Pages

Thursday, October 25, 2012

Her 1st Ballet Peformance


Minggu lalu, 21 Oktober 2012 it's a Cici's day. Cici bersama teman - temannya di D Posture mementaskan Gala Peformance yang judulnya Cinderella.

Sebagai anak dari kelas terkecil, Cici dan teman - teman sekelasnya berperan menjadi Cinderella Dolly. Tampil di awal pertunjukan sekitar 2 menit menari seperti boneka.

Awalnya saya agak ragu apakah Cici dapat tampil dengan percaya diri atau tidak, mengingat Cici baru saja bergabung di kelas balet sejak awal September kemarin. Tapi ternyata tidak, sungguh Cici tidak menangis dan selama gladi resik dan latihan gabungan Cici selalu riang dan gembira, sangat menikmati.

Semangat sekali Cici mengikuti latihan tambahan setiap hari Minggu, gladi resik sehari sebelumnya, hingga nongkrong di Tiara Bangsa di hari minggu kemarin sejak jam 11 siang, tanpa ditunggu Bunda. Cici anak yang mandiri, so proud of you.

Untuk keperluan pertunjukan Cici memakai kostum berwarna hitam dengan tutu berwarna biru muda dengan aksen pink, baju yang cantik. Dan karena Bunda memang ngga bisa untuk urusan dandan, marilah kita serahkan kepada ahlinya. Cici dicepol dan di make up oleh Mba Susi dari Puri Putri Salon, langganan Bunda di dekat rumah. Murah meriah tapi hasilnya menakjubkan. Cici looks so beautiful. Terimakasih Mba Susi.

her 1st make up for her 1st ballet peformance
Make up artist : Mba Susi - Puri Putri Salon, Kota Wisata
Cinderella Dolly
Menjelang pentas terjadi insiden yang menyebabkan Cici menangis. Dia dipukul oleh temannya, menangis dan akhirnya setelah dibujuk oleh Miss Lanty barulah Cici berhenti menangis dan mau naik ke panggung.  Di atas panggung akhirnya hanya diam saja, sebelum mendapat laporan pemukulan itu kami mengira Cici memang tidak mau menari.


Hmm jangan khawatir Cici, kami tetap bangga padamu, apapun alasannya. Selama Cici bisa menikmati Bunda Popo akan terus mendukung. Untunglah Cici tidak trauma dengan pemukulan itu, sehari setelah pentas Cici cerita bahwa Cici ingin terus menari balet :)

and the show, Cinderella with Cinderella Dolly
Overall peformancenya bagus sekali. Auditorium Sekolah Tiara Bangsa memang sudah sangat bagus, ditambah lagi jalan cerita dan peformance penari - penarinya memang bagus. 1 jam lebih Bunda dan Popo menikmati pertunjukan ini, balet, hip hop, jazz, ga ada yang ga keren. Salut untuk Miss Lanty dan D Posture Studio team yang sudah bekerja keras menyiapkan pertunjukan ini. 

Can't wait for the next show. See you next year

love this one, ceria sekali

closing during rehearsal


Thursday, October 11, 2012

Recipe - Chocolate Fudge Cupcakes with Butter Cream


This is my first cupcakes with Butter Cream decoration. Ordered by my co-worker for her daughter birthday celebration at school. Prepared in 2 days, starting from recipe hunting, shopping and voila : baking and decorating for a night starting from 10 PM to 06 AM. Lesson learn for the future is time management, time management and time management.

Comment from my daughter was : delicious Bunda :)  and I am little bit nervous waiting the feedback from my costumer.

The cupcakes is Chocolate Fudge Cupcakes, original recipe is courtesy of Dorothy Tong in Cupcake Wars, 2010. I found this recipe in Cakefever and found the same content in Foodnetwork.  Originally the recipe is filling the cupcakes with Chocolate Fudge Cookie Bar and using Marshmallow Meringue Frosting. In my case I use butter cream which I thought more simple and cheaper.



