Pages

Wednesday, February 5, 2014

Condo Hunting Kuala Lumpur

Tinggal di mana ya ? itulah salah satu pertanyaan yang muncul di benak kami ketika saat itu kami memutuskan pindah ke Kuala Lumpur. Alhamdulillah ada housing allowance dari kantor dan kami bebas memilih untuk tinggal di mana. Sebetulnya banyak sekali referensi dari teman yang sudah lebih dulu tinggal disini, tapi tetap saja sepertinya tidak afdol kalau tidak melakukan research sendiri.

pic from : http://mydailystatus.blogspot.com/2012/02/condo-hunting.html
Asistennya tentu saja paman google. Pararel dengan school hunting, hampir setiap malam pekerjaan tambahan kami adalah condo hunting. Gampang - gampang susah. Gampang sebenarnya karena kami sudah punya kriteria untuk condo idaman dan banyak sekali referensi dari teman, susah karena ternyata ga mudah menghubungi para agent property disini. Dari belasan email dan sms hanya beberapa saja yang merespon balik. Selain itu ternyata banyak pilihan pun membuat hidup lebih susah.

Ok, kriteria untuk tempat tinggal idaman kami di Kuala Lumpur antara lain adalah :
  • dekat ke stasiun LRT, ini wajib hukumnya. Dekat disini berarti walking distance, dan kalau bisa tidak usah pindah jalur LRT untuk pergi kerja. Berarti pilihannya adalah condo di sekitar LRT Kelana Jaya
  • sesuai budget alias ngga nombok, intinya ogah rugi hehe dan pengennya masih bisa nabung dari sini
  • furnished, wajib untuk tahun pertama karena kami ga punya uang untuk beli furniture baru dan juga kami tidak akan shipping barang dari Indonesia -> konsekuensinya harga sewa relatif lebih mahal
  • berada di jalur jemputan sekolah, agar Cici bisa naik school bus ke sekolah
  • ada ovennya :D, ini wajib pula hukumnya
  • 3 bed rooms minimal, karena pasti akan ada keluarga atau teman datang berkunjung
Nah ga susah kan sebenarnya, kecuali tentang oven memang. Ternyata tidak mudah mencari condo yang mempunyai oven. Kalaupun ada harganya mahal sekali atau masuk budget tapi kamarnya hanya 2. Sampai mid Desember kami belum menemukan condo idaman dan hari - hari pertama bekerja pun ditambah dengan kesibukan condo hunting

Alhamdulillah menjelang tahun baru kami menemukan sebuah condo di Desa Pandan area, namanya Mutiara Upper East Condo. Hanya 1x viewing, jauh cinta, langsung deal. Mungkin itu yang namanya jodoh ya, semuanya dimudahkan. Bahkan yang mengejutkan owner condo ini ternyata orang Indonesia, ga jauh - jauh memang. 

Jaraknya ke stasiun LRT memang cukup jauh, 1.7 km ke LRT Jelatek. Setiap hari saya berjalan kaki untuk pergi bekerja, lumayan kan. Siapa tahu bisa kurus. Lokasi condo inipun sangat strategis, 5 menit naik mobil ke Bukit Bintang, 5 menit ke KLCC, 30 menit ke IKEA, 30 menit ke sekolah Cici, dekat Sari Ratu restaurant, groceries shopping tinggal jalan kaki ke Great Eastern mall atau kalau mau ke pasar tradisional tinggal jalan kaki ke Dato Kramat. 

Unitnya besar - besar, dan semua kamarnya mempunyai jendela. Alhamdulillah memang. 1 bulan sudah kami tinggal disini dan betah sekali. Harganya pun cukup miring karena lokasinya yang agak jauh dari LRT tadi. Oven ada tentunya dan bagus bangett. Terharu. 

