Pages

Showing posts with label geology. Show all posts
Showing posts with label geology. Show all posts

Wednesday, March 6, 2013

For the Next Trip, Celebes Anyone ?

Office is in HPHT condition :)
But enough for today, let's prepare for the next journey. I knew holiday won't be easy for this year. We are in drilling mode, everything is uncertain, everything is postponed, the plan is no plan.

But I do have a commitment with my best friends and family to travel with them to celebrate my daughter's birthday. As usual, like we did since 2010. Cici is turning 4 this July and due to the Ramadhan we gonna postponed the trip to August. The next destination is Celebes.

Celebes or Sulawesi
http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Peta_Sulawesi.jpg
This island shape is unique and easily recognizable with four spindly arms spinning outward, the K island. What I remember from my Geotectonic lecture was about the subduction, collision, obduction and movement. The volcanoes, fault system, the island is complex.

J.A. Katili in his book said that the evolution of Sulawesi started in Miocene time or even earlier. Miocene in geologic time scale is about 23 - 5 m.ya (as a comparison, the age of Homo sapiens is 300.000 y.a). 800 km east of Kalimantan a NS trending east-facing island arc came into existence, originating from a spreading center located in the Pacific Ocean. Volcanism and plutonism accompanied this subduction process.

The next phase is a collision between Sulawesi and the Australian - New Guinea plate which occurred in early Pliocene time. The collision severely transformed Sulawesi into an island with its convex side turned towards the continent, at the same time causing obduction of ophiolite in the eastern arc of this island.

The movement of the Pacific plate continued and gradually pushed Sulawesi towards the Asian continent, resulting in the closing of the sea between Kalimantan and Sulawesi islands separated by small straits and deep seas resembling the complicated pattern of the Philippine Archipelago, in which the original double island-arc structure can no longer be recognized.

Geological Map of Sulawesi
That was amazing history, that's why we can have volcanic arc near Minahasa - Sangihe - and western part of the island. Ophiolite belt and its associated pelagic sediment covers the eastern part, continental fragment in Maluku Strait and the last but not the least is metamorphic belt in center of the island. That's the metamorphic rock that I seen 12 year ago at top of Mt. Mekongga, a mountain in South East Sulawesi. Wow, geology is fun.

Ok, finish for the geology, let's have offline discussion for this topic :)

So our next destination is Mt. Latimojong. This is a mountain range, located in South Sulawesi province, Enrekang district. Rante Mario is the highest peak of this mountain (3450 a.s.l) and also the highest peak in this island.

I did a small research and I found the most common route to this peak :
  • Makassar - Baraka (Enrekang), +/- 6 hrs, land transport
  • Baraka - Rante Lemo Village, +/- 2.5 hrs, land transport, 4WD car
  • Rante Lemo - Karangan Village, hiking for about 2 hrs
  • Pos 1 - Pos 7, hiking for about 1 day, stay over night at pos 7
  • Pos 7 - Pos 8 - summit, hiking for about half day, back to pos 7, stay a night or hiking back to Karangan
Interesting, we need at least 5 days and also 1 additional day for contingency, hmm a long trip. But I can imagine the beauty of Celebes tropical forest, the moss, always perfect.

What next after Latimojong ? We have a lot of choices : Toraja, rafting at Sesean, Lore Lindu, visiting my best friend - Tyas in Palu or diving in Donggala. Any suggestion ?

This is the plan, I hope August is a free time for me and I can go to Sulawesi. My last trip to Sulawesi was at April 2009 and I was pregnant at the time. A short baby-moon trip with my husband. 

