Pages

Friday, June 23, 2006

Cowok Ganteng Alias Idaman


PERHATIAN ..ACHTUNG ACHTUNG :
Postingan berikut adalah postingan ga penting, maybe too shallow..maaf maaf..syndrom banyak pekerjaan di akhir pekan nih. Bon weekend everyone :)

Berawal dari obrolan semalam di rumah Jeng Feri. Kami bertiga (saya, Feri dan Putri) baru saja pulang kantor dan makan malam bersama, masakan Nenek yang enak itu. Seperti biasa pula kami ngobrol tentang banyak hal, mengupdate berita dan girls talk pasti ga jauh - jauh, intinya kebanyakan sama, dan akhirnya kami juga menyinggung hal itu : kriteria cowok ganteng he he..atau cowok cakep yah.

Aduh sebetulnya enggak banget, di umur kami bertiga yang sudah "twenty something" kami masih berbicara tentang cowok - cowok ganteng alias cakep itu. Walau sekarang lebih realistis, yang diomongin adalah teman - teman cowok kami (halow Wan, jangan senyum-senyum atau bahkan ketawa terbahak-bahak waktu baca ini ya, jangan bilang anak - anak juga he he)

Sebetulnya orang-orang yang dekat dengan saya pasti tau pasti, selera saya mah rada aneh. Definisi cakep dan idaman saya biasanya ga pernah sama dengan definisi kebanyakan wanita tentang cowok cakep dan idaman.

Dulu sekali, saya dan Tyas - Neneng - Rini pernah ngobrol panjang tentang hal ini. Kesimpulan kami saat itu, ada 4 kriteria suami idaman :
1. fotografer, maksudnya kalau jalan-jalan ada yang motoin kita dengan sukarela, mengingat kami semua adalah banci foto, lebih rela jalan-jalan bawa tripod yang berat itu atau minta tolong difotoin orang yang ngga dikenal sekalipun, demi ngga kehilangan satu momentpun.
2. koki, dalam artian bisa masak, atau minimal mau dan ngga malu turun ke dapur dan belanja ke pasar, biar bisa meringankan tugas kita he he
3. porter, bukan porter beneran, minimal suka olahraga, jadi kalau naik gunung bisa dititipin barang, aduh pemalesan he he
4. bisa main gitar, lebih bagus lagi kalau bisa nyanyi, mengingat menyenangkan duduk di depan api unggun di depan tenda, malam - malam di bawah langit penuh berbintang sambil minum segelas coklat hangat dan mendengarkan suami bermain gitar.

Hue he he begitulah, catatan tentang 4 hal di atas masih tersimpan rapi di sebuah buku yang dulu selalu saya bawa kalau jalan-jalan. Plus sebuah catatan dengan huruf besar : JANGAN LUPA, LIBURAN KELUARGA KE RINJANI bersama fotografer, koki, porter dan gitaris masing-masing.

Tapi bagaimana harapan terwujud dalam kenyataan. Satu-satunya yang sudah menikah dari kami berempat adalah Tyas. Hmmmm bagaimana ya, nampaknya tidak ada satupun dari kriteria di atas dipenuhi oleh Karel - suami Tyas..he he tapi Karel baik hati lho. Mungkin ini harus dimasukkan ke kriteria tambahan, di tempat ke 1 malahan. Saya ingat cerita Tyas waktu ngajak Karel naik Merapi bertahun silam, yang ada Tyas yang badannya imut malah jadi porternya Karel he he he. Dan Karel kapok naik gunung lagi.

Kriteria yang sulit, walau bukan harga mati he he (terbukti pada Tyas kan). Sekian dulu ah, saya mau bekerja lagi, meneruskan GPU review sumur yang banyak banget itu. Selamat bekerja semuanya

ps : Jodoh, baik hati, fotografer, koki, porter dan gitaris..mungkin harus ditambahkan sholeh (berarti saya juga harus terus memperbaiki diri biar jadi shalehah)

No comments:

Post a Comment