Nah untuk referensi, ini dia beberapa condo yang sempat kami lihat :
  • Desa Putra di Wangsa Maju, sangat dekat dengan LRT Sri Rampai. Banyak orang Indonesia tinggal disini dan dekat dengan Wangsa Walk Shopping Mall. Sebetulnya ini condo idaman kami, sederhana, nyaman, fasilitas ok, masakan di kantinnya enak banget (kokinya orang Jawa Timur). Sayangnya dari sekian banyak unit yang kami lihat tidak ada yang cocok. Kalaupun ada harganya lumayan mahal, di atas harga pasar yang sekitar RM 2500 - 3500. Selain itu agak jauh dari sekolah Cici.
  • Riana Green di Wangsa Maju, dekat dengan LRT Sri Rampai. Unit lebih luas dibandingkan dengan Desa Putra. Banyak juga orang Indonesia disini. Harga sewa mulai RM 4500 ke atas. Kami tidak sempat viewing karena mempertimbangkan jalur berjalan kaki dari stasiun LRT yang kurang nyaman, nanjak :)
  • Idaman Residence di KLCC, hanya 5 menit berjalan kaki ke KLCC. Harga cukup tinggi, rata - rata RM 5000 ke atas. Ada satu unit yang kami suka tapi harganya RM 7000, terlalu mahal untuk kami. Fasilitas tidak terlalu banyak, menurut saya kurang cocok untuk family life.
  • Hampshire di KLCC, hanya 7 menit berjalan ke KLCC. Kami sempat viewing unit 2 kamar dengan harga RM 5500. Fasilitas sangat baik, kolam renangnya menyenangkan dan ada play area yang bagus sekali. Sayangnya dengan RM 5500 hanya dapat unit dengan 2 kamar.
Beberapa condo lain yang tidak sempat kami lihat tapi jadi favoritnya orang Indonesia antara lain :
  • Serimaya, high density building. Ada 6 tower, bahkan tower yang high rise-nya sampai 40 lantai. Kisaran harga sewa mulai dari RM 3500.  Naik LRT tinggal nyebrang jalan ke stasiun Setiawangsa.
  • Kampung Warisan, ini low rise hanya 4 lantai saja. Berkonsep resort, sangat hijau. Menyenangkan sebenarnya, sayang konon banyak nyamuk juga ular. Lokasinya di sebelah Serimaya. Harga sewa mulai dari RM 4000.
  • Marc Residence di KLCC. Harga sewa mulai dari RM 6000. Menurut saya over price karena unitnya kecil. Tetapi makan siang bisa jalan kaki pulang.
  • My Habitat di Ampang. Condo baru, harga sewa mulai dari RM 5000.
Semoga bermanfaat ya. Enjoy KL.

city view from our bed room



Sunday, January 12, 2014

Greetings from Kuala Lumpur

Alhamdulillah bisa kembali kesini, dan kali ini kami bertiga sudah nyaris resmi menjadi warga Kuala Lumpur. Sudah 1 minggu lebih tinggal di condo, sudah 1 minggu Cici sekolah dan sudah hampir 4 minggu di kantor baru. 

Bagaimana di tempat baru ?
Menyenangkan, alhamdulillah. Walaupun saat - saat pertama selalu menyedihkan ya. Mulai dari pencarian condo yang akhirnya berakhir manis, pekerjaan baru, lingkungan baru, teman - teman baru, gaji baru (belum ngerasain gajian hiks), sekolah Cici yang baru dan lainnya. Doakan selalu baik - baik saja. Alhamdulillah banyak sekali yang membantu kami selama ini, bisa panjang sekali kalau diceritakan disini. Semoga Allah SWT mencatatnya sebagai amal kebaikan.

Akhirnya bisa merasakan ke kantor bebas macet, horeee. Cici ke sekolah alhamdulillah bisa naik school bus. Alhamdulillah, Alhamdulillah, sungguh nikmat mana lagi yang kami dustakan, terimakasih ya Allah.

Ceritanya mana ?
Coming soon haha, di condo belum ada internet. Baru selasa besok dipasang, Unifi we need you muah muah. Nantikan serunya petulangan kami bertiga di Kuala Lumpur ya.

Sunday, December 8, 2013

Padi Open Water Course - Pulau Sepa

Sabtu, 30 November 2013
Tibalah hari yang dinanti hehe. Jam 5 pagi kami sudah meninggalkan rumah menuju Bintaro, mengantarkan Cici ke rumah teman kami - Neneng dan Hendrig. Jam 6 dari Bintaro, nyasar - nyasar dan alhamdulillah jam 7.15 kami sudah tiba di dermaga 19 di Marina Ancol, dermaga Pulau Sepa. Ramai sekali, banyak sekali rombongan yang akan berangkat ke Sepa, mulai dari rombongan divers temannya Mas Yonatan sampai rombongan Ibu - Ibu yang ternyata sedang reunian.

Dermaga 19 - Pulau Sepa di Marina Ancol
Jam 8 kapal berangkat dan jam 10 pas tiba di Sepa. Sepanjang jalan sukses tidur, enak banget angin sepoi - sepoi. Pulau Sepa sendiri mirip - mirip Pulau Putri ya, banyak pohonnya, sejuk. Lautnya biru tosca, bersih dan ademmm sekali nampaknya.

dermaga Pulau Sepa, adem lihat lautnya biru tosca
Saya dan Helmy dapat kamar Gurita 1, sedangkan Wahyu di Flipper. Kali ini bertambah dua lagi siswa, ada Enrico dan Josua. Total kami berlima plus Mas Yonatan sang instruktur.Kamar Gurita ini lucu, tidak ada dipan. Jadi bagian kasurnya ditinggikan dengan meninggikan lantai. Not bad lah, yang penting bersih, kamar mandinya juga ok, airnya payau tapi lumayan fresh juga. AC juga dingin, ada TV. Overall ok, jauh lebih bagus daripada kamar di Pulau Putri, walau sedikit lebih kecil.

