Pages

Saturday, November 13, 2010

Sekolah Kehidupan di Lereng Merapi

Kami tidak pernah membayangkan akan berada di tengah – tengah mereka, berjabat tangan, dan duduk bersama untuk berbincang – bincang sebentar. Sungguh sebelumnya kami tidak mengenal satu sama lain, terpisahkan jarak dan mungkin kami tidak akan pernah bertemu. Hingga sebuah gunung di pusat pulau Jawa itu mempertemukan kami dengan mereka, para pengungsi letusan Gunung Merapi.

Satu hari yang singkat bersama mereka, tapi kami menyadari bahwa bagi mereka letusan Gunung Merapi bukanlah bencana. Bagaimana tidak, Gunung Merapi selama ini telah berbaik hati, memberikan tanah pertanian yang subur, hawa yang sejuk di desa – desa di kaki gunung, dan juga bentangan panorama alam yang menakjubkan. Merapi adalah anugerah.

Letusan Gunung Merapi di tahun 2010 memang sangat dahsyat, desa – desa yang sebelumnya berada dalam zona aman kali ini harus ikut merasakan semburan awan panas. Dalam waktu singkat kehidupan mereka yang sederhana berubah, orang tua dan anak terpisah, kehilangan tempat berteduh hingga panen raya yang tinggal mimpi.

Muntilan yang  biasanya sejuk dan nyaman menjadi kota mati. Sejauh mata memandang kami hanya melihat tumpukan debu tebal, material volkanik, hingga belasan posko dadakan yang menyediakan tempat berteduh sementara bagi para pengungsi.
Bongkar Muat
Tetapi sungguh Tuhan memang sedang tersenyum saat menciptakan negeri ini. Diantara segala keterbatasan tersebut mereka tetap tersenyum. Dengan ringan mereka bercerita mengenai “musibah” yang mereka alami. "Habis semua Mbak, ndak nyisa, ndak ada sama sekali. Tahun ini ga bakalan ada salak, wong semua yang mau panen abis. Yang mau panen cabe abis, yang salak abis, semua abis Mbak."

Dan lagi – lagi mereka menunjukkan keluhuran budi yang sulit kita temui selama ini. Dalam kondisi seperti itu, kami melihat wajah wajah optimis, tabah dan tegar. Mereka dengan ramah menyambut kami, bahkan menawarkan kami ikut makan siang bersama, yang terpaksa kami tolak secara halus, karena kami yakin mereka jauh lebih membutuhkannya di banding kami. Menu sederhana yang menjadi istimewa karena dimasak dengan penuh rasa syukur di dapur umum yg tersedia : nasi putih, bakwan, tumis tahu cabai hijau dan sayur labu. 
Suasana dapur umum
Anak - anak dalam pengungsian ini masih juga ramai bermain seakan tidak sedang dilanda bencana. Anak - anak yang bahagia. Entahlah mengapa bisa begitu. Kami datang membawa sedikit bantuan untuk mereka, tapi sebenarnya merekalah yang memberi bantuan untuk kami : mengajari kami bagaimana menghadapi kehidupan.
Bermain, riang gembira
Di akhir perjalanan singkat ini kami sangat ingin menjadi seperti mereka yang tabah menghadapi hidup. Kami tidak ingin menjadi orang - orang yang kalah terhadap riak kehidupan. Kami ingin tetap tersenyum tabah dan kembali bangkit ketika panen salak kami gagal total,ketika rumah hasil jerih payah belasan tahun hancur bahkan ketika hanya sedikit sekali harapan di masa depan.

Doa kami selalu untuk saudara kami di pengungsian, tetaplah tabah dan semangat menjalani hari - hari esok.

Cici bersama teman baru di Lereng Merapi
Posko Pengungsian Merapi di Muntilan, 13 November 20120
# A journey with Popo, Cici, Dayak, Yuyu, Anis, Ilo and brothers from KMPA Ganesha ITB, November 2010

All photos were taken by my friend - Akhyar Fikri. Credit is required if you want to use those in yours. Thank you.