CUPCAKES

Ingredients :

  • 1 3/4 cups all-purpose flour – I use Segitiga Biru
  • 1 3/4 cups sugar – I use Gulaku pouch for finer grain
  • 3/4 cups high-fat cocoa powder – I use mix of Bendrop and Valhorna
  • 2 teaspoons baking soda
  • 1 teaspoon baking powder
  • 1 teaspoon kosher salt
  • 1 cup buttermilk, shaken – I use 1 cup of fresh milk, heated and mix with 2 table spoon of lemon juice
  • 1/2 cup vegetable oil
  • 2 extra-large eggs, room temperature
  • 1 1/2 teaspoon vanilla extract
  • 1/2 cup freshly brewed strong, hot, coffee – I use instant coffee from Nescafe, 2 table spoon of coffee mix with 1/2 cup hot water
  • 1/2 cup hot water
  • DIRECTIONS
  • Preheat the oven to 350 degrees F. Line cupcake pans with cupcake liners.
  • Sift together the flour, sugar, cocoa, baking soda, baking powder, and salt. Set aside. In a large bowl, combine the buttermilk, oil, eggs, and vanilla. Slowly add the wet ingredients to the dry. Slowly stir in the coffee and water.
  • Fill the cupcake pans about two-thirds full. Bake until a toothpick inserted into the center of the cakes comes out clean, 9 to 11 minutes. Cool completely, and then frost with Butter Cream
  • How about butter cream ? I had looking many Butter Cream recipes yesterday and found this one might be the best one. This is Butter Cream recipe from Mba Ani Kue Ratu. The ingredients are cheap and easy to made. The taste is delicious, just like an ice cream. Enjoy.


BUTTER CREAM - Ani Kue Ratu

Ingedrients :

  • 250 gram white margarine Australia
  • 250 gram Hollman soft cream
  • 250 ml condensed milk
  • 200 gram sugar
  • 5 table spoon salt water – made from 1/2 cup of hot water mix with 1 table spoon of salt

Directions :

  • Heated the sugar with salt water until melt
  • Add the condensed milk in the sugar, combine together while still hot
  • In large bowl, beat the sugar-milk, white margarine and vanilla with electric mixer at low speed until  smooth
  • Add the soft cream and continue beat until well blended and smooth
  • Cupcakes decoration is another issue for me. But for coincidence I found a great web with step by step to decorate cupcakes with butter cream.  Check here for the link : The Fabulous Moms Guide


Can’t wait to do another cupcakes decoration work :)

Photo was taken by me. Credit is required if you want to use those in yours. Thank you.

Sunday, September 2, 2012

Anak Krakatau

Mungkin saya termasuk ke dalam sedikit golongan traveler yang aneh. Pasalnya saya suka sekali berkunjung untuk kedua, ketiga bahkan kesekian kalinya ke suatu tempat yang saya sukai. Setiap kunjungan pasti memberikan cerita yang berbeda, dan anehnya tidak pernah membosankan bagi saya.

Salah satu tempat yang sangat saya suka adalah Gunung Anak Krakatau. Dari dulu saya ingin sekali kesana, karena sejarah letusannya yang dahsyat, karena gengsi ngaku Geologist yang jatuh cinta pada Vulkanologi tapi belum pernah kesana, hingga alasan sederhana : karena disana memang indah.

Dulu jaman kuliah hanya mimpi mau ke Krakatau, mahal. Sewaktu sudah bekerja juga sama, kalau ikut trip kok kayanya mahal sekali ya. Hingga September 2011 yang lalu, saya bersama 30 orang teman ingin berkunjung kesana. Gagal total, saat itu Anak Krakatau aktif dan ditutup untuk aktifitas apapun. Akhirnya kami berganti rencana, berwisata ombak di perairan Selat Sunda, 9 jam perjalanan dengan kapal kayu dari Carita ke Pulau Peucang. Surga lainnya di Taman Nasional Ujung Kulon.