Gurita 1
Ga pakai lama, jam 10.30 kami sudah siap di dermaga. Sudah pakai wet suit dan langsung set BCD, tabung dan regulator. Di dive pertama ini kami akan menyelam di sekitar dermaga, turun sampai 5 meter dan langsung knowledge review hehe. Dalam hati saya berjanji ga boleh panik, harus bisa..tenang aja, ga sampai makan siang udah selesai dan ini kan hanya 5 meter, sama kaya di kolam. Dive ke - 2 dan seterusnya harusnya udah santai.Selain kami berenam ada juga Mas Agus, beliau adalah instruktur dari Pulau Sepa, ikut bantuin Mas Yonatan untuk dive pertama ini. 

Full team minus Josua : May - Helmy - Mas Yonatan - Wahyu - Enrico
Selesai set BCD dan cek cek kami turun ke laut, ternyata lebih asik ya, visibility bagus, dan ternyata airnya ga seasin yang saya perkirakan. Turun, equalize, semua ok. Di awal kami belajar yang namanya CESA (Control Emergency Swimming Ascend), nah CESA ini adalah simulasi kalau seorang diver kehabisan oksigen dan jauh dari buddy. Tidak terlalu susah, semua lancar.

Setelah CESA kami turun lagi dan skill pertama adalah regulator recovery. Mas Yonatan seperti biasa memberi contoh dan satu persatu kami mencobanya. Saya kebagian terakhir karena posisi paling kiri, dan sebetulnya saya PD pasti bisa. Entah kenapa lagi - lagi ga bener pasang regulator, keburu pencet, air masuk, panik dan sukses naik ke atas. Duh sebel banget, karena sebenarnya di kolam kan udah bisa. Setelah nyoba beberapa kali di surface saya turun lagi, ulang lagi dan berhasil. Selanjutnya mencoba pakai octopus juga lancar. 

Panik attack berikutnya adalah mask clearing, entah kenapa saya ga berhasil membersihkan air di dalam masker, dan standar kepanikan adalah pengen naik ke atas yang saya tahu bahwa itu sebenarnya ga boleh dan berbahaya sekali. Untungnya Mas Yonatan dan Mas Agus buru - buru menahan, saya coba naik dan ditahan lagi, aduhh putus asa jadinya, air di masker udah banyak banget, ga kerasa udah banyak banget yang kehirup. Yang ada di kepala saya saat itu adalah pengen naik ke atas, dan udahan aja deh, ga jadi diving hehe. Mas Yonatan mencoba menenangkan saya, saya disuruh tarik nafas panjang dan kemudian disuruh mencoba membersihkan air di masker. Alhamdulillah berhasil, lega sekali. Mask replacement pun ok, alhamdulillah.

Tidak terasa 50 menit sudah, kami diajak bergerak menjauh ke air yang lebih dangkal, safety stop dan kemudian naik ke permukaan. Subhanallah, pengalaman pertama diving yang sesungguhnya, lega sekali rasanya. 

Setelah makan siang kami naik boat menuju pulau Tongkeng, kurang lebih 15 menit saja dari Pulau Sepa. Pulau ini adalah pulau pribadi milik Setiawan Djodi, hebat ya..bisa punya pulau hehe. Kali ini kami mencoba turun sambil back roll dari boat, asik banget ternyata. Dive ke 2 ini kami akan mencoba menyelam sampai 12 meter sambil praktek bouyancy. Awal awal masker saya lagi - lagi bermasalah, sampai akhirnya Mas Yonatan menawarkan untuk tukaran masker, dan ternyata memang beda harga beda kualitas. Maskernya enak banget. Dive ke 2 ini lancar dan menyenangkan, awal awal saya sempat kesulitan menjaga neutral bouyancy, bolak balik ngembangin - kempesin BCD, tapi akhirnya lancar...asikkk. Teman - teman lain juga sempat kesulitan di awal, Wahyu bahkan sampai naik ke surface :D

after dive Pulau Tongkeng
Besok paginya kami sudah siap - siap lagi, jam 8 pagi kami naik boat menuju Pulau Papa Theo, disini ada ship wreck. Kebayang pasti bagus. Dive ke-3 dan kami akan mencoba turun sampai 18 meter..wow gimana ya rasanya. Selain kami ber-6 kali ini ada rombongan lain yang juga sedang ujian open water dan 2 ibu-ibu yang akan fun dive. Di bawah berasa penuh, sampai bingung cari teman, semua hampir mirip. Visibility bagus sekali, ship wreck keren dan 18 meter itu sesuatu. Makin dalam, pressure bertambah dan nafas bertambah berat. Sesaat saya sempat merasa kehabisan udara. Sampai di atas Helmy sempat muntah, Enrico mimisan parah, mabok semua hehe.

