Silado yang bikin penasaran.

Hari Minggu
Bangun agak siang, tidur bahagia selepas Shubuh, lanjut lagi dengan novel Remy Silado, teman yang datang ke rumah, brunch di Roti Tiam, hitung-hitungan uang ekspedisi yang ternyata salah hitung hehe, belanja lucu di pasar bareng Arief juga Ikbal, ke akustik concert dan ditutup dengan makan malam yang menyenangkan di rumah..eits..ada satu lagi, ditutup dengan berburu air jam 11 malam di mesjid.

Yah, terimakasih untuk menjadi teman saya, terimakasih untuk semua perhatian dan dukungan, di kala susah dan senang. Saya menyayangi kalian, semoga Allah SWT membalasnya dengan rahmat yang berlimpah.

Monday, March 13, 2006

Balikpapan


Setelah 1 tahun, 9 bulan dan 13 hari akhirnya sejujurnya saya mengakui : Je t'aime Balikpapan. Biar telat asal selamat.

Iyah, saya tinggal dan bekerja di sebuah kota yang menyenangkan menurut saya lho (hati - hati ngomong sebelum diprotes gerakan anti Balikpapan dan cinta Jakarta he he).

Pertama, soal pekerjaan. Alhamdulillah saat ini saya bekerja di sebuah perusahaan yang cukup sehat, di bidang yang saya sukai, sesuai dengan latar belakang pendidikan saya. Walau saya akui kadang pekerjaan ini ga manusiawi (misal ditelpon jam 2 pagi disuruh ke kantor, picking point point untuk logging dan besoknya jam 7.30 harus ada di kantor lagi), tapi saya suka pekerjaan saya sekarang dengan istirahat makan siangnya yang 2 jam itu lho. Lingkungan kerja saya yang menyenangkan, saya punya teman-teman yang sama gila dan yang penting disini banyak sekali orang Bandung, ah bahagianya hatiku :-)

Kedua, di kantor ini pula saya menemukan satu kantor dengan kegiatan ekstrakulikuler yang begitu banyak. Sebentar..sebentar... kalau diabsen di kantor ini ada ekskul : fotografi, pecinta alam, jogging, basket, squash, tenis, paduan suara, angklung, gamelan, band, bilyar, organisasi-organisasi agama dll masih banyak lagi. Curriculum Vitae saya dah komplit, mulai panitia family day, panitia trekking, jadi artis sekalipun pernah. Iyah..kalau ada yang bilang bekerja di kantor ini membosankan pasti salah besar, di sini menyenangkan kok. Karena bekerja di sini saya bisa main angklung, belajar tenis, belajar main gamelan, sampai bikin unit baru untuk menyalurkan hobi jalan- jalan dan naik gunung he he. Tuh menyenangkan kan, jalan-jalan disubsidi kantor.

Ketiga, Bahasa Perancis, ah bahasa planet bumi yang menyeramkan. Setiap hari bertemu dengan orang - orang yang parlez Francais memaksa saya untuk belajar. Inipun sebenarnya menyenangkan, karena kita bisa kursus gratui. Duh jadi malu kalau ingat saya suka malas berangkat kursus. Saya mau rajin kursus nih, biar bisa farlez Francais tre bien...duh nanti malam ujian :-(

Keempat, teman-teman. Ah saya ga bisa membayangkan Balikpapan tanpa kalian...No comment untuk hal ini. Tapi terimakasih banyak telah menjadi teman saya di kota ini. Sungguh ini adalah persahabatan yang sangat berharga.

Kelima, surga seafood yang murah banget. Kepiting Tambora, Kepiting Kenari, Ikan Bakar Teluk Bayur, Udang Bakar Bondi, Dimsum Blue Sky, hue he he laper...

Apalagi ya, banyak, banyak banget, sampai belanja sore - sore di Pasar Buton bersama teman baikpun bisa jadi pekerjaan yang menyenangkan. Kalap belanja : singkong 1 kilo, kelapa parut 1 butir, ikan kembung 1 kg, ikan mujair 1 kg, pakis 10 ikat, daun singkong 1 ikat, daun katuk 1 ikat, mangga 2.5 kg, pepaya 1/2 kg, nanas 1 buah, daun pisang buat pepes, hue he he mau buka warung ieu teh Neng.

Iya, semua tentang kota ini menyenangkan, walau kadang saya suka kesal dengan pengendara motor yang kebut-kebutan tanpa helm, yah dimaklumi saja : Balikpapan gitu na !

Terimakasih ya Allah telah membawa saya ke kota yang cantik ini. Memberi saya pekerjaan yang menyenangkan ini. Mempertemukan saya dengan teman-teman yang baik hati dengan semua kegilaannya. 

Terimakasih Armand, dulu sudah memaksa-maksa saya untuk apply kesini bahkan sampai ngasih panduan interview yang TOP (pedih kalau mengingat ternyata malah Armand ga lolos tes..duh). Terimakasih untuk sahabat gila di Geologi dulu yang membuat saya bisa lulus jadi sarjana. Dan yang pasti dosen saya yang baik hati, kalau saja dulu saya tidak nekat menghadap dosen saya baik hati ituh, meminta beliau untuk jadi pembimbing tugas akhir saya *terimakasih Mas Nuki* mungkin saya tidak pernah ada disini. Mungkin saya akan bekerja di ibukota yang kejam ..huh tidak saya tidak mau ada di sana lagi. Saya cinta Balikpapan.