Juni 2012 saya kembali kesana,  kali ini bersama 30 orang teman Geoscientist dari Petronas, Malaysia. Berhasilllll, senang sekali rasanya. Akhirnya saya dapat melihat sendiri Anak Krakatau yang memang cantik. Sayangnya saat itu hujan turun sangat lebat, walhasil foto kami di puncakan nampak seperti di gunung salju, berjaket dengan background belerang di lereng yang tampak keputihan. Sejauh mata memandang hanya kabut yang terlihat. Saya memang harus kembali lagi.

Agustus 2012, saya kembali ke Anak Krakatau. Kali ini bersama 9 orang teman sekantor. Malam sebelumnya kami menginap di Bay Villas, Tanjung Lesung. Jam 7 pagi kami dijemput 2 speed boat  di dermaga Beach Club Tanjung Lesung. Cuaca cerah, matahari tidak malu - malu, dan panasnya cukup. Dalam hati saya berdoa, semoga lancar kali ini.

Boarding at Beach Club Tanjung Lesung
Setelah 1.5  jam Anak Krakatau mulai terlihat, sangat cantik. Lereng berpasirnya dihiasi endapan solfatara yang tampak seperti salju dari kejauhan. Langit biru, awan putih dan air laut biru tosca, sempurna.


Anak Krakatau
Beberapa teman bertanya : "Mengapa disebut Anak Krakatau ?" Jawabannya sederhana saja, karena memang ada induknya, yaitu Gunung Krakatau. Induk Gunung Krakatau sendiri  adalah sebuah gunung api yang sangat besar di Selat Sunda, disebut Gunung Krakatau Purba. Gunung itu tersusun dari batuan andesitik.

Sebuah teks Jawa Kuno yang berjudul Pustaka Raja Parwa mencatat adanya letusan hebat pada tahun 416 M yang mengakibatkan tiga perempat tubuh Krakatau Purba hancur dan menyisakan kaldera di Selat Sunda. Sisi tepi kawahnya dikenal sebagai Pulau Rakata, Pulau Panjang dan Pulau Sertung.

Pulau Rakata, yang merupakan satu dari tiga pulau sisa Gunung Krakatau Purba kemudian tumbuh sesuai dengan dorongan vulkanik dari dalam perut bumi yang dikenal sebagai Gunung Krakatau (atau Gunung Rakata) yang tersusun dari batuan basaltik. Kemudian, dua gunung api muncul dari tengah kawah, bernama Gunung Danan dan Gunung Perbuwatan yang kemudian menyatu dengan Gunung Rakata yang muncul terlebih dahulu. Persatuan ketiga gunung api inilah yang kemudian disebut sebagai Gunung Krakatau, gunung yang kemudian meletus sangat hebat pada tahun 1883.


Menjelang jam 9 pagi kedua kapal kamipun merapat di Anak Krakatau. Dengan gembira saya segera turun sambil menjinjing sepatu..tapi tiba - tiba guide kami - Pak Deri menghampiri dan berkata : lagi aktif Bu, kita ga bisa naik.

Faktanya cuaca memang sangat cerah, tetapi sang gunung memilih aktif, dari pantai memang sudah terdengar suara gemuruh berkali - kali. Anak Krakatau sedang batuk. Untungnya petugas cagar alam mengjinkan kami naik hingga batas vegetasi atau pasak 3.

Cagar Alam Krakatau
Selepas foto group di plang Cagar Alam kami bergegas naik, jalur pasirnya kali ini panas sekali dan lepas. Tidak seperti bulan Juni lalu ketika hujan turun dan memadatkan jalur naik.

Pengaruh musim panas panjang sangat kentara, kering dimana - mana. Pohon kecoklatan, dan banyak yang mati kekeringan. Di batas vegetasi kami bisa melihat dengan jelas ke puncak Anak Krakatau. Beberapa menit sekali terdengar suara gemuruh yang diikuti letusan  - letusan kecil, piroklastik. Inilah pertama kalinya saya melihat gunung api meletus. Mengagumkan.