siap - siap dive 3 - Pulau Papa Theo : Helmy - Mas Yonatan - May - Wahyu
jam terbang 3x dive versus > 4 kali ngereset dive com or at least > 4000x dive
Kembali ke Sepa dan kami duduk - duduk di dermaga sambil surface interval. Dive ke 4 ini udah pada malas, tadi pagi kayanya udah puncaknya. Pengennya kalau boleh ngabur hehe, untung kebagian satu tim kompak, Mas Yonatan juga asik orangnya. Ga kebayang kalau ikut di tetangga sebelah ujiannya :p

Dive terakhir ini agak menyebalkan, kami dive di sekitar dermaga. Sebetulnya ga banyak yang dilihat karena pasir semua. Visibility kacau dan disini bouyancy saya parah banget. Helmy sampai BT haha. Bolak balik narik saya yang bolak balik turun naik. Tapi ya memang susah saudara, ga keliatan apa - apa karena yang lainnya juga sibuk main pasir.

Jam 12.30 selesai semuanya, InshaAllah kami semua lulus, tinggal ujian tertulis saja. Makan siang, packing dan jam 2 kami pulang ke Jakarta.

Rasanya lega sekali, underwater world itu menakjubkan ya. For sure will be back soon. Terimakasih untuk Helmy dan Wahyu yang sudah menemani, juga Enrico dan Josua teman senasib di pulau. Big thanks untuk Mas Yonatan yang super sabar, cool dan asik, very recommended instructor

Go deeper underwater !

nyaris certified PADI Open Water Divers :)
PR : nurunin berat badan, yoga, nabung beli BCD, regulator dan dive trip :D

Friday, December 6, 2013

PADI Open Water Course - Part 1

Katanya sih, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Setuju sekali, dan akhirnya setelah menunda hampir 13 tahun akhirnya saya nyaris certified sebagai Padi Open Water diver..horeee. Kenapa nyaris, soalnya ujian teorinya belum sempat, InshaAllah selasa depan, dan sah sudah :D.
Source : http://www.supremescuba.co.uk/open-water-diver.php
 Jadi sebenarnya sudah dari jaman kuliah dulu saya penasaran dengan yang namanya diving. Tahun 2000 saya sempat 1 kali ikut latihan bersama unit selam ITB tapi sayang tidak berlanjut. Gara - gara kapok disuruh mask clearing dan berenang 200 meter. Huh memalukan memang. 

Tahun 2004 saya sempat 1 kali ikut kelas teori di Bubbles Dive, waktu itu kantornya masih di Citos. Sayangnya gagal lagi, waktu itu saya terlanjur pindah bekerja ke Balikpapan dan tidak memungkinkan ikut ujian ke pulau. Tertunda lagi.

Saat sudah menikah beberapa kali saya mengajak suami untuk bersama - sama ikut kursus ini, tapi kok ya susah ya, secara suami tidak bisa berenang dan cenderung water proof :D. Selain itu pertimbangan biayanya juga kok ya mahal banget.

Tahun 2013 ini ada kemajuan, teman saya Mario yang sudah jadi PADI instructor menawarkan untuk jadi guru kami. Tapi kok ya susah sekali menyamakan jadwal, secara Mario tinggal di Sorowako sedangkan kami di Jakarta.

Sampai akhirnya Agustus 2013 kemarin, teman saya Ilo dan Wahyu memaksa kami untuk ikut kursus selam. Ilo ingin belajar karena dia akhir September mau pindah ke Jerman, inginnya sudah certified sebelum pindah kesana. Sedangkan Wahyu karena dia ada rencana field trip ke Misol di bulan September, inginnya disana bisa menyelam.

Baiklahhh, akhirnya kami berempat siap :). Step berikutnya tentu memilih institusi penyelenggaranya. Di Jakarta banyak sekali pilihan dive center, ada Lautan Mas, Dive Master, Ody Dive, Planet Diving, Bubbles Dive, banyak. Semuanya bagus, dan harganya juga beda - beda tipis. Bikin bingung. Sampai akhirnya Planet Diving menawarkan promo Open Water PADI Course dengan harga IDR 5,000,000 per orang, sudah termasuk ujian ke pulau plus bonus wet suit Oceanic. Sip banget kan, mengingat harga wet suit saja sudah diatas 1 juta rupiah. Selain itu menurut Mario Planet Diving juga oke kok, pemilik Planet Diving dikenal sebagai diver yang mumpuni soal safety dan lainnya.

Menurut web-nya PADI, Open Water Diver Course merupakan starting point bagi para divers pemula. Pre-requisites nya antara lain berumur minimal 10 tahun, fit for diving dan bisa berenang. Haha untuk point terakhir ini 3 diantara kami berempat sudah tidak lolos. Tapi katanya sih dengan belajar diving akhirnya bisa berenang lho, baiklah kita maju terus.