Wanna to join with us ? drop me a message..this is a non profit trip, we will share all the cost and have fun together. Do not to mention that Kaledo, Coto, Konro, Es Pisang Ijo, Kacang Mete are waiting for us :D

Ps : Already in the list are Cici, Helmy Noermawan, Akhyar Fikri, Cep Dahlan, Alfin Mahfuz, Yunita Dyah, Locker Alfonso, Naskar Hansam, and Andi Alamsyah

Monday, September 8, 2008

Utah...Another Day


Baru sempet lagi nih nge-resize foto dari field trip ke Utah, September 2008 lalu. He he ceritanya sudah hampir basi ya. Rencana awal mau dibuat album per daerah plus ditambahin keterangan. Tapi belum sempet juga.

Nah ini cuplikan foto - foto dari Wood side canyon. Ceritanya di satu hari di bulan puasa yang sangat panas itu kita naik ke tebing yang tinggi - tinggi sekali, measuring section sambil melihat sedimentary structure yang bagus - bagus, masih jelas dan tidak lapuk, serasa melihat gambar - gambar di text book jaman kuliah dulu. Kita berjalan sampai ke puncak gunung, melihat bentukan - bentukan air terjun hingga mencari jejak oyster dan sisa - sisa gigi hiu.

Sore harinya juga masih sama, kita naik lagi ke gunung, tinggi - tinggi sekali dan sebenernya berbahaya karena kita jalan melipir di lereng pasir yang terjal. Nah di sini kita belajar mengkorelasi lapisan dari singkapan. Hari yang melelahkan tapi menyenangkan. That's why I love being a Geologist :)

Friday, September 5, 2008

Take Me Home Country Road

I am here, di kampungnya John Denver nih. Setelah 2 hari di perjalanan alhamdulillah nyampai juga di sebuah kota kecil - Grand Junction, Colorado. A long long travel dari Cibubur - Sukarno Hatta - Sin - Taipei - LA - Denver dan akhirnya Grand Junction. 

Sempat tertunda di Denver karena pada jam-nya no air craft , no air crew ..dan saat muncul yang datang ternyata pesawat kecil masih berbaling - baling kapasitas 36 penumpang saja. Bikin deg-degan, kebagian duduk paling belakang dan jadi yang paling muda di pesawat. Lainnya pasangan kakek nenek yang nampaknya mau berlibur musim panas. Pramugarinya cuma satu, dandannya keren, pakai slayer ala cowboy segala.

Gara - gara si jetlag sayangnya saya ketiduran di pesawat dari Denver ke Grand Junction, terbangun saat sudah hampir sampai, ketika nengok jendela ternyata pemandangannya bener - bener amazing. Saya langsung ingat John Denver dengan Rocky Mountain High Colorado-nya. Coming home to a place hed never been before....he saw everything as far as you can see...you can talk to God and listen to the casual reply...it's a Colorado rocky mountain high.

Bandara Grand Junction juga kecil aja, tapi sejauh mata memandang langsung terlihat outcrop - outcrop yang bikin ngiler. Masih horizontal, ga lapuk...andaikan dulu belajar geologi di sini kayanya beneran surga. Ga kaya di outcrop di Indonesia yang bikin puyeng.

Grand Junction Airport
Turun dari pesawat ternyata para penumpang langsung ngambil kopernya yang baru turun dari bagasi..he he beneran self service. Nunggu lama ternyata bagasi saya ga ada, untung waktu nanya ke cs-nya UA ternyata bagasi saya sudah nyampai duluan.

Outcrop di sekitar bandara
Giliran mau ke hotel saya jadi bingung. Kok tidak ada taksi ya, tanya sana - sini kok malah bingung kenapa saya cari taksi. Ternyata sudah ada shuttle bus dari Holiday Inn, hotel tempat saya akan menginap. Wah syukurlah, saya kemudian menelpon ke hotel dari telpon umum yang gratis dan minta dijemput di bandara.

Sorenya langsung mulai belajar, temen - temen yang lain kebanyakan dari BP Houston, Trinidad dan Canada. Masih bingung culang cileng ada yang nyapa : Assalamuallaikum, marhaban ya Ramadhan...kaget juga, alhamdulillah, ternyata ada temen puasa bareng, orang Trinidad dan Eygpt. Buka puasanya lama, jam 7.45, imsaknya sekitar jam setengah 6 - an.