Kembali ke pantai dan kami bertemu dengan serombongan turis asing yang terpaksa harus kembali, mereka tidak boleh mendarat.  Sayang sekali memang, kami ternyata lebih beruntung. Akhirnya kami menyempatkan untuk naik boat mengelilingi pulau, menakjubkan. Melihat bekas - bekas aliran piroklastik, melihat sisi lain Anak Krakatau dan kembali melihat beberapa letusan kecil.

Kemunculan Gunung Anak Krakatau dimulai pada tahun 1927 atau kurang lebih 40 tahun setelah meletusnya Gunung Krakatau. Kecepatan pertumbuhan tingginya sekitar 20 inci per bulan. Setiap tahun ia menjadi lebih tinggi sekitar 20 kaki dan lebih lebar 40 kaki. Catatan lain menyebutkan penambahan tinggi sekitar 4 cm per tahun dan jika dihitung, maka dalam waktu 25 tahun penambahan tinggi Anak Krakatau mencapai 7.500 inci atau 500 kaki lebih tinggi dari 25 tahun sebelumnya. Penyebab tingginya gunung itu disebabkan oleh aktivitas volkanik yang sangat aktif, melontarkan material - material dari perut bumi.

Saat ini ketinggian Anak Krakatau mencapai sekitar 230 meter di atas permukaan laut, sementara Gunung Krakatau sebelumnya memiliki tinggi 813 meter dari permukaan laut.

Letusan Anak Krakatau - 30 Agustus 2012
15 menit berlayar dan kami tiba di Pulau Rakata, kami akan mampir sebentar disini untuk snorkeling di Lagoon Cabe. Lagoon Cabe sendiri sangat menyenangkan untuk snorkeling, kedalamannya hanya 2 - 3 meter dan terletak di tepi Pulau Rakata. Lokasi snorkeling ini cocok untuk pemula seperti saya. Ikannya banyak dan beragam serta terumbu karangnya cantik. Pertama kalinya disini dengan PD saya bisa snorkeling tanpa pelampung, walau beberapa kali menginjak terumbu. Sepertinya lain kali saya harus mencoba di tempat yang lebih dalam. Berdosa sekali rasanya menginjak terumbu - terumbu cantik yang tidak berdosa itu.

snorkeling at Lagoon Cabe
Sekitar jam 11 kami kembali berlayar ke Tanjung Lesung, di perjalanan beberapa lumba - lumba terlihat di kejauhan. Perjalanan selama 1.5 jam yang menyenangkan. Selepas makan siang kami kembali Jakarta. Tujuh jam kemudian saya sudah duduk manis di cubical saya di kantor, telecon malam hari sambil terkantuk - kantuk dan lapar :D

my boat mates
See you next time Anak Krakatau, definitely will be back.

TRAVEL TIPS
  • Perjalanan ke Anak Krakatau memang mahal tapi bisa disiasati lho. Biaya termahal adalah di sewa perahu. Ada dua pilihan, perahu kayu dengan kapasitas 20 orang atau fast boat dengan kapasitas 8 orang. Harganya tentu beda jauh. Bila cukup punya waktu sebenarnya perahu kayu sangat menyenangkan, murah, kapasitas lebih banyak, lebih santai dan tidak berisik. Bonusnya cuma lama saja.
  • Ada dua jalur menuju Anak Krakatau, melalui Lampung atau Jawa Barat. Keduanya memiliki plus minus tersendiri. Overall sewa kapal dari Lampung memang lebih murah, tetapi waktu perjalanan akan lebih lama karena bonus mengantri feri untuk menyeberang. Carita / Tanjung Lesung are my favourite
  • Pakailah sun block, lip balm dan baju lengan panjang. Sinar matahari sangat terik. Minum cukup air agar tidak dehidrasi.
  • Status gunungapi Anak Krakatau adalah siaga, jadi rajin - rajinlah memantau situs BMKG untuk situasi terkini.
  • Take nothing but pictures, leave nothing but footprints
# Trip with friends, August 2012

All photos were taken by me. Credit is required if you want to use those in yours. Thank you.