Source : http://www.padi.com/scuba/padi-courses/diver-level-courses/default.aspx
 Materi belajar untuk Open Water Dive ini dibagi menjadi 3 bagian : teori di kelas (knowledge development), praktek di kolam (confined water dives) dan minimum 4 kali diving di laut yang dikenal sebagai ujian ke pulau. Sebagai syarat kelulusan ada ujian teori sebanyak 50 soal dan minimum hanya boleh salah 12, waktunya 1 jam sajah.

Sayangnya di bulan September itu mendadak saya harus ke rig 10 hari. Akhirnya Ilo batal ikut karena harus berangkat ke Jerman dan Wahyu pun berangkat ke Misol :D. Objective tidak tercapai, tapi terlanjur basah kami bertiga maju terus. Kelas teori sebanyak 2 kali dilakukan di kantor Planet Diving di depan kolam renang Senayan. Kami menonton video sambil sesekali Mas Yonatan - instruktur kami menjelaskan beberapa hal secara lebih detil. Menarik, walau menontonnya sambil terkantuk - kantuk di malam hari.

Oya Mas Yonatan alias Apaw ini sudah menyelam selama 18 tahun lebih lhoo, kalau manusia udah mau masuk kuliah aja. Jadi ceritanya beliau awalnya belajar selam di Unit Diving Trisakti, keterusan sampai akhirnya jadi profesi. Beliau jadi instruktur sejak tahun 2001. Waktu saya cerita ke Mario ternyata mereka saling kenal, ah dunia sempit.

Kelas kolam kami yang pertama dilakukan di hari Minggu, bulan Oktober 2013. Karena wet suit-nya belum diambil kami masih pakai baju renang saja. Pertama kalinya mencoba memasang BCD ke tabung, regulator, dll sendiri..asik. Setelah siap langsung ke pinggir kolam dan belajar cara nyemplung ke air. Deg degan seru. Jadi sebenarnya walau saya bisa berenang tapi kan saya orangnya panikan, haduh ga tau deh bagaimana ceritanya nanti di bawah sana.

Kami berempat perlahan - lahan masuk ke air, 5 meter saja, tapi turunnya berasa lama banget. Kempeskan BCD, bernafas perlahan dan jangan lupa equalize, pengalaman pertama bernafas di dalam air yang ternyata bikin tenggorokan kering. Hiks karena belum biasa kali ya. Di pengalaman pertama ini ternyata yang namanya equalisasi itu susah ya, padahal teorinya gampang, tutup hidung, tarik nafas panjang, mirip - mirip kalau kita lagi naik pesawat. Bolak - balik nyoba sampai akhirnya telinga saya ga sakit lagi.

Sampai di dasar kolam, ternyata ga mudah menjaga yang namanya neutral bouyancy. Beberapa kali kami bertiga bergantian naik ke atas hehe, Mas Yonatan bolak - balik narik salah satu dari kami yang naik ke atas. Ternyata kuncinya di nafas, harus teratur, panjang, perlahan dan dalam. Jangan buru - buru biar ga boros dan tenggorokan ngga kering.

Pelajaran selanjutnya adalah regulator recovery. Jadi ceritanya kita belajar bagaimana memasang kembali regulator yang terlepas di dalam air. Selalu Mas Yonatan akan memberi contoh dan kemudian satu - persatu kita mencoba. Melihatnya kok ya gampang ya. Helmy dan Wahyu sukses dan saya gagal hehehe, di percobaan pertama itu saya belum memasang regulator dengan benar, akhirnya air malah sukses masuk ke mulut, menghasilkan kepanikan dan buru - buru naik ke atas. Rasanya ga enak banget, sampai di atas akhirnya disuruh latihan dulu di surface, setelah PD saya turun lagi, mencoba lagi dan berhasil.

Setelah sukses di regulator recovery, selanjutnya kami belajar menggunakan Octopus atau alternate air source. Ceritanya udara kita habis dan kita harus minta kepada teman. Tidak terlalu susah ternyata, sambil mencoba memakai octopus kami belajar bergerak sambil berpegangan tangan.

Berikutnya yang lumayan mimpi buruk, mask clearing. Melihat contohnya sepertinya gampang, tapi prakteknya ternyata susah. Tapi alhamdulillah semua berhasil, hore.

Kelas kolam kedua kami lakukan hari Rabu di minggu yang sama, malam hari jam 7. Pelajaran pertama adalah melepas weight belt dan BCD di dalam air, kemudian memasangnya lagi. Tidak terlalu susah, semua lancar. Free flow regulator breathing juga sukses, semua bisa. Sampai akhirnya mask replacement, ini dia mimpi buruk selanjutnya. Sesuai namanya kita belajar bagaimana melepas masker di dalam air dan memakainya kembali. Wahyu mencoba pertama kali dan gagal sampai akhirnya Wahyu naik ke atas. Haduh tambah deg - degan aja, giliran kedua adalah saya, dan gagal juga. Susah sekali mask clearing setelah masker terpasang dan akhirnya saya ikut - ikutan naik ke atas. Setelah mencoba di atas saya turun lagi, mencoba dan bisa :D. Helmy juga bisa, sukses di percobaan pertama.