Iyah..saat ini saya bisa bilang : JE T'AIME BALIKPAPAN.

ps. Saya lagi suka banget adegan di film Gie ketika Sita menyanyi sambil main gitar..and now proudly present : DONNA DONNA. Lagu tahun 60-an yang dinyanyiin oleh Joan Baez. Hmmm masih terngiang di telinga....

On a waggon bound for market
there`s a calf with a mournful eye
High above him there`s a swallow
winging swiftly through the sky
How the winds are laughing
they laugh with all their might
Laugh and laugh the whole day through
and half the summer`s night
Donna, Donna, Donna, Donna; Donna, Donna, Donna, Don
Donna, Donna, Donna, Donna; Donna, Donna, Donna, Don
"Stop complaining!" said the farmer
Who told you a calf to be ?
Why don`t you have wings to fly with
like the swallow so proud and free?"
Calves are easily bound and slaughtered
never knowing the reason why
But whoever treasures freedom
like the swallow has learned to fly

Dan seperti "the farmer" bilang di atas : Stop Complaining :-)

Tuesday, February 7, 2006

Ada Yang Baru Lagi


mulai akhir minggu lalu ada sesuatu yang baru di intranet kantor saya :

New Sport Section - TOMAHAWK
Do you want to know more? Just visit ORSOSBUD and you will know it.

dan ketika link ORSOSBUD itu diklik maka akan muncul gambar berikut



ah senangnya, setelah 1.5 tahun di Balikpapan akhirnya saya dan teman - teman bisa memulai sesuatu yang baru di sini.

Semoga berguna bagi masyarakat di sekeliling saya, semoga berkah, selamat selalu. AMIN

Sunday, February 5, 2006

Bertanggung Jawabkah Kita


Hari ini hari Minggu. Waktu di Balikpapan, di komputer saya menunjukkan angka 7.35 AM. Yang berarti ini adalah pagi hari di hari Minggu, hari libur, dan saya ada di kantor. Ngapain ? Bekerja tentunya. Ini adalah hal yang biasa, saya harus siap sedia ditelpon 24 jam untuk urusan ini. Walaupun tadi malam saya baru tidur jam 2 pagi untuk urusan charity night : SCHOOL FOR ACEH.

So, what's a big deal ? Yang menjadi masalah adalah seharusnya saya tidak berada di sini sekarang, pagi ini :-(

Yang menjadi pertanyaan di benak saya pagi ini adalah soal tanggungjawab. Mari kita menjadi orang yang bertanggungjawab. Jangan lempar batu sembunyi tangan.

He he he akhirnya pagi ini saya bisa tertawa, ada untungnya juga datang ke kantor pagi ini. Bisa ngeblog he he. Mari kita niatkan bekerja sebagai ibadah :-)

Tuesday, December 27, 2005

Tanjung Isuy : Story Behind The Trip


Perjalanan sudah usai, cerita perjalanan dan photo-photo menyusul ya. Saya sudah kembali ke kantor. Kembali mengurus sumur-sumur tercinta yang haus perhatian, drilling sequence yang terus berubah, anak bimbingan yang dikejar waktu (duh mudah-mudahan 3 bulan selesai ya De), de el el.

Sungguh sangat lumayan, 2 hari perjalanan yang menyenangkan. Teman perjalanan yang asik (merci beaucoup mes amis), tempat baru yang menarik, obrolan2 seru walau ga penting (hayo, apa bedanya bebek ama mentog ???), forum kubis, kelambu dan XENIA. Yup semuanya.

Mengutip dengan sedikit merubah kata-katanya abah John Denver (hu hu mohon dimaafkan, mudah-mudahan ngga kena UU hak cipta) : I feel up my senses, by a night in the forest, by the river in springtime, by walking in the rain.....


Saturday, December 24, 2005

Pour Ce Weekend


Week end sebentar lagi..hip hip huray, udah tinggal 150 menit lagi dan sekolah untuk minggu ini bubar.

berawal dari telpon Billy kemarin sore :

+ "May, weekend ini lo ada acara ngga ?"
Mmmm berfikir sebentar, yang pasti ada logging. Tapi bosannnnnnnnnnn logging terus.

- "Memangnya kenapa Bil ? "
+ "Kita mau ke Tanjung Isuy, lo available ngga ?"
Wah tentu, ikutttttt......

Akhirnya, nanti malam kami mau pergi. Jalan - jalan tentunya.
Kemana ? Ke Tanjung Isuy
Apaan tuh ? Kampung Dayak di daerah Kutai Barat
Ama siapa ? banyakan ni, ada Jeng Feri, Putri, Billy, Arief dan Ali.

Ayo, drilling proposal ini, cepatlah selesai, coba ya kalau drilling jangan kecepetan, jangan logging terus :-)

Ainsi, cette extrémité de semaine sera la vraie extrémité de semaine. J'irai à Tanjung Isuy avec mes amis.