Tuesday, October 12, 2010

Sunday, October 3, 2010

Happy Baby is in The House


Alhamdulillah...bisa kembali lagi ke sini :)

Baby Cici hari ini tepat berusia 15 bulan, happy baby yang sangat aktif, ramai, super duper ceria dan sangat baik sekali..wakakak Bunda narsis.

For summary, beberapa milestone Cici hingga saat ini :

  1. Sangat lancar berjalan maju, mundur, naik tangga sendiri udah sukses, lari - lari, naik turun tempat tidur
  2. Jumlah gigi 7 buah, 2 di bawah dan 5 di atas, dirawat dengan baik karena Cici rajin sikat gigi
  3. Minum pakai gelas, pakai sedotan, dari dot, dari sippy cup, dari kotak, dari aqua gelas, semua oke he he
  4. Makan sendiri pakai tangannya udah rapih, pakai sendok masih belepotan tapi Cici pantang menyerah
  5. Rame banget bin ceriwis walaupun kosakatanya belum jelas : mamammm untuk makan, popopopo untuk popo, halo untuk halo, ndaaaaa untuk bunda, tu wa ga kalau sedang berhitung satu dua tiga empat lima..apalagi ya..yang pasti Cici sangat komunikatif dan responsif..udah bisa diajak ngobrol dan dimintain tolong he he
  6. Seneng nyanyi dan denger orang nyanyi..terutama lagu dua mata saya, udah komplit sama gerakan, dan diakhiri tepuk tangan gembira
  7. Belajar pakai sepatu sendiri, padahal ga ada yang ngajarin, tapi Cici giat berusaha untuk memakai sepatunya sendiri
  8. Lagi agak agak GTM..duh sayangku makannya susah sekarang, menu favoritnya jadi nasi + telur ceplok atau bandeng..Bunda lagi mikir mau masak sayur apa ya yang Cici doyan, untungnya masih doyan makan buah dan air jeruk
  9. Berat badan dan tinggi badan belum diukur, soalnya baru tanggal 9 besok jadwal Cici imunisasi
  10. Cici lagi suka buku barunya...Pocoyo..dicobain nonton dvd Dora tapi ternyata Cici ga terlalu suka, gampang bosan.
  11. Lagi suka mainin hp Bunda Popo atau ikut sibuk kalau Bunda Popo di depan komputer

at the end we are having a happy baby in the house. Baby Cici yang selalu ceria dan jarang menangis. Tetap sehat ya anakku, doa Bunda dan Popo menyertaimu selalu.

Sunday, August 29, 2010

MPASI While Traveling


Tiba - tiba ingat punya "hutang" sama Jeng Anggi untuk sharing tips mengenai MPASI ketika traveling, katanya buat bekel mudik he he. Ok Nggi, ini dia, semoga belum terlambat ya.

Ditulis berdasarkan pengalaman pribadi, mudah - mudahan berguna , sekaligus persiapan buat Cici mudik ke Bandung ketika Lebaran besok. InsyaAllah Cici nanti usianya sudah 14 bulan, makannya ngga begitu susah lagi. Tapi kurang lebih sebenarnya perlengkapan perangnya sama.

Peralatan yang sebaiknya dibawa :

  1. talenan kecil
  2. pisau
  3. pemerah jeruk (soalnya Cici tiap pagi minum air jeruk)
  4. slow cooker
  5. panci kecil
  6. tempat makan dan sendok, juga bawa wadah kecil tertutup seperti lock and lock
  7. sabun cuci piring bayi
Walau sedang jalan - jalan, sebaiknya tata tertib makan bayi tetap dijaga, misalnya : berusaha sesuai jadwal biasa, jangan sampai melewatkan 2 kali waktu makan, dan usahakan pola dan menu makanan tetap sama.