Kelas kolam ketiga baru kami lakukan di minggu terakhir November 2013, beberapa hari sebelum ke pulau. Saking lama jedanya berasa belajar lagi dari awal. Kali ini kami sudah pakai wet suit semua. Pelajaran kali ini mengenai bouyancy, kalau 2 pertemuan pertama udah susah, ternyata yang ini paling susah. Bolak - balik kami naik turun karena belum bisa bernafas dengan baik. Karena lagi pilek saya terpaksa berhenti latihan, mendadak telinga sakit sekali dan tidak bisa equalize.

Di akhir kelas kolam ini kami sama - sama saling menyalahkan, jadi sebenarnya siapa sih dulu yang ngajakin kursus diving :D. Sampai hari Jumat siang Wahyu masih bilang kalau dia males banget ke pulau, sama sih..sebenernya saya juga malas dan agak takut wkwkwkwk. Ga kebayang harus mengulang semua praktek di kolam di air laut. Tapi ya mau gimana lagi, beneran udah nanggung. Beberapa hari terakhir berusaha keras menyembuhkan pilek, minum panadol , redoxon dll. Semoga tidak pilek lagi hari Sabtu nanti.

Saturday, November 16, 2013

Mencari Sekolahan

H- beberapa belas dan semua belum beres haha. Ini beneran mau pindah cowboy banget deh. Banyak sekali sebetulnya urusan yang harus dibereskan, tapi sepertinya baru sedikit yang selesai.

Salah satu yang biking pusing 7 keliling adalah urusan mencari sekolah, dan soal sekolah ini pulalah salah satu hal yang membuat kami sedih meninggalkan Jakarta. Sekolah Cici yang sekarang : IHF Karakter benar - benar pas di hati. Sampai - sampai Cici pernah memohon untuk mengajak teman - teman dan Ibu-Bapak Guru pindah ke Kuala Lumpur. Yukkk Bunda setuju :)

Salah satu hal yang pasti akan dirindukan Cici - Sekolah Karakter, September 2012

Bila di sini saya tidak pernah melirik yang namanya international school, tapi di Kuala Lumpur mau ga mau sepertinya itu pilihan yang cocok untuk Cici saat ini. Karena beberapa hal, soal kurikulum adalah salah satunya. Kurikulum nasional Malaysia memulai tahun ajarannya di bulan Januari dan usia masuk SD adalah 5 tahun. Sepertinya agak sulit diterapkan dalam kasus Cici. Kami mungkin tidak menetap selamanya di Kuala Lumpur, ketika pindah nanti mungkin akan jadi masalah, bisa jadi Cici harus downgrade class atau malah upgrade yang biasanya sulit terjadi.

Alasan kedua adalah soal bahasa, bahasa pengantar di sekolah nasional adalah Bahasa Melayu, walaupun memang porsi Bahasa Inggrisnya juga banyak. Sepertinya tidak untuk Cici :D. Alasan ketiga adalah ogah rugi haha, alhamdulillah Cici dapat beasiswa alias uang sekolahnya dibayarin. Jadi kok merasa sayang, ayolah kita manfaatkan Ci.

International school itu ternyata macam - macam ya. Haduh kemana aja ya selama ini, soalnya aku cinta IHF Karakter, ngga perlu kurikulum - kurikulum itu. Tapi sekarang marilah kita tengok satu - persatu.

British National Curiculum
Sesuai namanya, ini adalah sekolah yang menganut kurikulum British. Ada banyak sekali pilihan : Alice Smith, British International, Cempaka, Garden International, banyakkkkk. Jadi katanya kurikulum ini memang kurikulum standard yang banyak dipakai oleh ratusan sekolah di dunia. Nah katanya lagi, dengan memilih kurikulum ini kita bisa memastikan Cici kalau pindah sekolah kemana aja bakalan diterima, InshaAllah. Kelebihan lainnya adalah soal cara mengajar : Teaching and learning is enquiry based with an emphasis on problem solving and aims to build up pupils' abilities as learners. Salah satu point positif yang saya pelajari dari rekan - rekan kerja asal UK, mereka memang cenderung menjadi seseorang yang senang belajar ya, rasa ingin tahunya besar, tahu segala macam dan senang sekali berdiskusi alias cerewet haha.