Fieldtrip hari pertama seru banget, ternyata kita dibagi kelompok - kelompok kecil, masing - masing kebagian 1 mobil SUV, kami akan pindah - pindah tempat dan hotel setiap hari. Saya satu mobil dengan Natalie dan Jo-An dari Trinidad, dan Simon dari UK. Ternyata seru juga, 3 cewek plus 1 cowok dalam satu mobil. Kami terus-terusan menggoda Simon yang ga tau siapa itu Shakira .

Natalie, Jo-An and me
Dari Grand Junction kita bergerak ke arah barat, melewati Grand River dan Price. Di beberapa tempat kami berhenti, Keith - Pak Guru kami kemudian menjelaskan beberapa hal. Makan siang di Grand River yang menyebut dirinya sebagai world famous melon city. Melon di sini gede - gede banget, dimana - mana ada penjual melon, fresh from the farm. Katanya setiap Jumat ketiga setiap bulannya ada yang namanya Melon 's Day, hari ketika semua orang bebas makan melon, sepuasnya dan gratis.

Jalan - jalan pakai mobil disini bener - bener seru, semua teman semobil saya sepakat kalau pemandangannya bener - bener amazing, gunung - gunung pasir, rel kereta api, tiang listrik, trailer, mobil - mobil caravan plus pengendara harley yang gahar tapi naruh boneka teddy bear kecil di belakang motornya .

Sehabis hari panjang untuk measuring section di Price kami langsung ke hotel, belum bisa istirahat karena langsung disambung makan malam di Grogg's Pinnacle Brewing and Co. Resto kecil gaya cowboy banget, pelayan-nya hanya dua orang, Nona cowboy yang seru. Saya pesan Baked Salmon yang ternyata porsinya luar biasa gede, temen - temen yang lain juga ternyata sama, pesanan pizza yang keluar ternyata gede banget. Steak-nya apalagi, setengah kilo kayanya sih. Semua kekenyangan dan Nona cowboy dengan ramahnya masih bertanya : mau dessert ? kami punya cheese cake lho...dan semua langsung kompak menjawab...no thank you ha ha.

Baked Salmon porsi jumbo
Yup, ini hari kedua saya disini. Masih lama. Helmy sendirian puasa di rumah, maafin May ya Pak. Mana mendadak ga ada sinyal, nelpon lewat hotel juga ga bisa .

Selamat berpuasa semuanya.  

Saturday, January 7, 2006

Asal Usul dan Pra Sejarah Ki Sunda


Menjelang Perang Dunia kedua banyak sekali terdapat situs artefak (kebanyakan serpihan obsidian) yang ditemukan di bukit-bukit yang mengelilingi cekungan Bandung. Situs dan artefak-artefak ini telah dibahas oleh Koenigswald (1935) dan Rothpletz (1951. Artefaks ini hanya diketemukan pada puncak-puncak bukit dengan ketinggian lebih dari 725 m di atas muka laut, dan fakta ini dianggap sebagai bukti untuk adanya suatu danau purba (Danau Bandung), yang juga disebut-sebut dalam dongeng rakyat Sunda “Sasakala Sangkuriang”.

Artefak yang ditemukan sebelah timurlaut Bandung terdiri dari serpihan batu obsidian, sering dalam bentuk ujung anakpanah, pisau, peraut dan jarum penindis; alat batu terpoles seperti penumbuk, kapak batu bermuka dua terbuat dari batu kalsedon, gelang-tangan dari batu serta serpihannya, juga serpihan tembikar dan juga bentuk-bentuk pengecoran perunggu atau besi. Lebih lanjut situs-situs ini mengungkapkan keberadaan keramik import Hindu/Cina berasal dari abad ke 18. Situs-situs ini diyakini telah dihuni terus-menerus sejak zaman Neolitikum, melalui zaman perunggu Dong son hingga kurang dari 300 tahun yang lalu. Leluhur ki Sunda di daerah Bandung telah bekerja dalam industri logam dan perdagangan peralatan (batu).