Untuk kepraktisan, hindari makanan yang anyir seperti daging, ayam, dan ikan yang harus selalu disimpan di kulkas. Ganti dengan sumber protein dan lemak yang mudah disimpan seperti telur dan tempe.

Siapkan berbagai macam karbohidrat untuk menu sekali makan dalam plastik klip kecil, misalnya : beras, macaroni, dan oatmeal. Setibanya di tempat tujuan segera beli buah - buahan yang biasa dimakan bayi dan tahan lama (pisang, pepaya, jeruk, melon, alpukat), dan juga aneka sayuran (pokcoy, wortel, buncis, tomat, tauge) juga sumber protein dan lemak (tahu, telur, tempe, keju), plus aneka pelengkap seperti butter dan olive oil.

Menjelang Lebaran biasanya akan banyak makanan kecil yang mengundang selera bayi. Antisipasi dengan membuatkan biskuit khusus bayi yang bebas gula garam, atau siapkan selalu buah - buahan di dalam tas.

Selamat mudik..semoga berguna..dan tetap makan sehat ya 

nb : foto baby Cici weekend kemarin, alhamdulillah makannya sudah lebih rapih he he, pakai gelasnya udah mahir..bravo Cici

Monday, August 23, 2010

23 Agustus 2010

Keluarga Kami - 23 Agustus 2010

Ya Allah,
Andai Kau berkenan, limpahkanlah rasa cinta kepada kami,
Yang Kau jadikan pengikat rindu Rasulullah dan Khadijah Al Qubro
Yang Kau jadikan mata air kasih sayang Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az Zahra
Yang Kau jadikan penghias keluarga Nabi-Mu yang suci

Ya Allah,
Andai semua itu tak layak bagi kami,
Maka cukupkanlah permohonan kami dengan ridlo-Mu
Jadikanlah kami Suami & Istri yang saling mencintai di kala dekat,
Saling menjaga kehormatan dikala jauh,
Saling menghibur dikala duka,
Saling mengingatkan dikala bahagia,
Saling mendoakan dalam kebaikan dan ketaqwaan,
Serta saling menyempurnakan dalam peribadatan.

Ya Allah,
Sempurnakanlah kebahagiaan kami
Dengan menjadikan perkawinan kami ini sebagai ibadah kepada-Mu
Dan bukti ketaatan kami kepada sunnah Rasul-Mu.

Ya Allah…
Indahkanlah rumah kami dengan kalimat-kalimat-Mu yang suci. 
Suburkanlah kami dengan keturunan yang membesarkan asma-Mu. 
Penuhi kami dengan amal shaleh yang Engkau ridhai. 
Jadikan mereka Yaa…Allah teladan yang baik bagi manusia.

Ya Allah…
Damaikanlah pertengkaran di antara kami, pertautkan hati kami, dan tunjukkan kepada kami jalan-jalan keselamatan. 
Selamatkan kami dari kegelapan kepada cahaya. 
Jauhkan kami dari kejelekan yang tampak dan tersembunyi.

Ya Allah…
Berkatilah pendengaran kami, penglihatan kami, hati kami, suami/isteri kami, keturunan kami dan ampunilah kami. Jaikanlah kami termasuk golongan orang-orang mukmin.

Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dear Poci, selamat untuk hari pernikahan kita, semoga Allah SWT mengabulkan doa - doa kita :)

Jakarta, 23 Agustus 2010, our 2nd wedding anniversary.
Cici ngambek pengen cepet pulang..ganggu aja nih..padahal Bunda dan Popo mau kencan :p

Sunday, August 1, 2010

13 Mos Tod is In The House


Wow Baby Cici hampir 13 bulan. Bunda pemalas belum sempat juga menuliskan cerita ulang tahun Cici kemarin. Rencana naik gunung diganti jadi tour dari pantai ke gunung. Mulai dari Cikembang - Sawarna - Pulomanuk - Sukabumi - Ciptagelar dan Halimun..dan Baby Cici betul - betul traveler sejati, sangat menikmati dan selalu tersenyum, walaupun di dalam mobil panasnya bukan main.