North American Curiculum
Sesuai namanya ini adalah kurikulum Amerika. Di Kuala Lumpur tidak terlalu banyak pilihannya, ada ISKL dan Mont Kiara. Saya tidak tahu persis apa bedanya dengan British Curiculum, tetapi hasil google testimoni orang tua yang Non American, sepertinya sekolah ini cenderung santai, tuntutan akademik tidak terlalu besar. Mereka lebih percaya belajar dari proses dan pengalaman. Asik ya.

Australian Curiculum
Hanya satu sekolah di Kuala Lumpur dengan Australian curiculum, AISM namanya. Tidak banyak yang saya ketahui mengenai kurikulum ini. Tapi katanya kalau mau anak kita jadi seneng olahraga, masukin aja deh ke sekolah ini. Dijamin mereka jadi suka banget kegiatan outdoor, sport maniac..Australia banget.

Islamic Curiculum
Nah mungkin namanya kurang pas ya, karena sebetulnya sekolah - sekolah ini juga mengkombinasikan kurikulum lainnya. Satu yang pasti, porsi Islamic studiesnya jauh lebih banyak. Bahasa pengantarnya juga bahasa Inggris. Ada beberapa sekolah : International Islamic School, Adni Islamic School, International Modern Arabic School, dan beberapa lainnya.

Nah kata pepatah semakin banyak pilihan itu semakin pusing adalah benar saudara. Kami bingung menentukan pilihan. Akhirnya kami mencoba membuat beberapa kriteria wajib, antara lain : ada bis sekolah, fee terjangkau (jadi ya walaupun dibayarin tetep ada plafonnya hiks), ada pelajaran Agama Islam dan ada papan panjat. Yang terakhir adalah keinginan orang tua Cici yang ingin memaksakan hobby haha. Tapi sebetulnya bukan papan panjat aja sih, ada fasilitas sekolah yang baik, ada playground, ada kolam renang pasti lebih baik.

Pilihan kami akhirnya jatuh ke MIGS, ADNI, Cempaka, Alice Smith dan British International. Dua sekolah yang terakhir sebetulnya tidak ada pelajaran agama, tapi kami pilih karena membaca testimoni yang bagus dan karena si British International seragamnya kerennnn. Walaupun sebenarnya juga over budget, kami harus nombok. Ternyata banyak minusnya ya, tapi dasar manusia, sempat beberapa saat kami ingin sekali Cici masuk kesana. Walaupun di dalam hati ada kekhawatiran, bagaimana dengan pelajaran agamanya, dan yang langsung dibenarkan dengan : nanti kita panggil guru ngaji ke rumah. Tapi Allah memang maha besar, alhamdulillah kami dituntun ke jalan yang lurus. Alice Smith dan British International semuanya penuh, waiting list-nya belasan dan ternyata mereka lebih mengutamakan anak - anak berwarganegara UK atau negara - negara commonwealth. Hmm baiklah. Say goodbye to them.

ADNI terpaksa kami coret dari daftar, mengingat ADNI mengikuti tahun ajaran Malaysia yang dimulai di bulan Januari, walaupun kurikulumnya adalah kurikulum Singapura. Selain itu juga waiting list dong. Haduh ini sekolahan kenapa penuh semua ya.

Alhamdulillah akhirnya ada kesempatan untuk Cici. MIGS dan Cempaka masih ada tempat. MIGS ini sekolah favoritnya orang Indonesia hehe, setidaknya ada beberapa teman saya yang menyekolahkan anaknya disana. Konon kurikulumnya bagus, uang sekolahnya tidak terlalu mahal, ada pelajaran agama Islam tapi sayangnya fasilitasnya minim. Cempaka ini private school yang kemudian berkembang menjadi international school. Fasilitasnya oke banget, terharu deh melihatnya. Kurikulumnya bagus, terkenal sebagai sekolah yang akademik tapi tetap seimbang dengan kegiatan ekskulnya yang banyak, dan yang pasti ada pelajaran agama di sekolah.

Kedua sekolah tersebut belum pernah kami lihat secara langsung. InshaAllah minggu depan Cici akan trial session di MIGS dan 2 minggu berikutnya entrance exam di Cempaka. Ada testnya lhoooo, haduh ini malah Emaknya yang panik. Iya, jadi rata - rata semua sekolah ada entrance exam dan interview session, saya belum tahu bagaimana bentuknya, semoga Cici bisa melaluinya dengan baik. Ya Allah, tunjukkan tempat yang terbaik untuk Cici, amin. Doakan kami ya teman.

Cempaka School at Cheras, source : www.cempaka.edu.my
ps : kalau Bunda-nya Cici pengennya Cici sekolah di Cempaka :). Kalau itu baik tolong mudahkan ya Allah. Amin


Sunday, November 3, 2013

Sayonara J City

Sepertinya ngga mungkin kan saya bikin postingan malas - malas lagi. Baiklah, saya janji yang sekarang tidak malas.Bingung memulai dari mana karena banyak sekali sepertinya yang bisa diceritakan. 