Thursday, August 23, 2012

23 Agustus 2012

Keluarga Kami - 23 Agustus 2012
Tidak terasa, 4 tahun sudah umur keluarga kecil kami. Perayaan spesial tahun ini adalah kunjungan singkat kami sekeluarga ke Ranca Upas, bumi perkemahan di selatan Bandung, tempat saya dan suami pertama kali bertemu 13 tahun yang lalu.

Ranca Upas telah banyak berubah sekarang, area toilet umumnya hilang, digantikan oleh water park berair hangat. Lumayan bersih dan murah, sayangnya karena memang musim Lebaran ya penuh sekali. Dan aduh itu sampah dimana - mana. Tapi sebetulnya water parknya bagus, tempat mandinya cukup bersih, terpisah antara toilet dan tempat mandi, walaupun jumlahnya kurang banyak. Sampai berebut. Kolamnya ada 2 macam, kolam dewasa dan kolam anak. Ada slidingnya juga, keren.

Ranca Upas Water Park
Keberadaan water park ini merupakan ide yang baik, setidaknya memberi tambahan alternatif liburan bagi masyarakat kecil, tiketnya murah : 10 rb saja. Mudah - mudahan terawat terus, dan tidak jadi kotor karena kebanyakan pengunjung. Cici suka berenang disini, airnya hangat, asli dari mata air. Selain itu ada juga beberapa permainan untuk anak - anak. Murah meriah :)

berenang di kolam anak
Selebihnya tidak ada yang berubah dari Ranca Upas. Penangkaran rusa masih ada, walaupun sepertinya rusanya tambah sedikit ya. Tetapi sekarang sudah dibangun tempat pengamatan rusa yang bagus, semacam panggung panjang. Dari sini kita bisa melihat - lihat rusa yang sedang merumput, dan juga memberi makan. Ada juga anak - anak kecil yang menjual sayuran untuk makanan rusa, harganya 3000 saja per bungkus, simbiosis mutualisma.

penangkaran rusa Ranca Upas
Kios kios penjual makanan di dekat lapangan rumput juga masih ada. Senang melihat tidak ada yang berubah banyak. Ranca Upas tetap hijau dan sejuk.

Menjelang sore perjalanan kami lanjutkan ke arah Situ Patengan, berbelok ke arah perkebunan teh dan menemukan pemandangan yang menakjubkan. Saung kecil di tengah ladang, pagar kayu, dan matahari sore yang hangat. Awesome.

awesome 
Tidak jauh dari saung itu kami bertemu dengan Bapak Tua yang menjaga sumur geothermal. Helmy sempat mengobrol dengan beliau, ternyata beliau tinggal di Ciwidey, setiap 2 minggu sekali pulang ke rumah, berjalan kaki dari sumur hingga jalan besar, lumayan 5 km saja. Memasak sendiri setiap hari, dan berteman dengan sepi disitu. Semoga Allah memberi kemudahan untuknya.

Bapak tua penjaga sumur geothermal
Untuk keluarga kecilku :
Semoga Allah Swt selalu membimbing langkah kita, selalu memberkahi rejeki yang kita terima. Ya Allah panjangkanlah jodoh kami, jadikan kami suami dan istri yang saling menyayangi, membantu dan mengasihi. Lindungilah anak kami, dan berilah kami kemampuan untuk menjaga dan merawatnya di jalan kebaikan. Amin

# Family Trip, August 2012

All photos were taken by my husband - Helmy Noermawan. Credit is required if you want to use those in yours. Thank you.