Cici di usia hampir 13 bulan alhamdulillah sudah lancar berjalan, di 10 bulan Cici mulai berjalan, rajin berlatih dan sekarang sudah ada anak bayi berkeliaran dan berlari - lari di dalam rumah, ga bisa diam, diamnya hanya tidur :)

Makannya alhamdulillah masih ga susah, tetap bebas gula garam dan tetap Bunda yang masak tiap hari. Singkong keju tetap jadi makanan favorit..plus yoghurt mangga..hmm yummy. 

2 minggu yang lalu Cici imunisasi PCV ke 2, kita ketemu dr. Purnamawati yang ternyata baik banget. Baru sekarang ketemu dokter sebaik beliau. Cici juga senang sekali, dinyanyiin terus sama Eyang Dokter. Berat 8.9 kg dan tinggi 75 cm. Beratnya agak turun hiks, sepertinya efek samping dari berlibur kemarin.

Cici imut sekarang udah tambah asik diajak ngobrol, bisa dimintain tolong hi hi dan udah ngerti dilarang..hu hu dirimu pintar sekali Nak. Ngomongnya belum banyak kemajuan, tapi cerewetnya tetep..apa apapaa..mamammm..bababba..coming soon kata - kata yang lain ya Nak.

Satu hal yang saya sadari dari jalan - jalan kemarin adalah Baby Cici itu extrovert sekali...pandai bergaul dan berteman . Ceria selalu.

Cici di Kasepuhan Cipta Gelar

Friday, July 23, 2010

Selamat Milad Anakku Sayang


Cici, 3 minggu yang lalu Cici berulangtahun, alhamdulillah 1 tahun telah kita lewati bersama ya Nak. Bunda bersyukur, sangat sangat bersyukur karena Allah memberi Bunda dan Popo karunia yang tak ternilai dan juga amanah yang begitu besar untuk menjaga dan merawat Cici.

Rasanya baru kemarin Cici mengapung di air, dan diserahkan ke pelukan Bunda oleh dr. Otamar. Sepertinya baru kemarin juga Cici merayap perlahan dan berhasil mimik ASI Bunda untuk pertama kalinya. Cici yang mungil, seneng bobo, sekarang tumbuh menjadi batita kecil Bunda yang sehat, aktif dan lincah, waktu berjalan begitu cepat Nak.

Rasanya baru kemarin juga Bunda menggendong Cici untuk pertama kalinya. Begitu mungil, dan betapa Bunda sangat khawatir menggendong tubuh kecilmu. Bagaimana Bunda berusaha memandikan Cici sendiri saat kita pulang ke rumah untuk pertama kalinya, karena Bunda ingin merawatmu dengan tangan Bunda sendiri Nak. Tapi lihatlah sekarang, bayi kecil Bunda telah pandai berjalan, kesana kemari dan kadang berlari sambil menarik - narik tangan Bunda dengan riang. Sering terpikirkan oleh Bunda, suatu saat mungkin situasi akan berbalik. Cici menuntun Bunda..InsyaAllah.

Sungguh panjang daftar ini bila dilanjutkan, waktu berjalan sangat cepat, 1 tahun berlalu hanya seperti kita mengedipkan mata. Sungguh waktu yang teramat singkat ini tidak ingin Bunda sia - siakan. 

Bunda bersyukur untuk 1 tahun hidup yang menakjubkan bersama Cici, terimakasih telah mengajari Bunda banyak hal, mengajari Bunda menjadi lebih sabar, lebih kuat dan untuk menemani Bunda.

Selamat milad anakku sayang, semoga Allah selalu menjagamu.

Cici 1st Birthday, July 2, 2010