Long story short...sayonara J city after nearly 7 years !

InshaAllah bulan depan kami akan meninggalkan kota Jakarta, hijrah. Entah for good atau tidak, yang pasti setidaknya dalam 2 tahun ke depan kami sekeluarga akan tinggal di Kuala Lumpur.

Saya masih bekerja menjadi tukang batu dan suami juga masih bekerja jadi tukang poto. Cici akan melanjutkan kewajibannya menjadi pelajar yang baik.

Why ?
Too personal to share, dan lagipula saya sudah berjanji pada pak bos di kantor untuk diam. Di luar sana gossip sudah terlalu banyak. Tapi sepertinya tidak perlu lah diklarifikasi. Semoga didoakan yang baik - baik saja ahaha,

Per 1 November kemarin saya sudah mengajukan pengunduran diri dari perusahaan tempat saya bekerja saat ini. Mix feeling, dan ternyata tidak semudah yang saya perkirakan sebelumnya. Hampir semua orang kaget dan shocked, tetapi alhamdulillah berakhir dengan baik. As my mentor - JP said, leaving with style then the door will always open for you. Dan dia benar, kita lihat sajalah, apakah untuk ketigakalinya saya akan kembali ke sini.

Sekarang lega sekaligus panik. Mempersiapkan pindahan, membereskan pekerjaan yang belum selesai, hand over pekerjaan, cari rumah, cari sekolahan untuk Cici, semua baru kepikiran sekarang. Kemarin - kemarin kemana aja coba. 1 month to go, belum punya khadimat untuk diajak ke KL (entah kenapa belakangan saya jadi sebel dengan istilah pembantu), barang di rumah Cibubur belum jelas nasibnya, panic attack yang sukses bikin stress dan bikin kelaparan terus.

Tapi marilah kita kerjakan dengan senyuman dan tetap meluruskan niat untuk hijrah demi masa depan kami sekeluarga yang lebih baik, bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat. Hijrah di jalan Allah, InshaAllah sebagaimana para Sahabat yang berhijrah dari Makkah ke Madinah.

It was with pleasure that I worked here during these nearly 7 years, very rewarding and interesting years. Walau banyak susahnya juga kok, mulai dari gajian pertama yang bikin shock hiks, teman kantor yang aneh - aneh, walaupun lebih banyak yang baik kok. Kemacetan yang setiap hari bikin sakit kepala. Gado - gado pokoknya, dan alhamdulillah, saya bersyukur untuk tahun - tahun kemarin. 

Perusahaan ini banyak juga kok baiknya. Pertama kalinya saya bisa ke UK dan ke US sampai bolak - balik ya gara - gara kerja disini. Cici pun lahir dibayarin kantor hehe. Dan bisa ke Papua pun ya gara - gara kerja disini. Alhamdulillah, terimakasih ya Allah.

I will certainly miss the people and friends here, another family of mine. Perasaan yang sama seperti yang saya alami ketika meninggalkan Balikpapan 7 tahun yang lalu, sedih dan senang. Itulah hidup.

Hiks mulai sedih lagi, nanti saja kita sambung lagi, doakan kami ya teman - teman.

As Mark Twain said : twenty years from now you will be more disappointed by the things that  you didn't do than by the ones did you do. So throw off the bowlines, sail away from the safe harbor, catch the trade winds in your sails. Explore, dream, discover.

Hi K city, be nice with us !

NWD - Perjuangan Merdeka ! minus Stevy. Baik - baik ya nanti kalau saya sudah pergi :)

Life in Offshore Papua - Part 1

Postingan edisi nostalgia hehe, parah nih padahal belum juga pergi. Jadi ceritanya perusahaan tempat saya bekerja itu mengelola lapangan gas yang ada di Papua. Saya bekerja office based tapi sesekali pernah ke Papua untuk urusan pekerjaan. Ga jauh - jauh mainannya masih di rig juga. Selalu jadi paling cantik dong secara ga ada yang lain :)

Buat yang penasaran dengan kehidupan di tengah laut sana, silakan ditengok ya.

Jack up rig, difoto jam 5 pagi dalam perjalanan dari hotel Falcon Barge ke rig. Terkadang kalau rig sedang penuh sebagian akan menginap di barge. Tetapi biasanya kita day trip ke rig, udah kaya ngantor aja, berangkat jam 5 pagi dan pulang jam 5 sore, bedanya ga pakai macet, santai - santai di boat


Morning meeting "gendeng" ala Howard, men and woman in black glasses :). Ceritanya ngejailin orang kantor di Jakarta.
sahur di galley, aduh itu pipi tembem banget ya, salah pakai kerudung hehe


ikut nampang jam 5 pagi sebelum naik frog bersama para WSG kawakan : Pakde Gandhi - Pakde Jan, ada juga Drill Eng : Mas Indra