Penelitian geologi oleh Van Bemmelen (1934) mengkofirmasikan keberadaan danau purba ini yang terbentuk karena pembendungan sungai Citarum Purba oleh pengaliran debu gunung-api masal dari letusan dasyat G. Tangkuban Parahu yang didahului oleh runtuhnya G. Sunda Purba di sebelah baratlaut Bandung dan pembentukan kaldera dimana di dalamnya G. Tangkuban Parahu tumbuh. Jenis erupsi Plinian ini telah menutupi pemukiman di sebelah utara-baratlaut Bandung, mengingat tidak ada artefak yang ditemukan disini. Pemikirannya adalah leluhur Ki Sunda seharusnya telah menyaksikan kejadian besar ini, maka legenda Sasakala Sangkuriang lahir. Karena belum adanya metoda modern pentarikhan radiometrik maka kejadian ini hanya diperkirakan telah terjadi sekitar 6000 tahun SM dengan mendasarkan pada artefak zaman Neolitikum.

Penelitian geologi baru-baru ini menunjukkan bahwa endapan danau tertua yang telah ditentukan usianya berdasarkan radiometri adalah setua 125 ribu tahun, sedangkan kedua erupsi Plinian yang terjadi itu telah ditentukan umurnya masing-masing 105 dan 55-50 ribu tahun yang lalu. Asal-usul danau Bandung ternyata bukan disebabkan oleh letusan Plinian, walaupun aliran debu yang pertama dapat saja memantapkan danau purba itu secara pasti. Danau purba ini berakhir pada sekitar 16 ribu tahun yang lalu.

Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa kecil kemungkinannya bahwa para pemukim awal ini telah menyaksikan pembendungan danau maupun lahirnya G. Tangkuban Parahu, mengingat munculnya manusia modern (Homo sapiens) di Afrika Selatan diperkirakan 120 sampai 100 ribu tahun yang lalu. Lebih masuk akal kalau Ki Sunda Purba ini telah menyaksikan letusan Plinian kedua yang telah melanda pemukiman sebelah barat sungai Cikapundung, (sebelah utara dan baratlaut dari Bandung) sewaktu perioda letusan 55-50 ribu tahun yang lalu, mengingat bahwa Homo sapiens tertua yang ditemukan di Australia selatan adalah 62 ribu tahun yang lalu, dan di pulau Jawa sendiri manusia Wajak telah ditentukan berumur sekitar 50 ribu tahun yang lalu. Spekulasi yang lain adalah bahwa Homo erectus-lah yang telah menyaksikan pembendungan Danau Bandung dan lahirnya G. Tangkuban Parahu, mengingat kehadiran makhluk ini terkenal di Jawa setua 1.7 juta tahun, dan telah mengalami budaya obsidian (obsidian culture).

Namun demikian kunci dalam menyelesaikan ini adalah dengan melakukan penelitian terhadap situs-situs artefak dari Bandung yang kaya ini dengan menggunakan teknik pentarikhan modern.

Ditulis oleh : Prof.Dr.R.P.Koesoemadinata, Mantan Guru Besar Geologi, FIKTM, ITB

Teman - teman, Pak Koesoemadinata adalah salah satu dosen favorit ketika saya kuliah dulu. Banyak sekali tulisan beliau yang hingga kini menjadi sumber referensi bagi penelitian geologi dan eksplorasi minyak bumi di Indonesia. Dalam rangka meningkatkan pemahaman dalam ilmu geologi khususnya Geologi Bandung, maka weekend ini saya akan melakukan eksursi geologi kecil-kecilan di daerah Situ Lembang, Gunung Tangkuban Perahu dan sekitarnya. Diharapkan perjalanan ini dapat membawa sedikit pencerahan mengenai sejarah geologi Bandung.

Bon weekend. Besok saya mau mudik :)