Friday, August 3, 2012

3 yo and 1 month

yellow grass photo session for summer catalogue 
2012 Summer Edition

Friday, July 20, 2012

Kerinci, Atap Sumatera

Jumat, 6 Juli 2012
6 jam perjalanan darat dari Padang, saya dan teman – teman tiba di Kayu Aro, sebuah kota kecil penghasil daun teh yang tersohor di Provinsi Jambi. Masih pagi sekali dan penghuni rumah di pinggir jalan tersebut menjadi sibuk karena kehadiran kami. Basecamp Kerinci sebutannya, rumah Heru yang entah sejak kapan menjadi rumah yang terbuka untuk semua orang yang ingin mendaki Kerinci. Pemandangan di rumah Heru sangat menawan, Gunung Kerinci tampak jelas dan gagah. awesome.

Gunung Kerinci dari pintu rumah Heru di Kayu Aro
Perkenalan saya dengan Johan Kerinci di salah satu situs jejaring sosial membawa kami ber – 10 ke rumah ini. Bertegur sapa, berkenalan dan resmilah kami menjadi “anggota baru” keluarga ini. Pagi yang ramai, berkenalan dengan teman – teman baru, berbelanja ke pasar, packing, hingga berjalan – jalan ke Air Terjun Telun Berasap yang cantik.

packing packing
Malam yang singkat, lampu sempat padam sebentar, dan kami bergegas tidur. Di dapur masih ramai, Ibu-nya Heru dan Johan sibuk memasak. Mempersiapkan bekal kami untuk mendaki esok hari.

Sabtu, 7 Juli 2012
Pagi hari yang sibuk. Antri ke kamar mandi, lagi – lagi packing dan sarapan pagi : nasi goreng telor ceplok buatan Ibu Heru. Bekal makan siang sudah siap : nasi bungkus dengan sambal kentang, dendeng dan sambal tentunya. Siap dibawa.

Mobil sewaan kami telah menunggu di depan rumah. Siap membawa kami ber-16 hingga batas hutan. 15 menit saja perjalanan dari Base Camp ke batas hutan, melewati perkebunan teh Kayu Aro yang cantik.

pagi di Kayu Aro dan menuju Kerinci
Hari ini kami akan mendaki Atap Sumatera, Gunung Kerinci. Gunungapi tertinggi di Indonesia, sekaligus puncak tertinggi di Pulau Sumatera. Gunung yang termasuk ke dalam kawasan konservasi Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan merupakan habitat Harimau Sumatera (Sumatran Tiger) dan Badak Sumatera (Sumatran Rhinoceros) yang hampir punah.

Kerinci merupakan salah satu gunungapi yang aktif, hampir setiap tahun menunjukkan gejala erupsi. Saya teringat pelajaran Volkanologi dulu, tentunya Kerinci adalah gunungapi tipe A. Letusan terakhirnya terjadi pada tahun 2004 dan hingga kini terus – menerus mengeluarkan asap belerang.

pagi yang cerah
Seperti biasa kami mendaki dalam kelompok kecil, beberapa teman dari Basecamp telah berjalan mendahului kami. Mereka membantu membawakan tenda, logistik makanan dan lainnya untuk kemudahan kami. Seperti biasa saya menggendong Cici, Helmy membawa carrier dan kami berada di urutan belakang, perlahan berjalan melewati Pintu Rimba, beristirahat di Pos 1, Pos 2, Pos 3 dan akhirnya menjelang jam 1 siang kami tiba di Shelter 1. Makan siang.

Jalur dari Pintu Rimba menuju Shelter 1 tidak terlalu sulit. Cukup landai, hutan hujan tropis dan sepanjang perjalanan kami ditemani paduan suara Owa. Cici bahkan sempat berjalan sendiri dari Pos 3 menuju Shelter 1 dan saya sempat membawa carrier ketika Cici berjalan kaki. Kami sekeluarga menjadi rombongan terakhir yang tiba di Shelter 1, diikuti oleh Dayak, Ian dan Anis.

Di Shelter 1 seluruh tim berkumpul, dan pertama kali saya berkenalan dengan Andi Katoh yang kemudian kami panggil dengan sebutan Om Atlet. Beliau sangat kuat, sesore itu beliau sudah tiba di Shelter 3 dan kembali ke Pos 3 untuk membawa barang kami yang lainnya. Superb.

Perjalanan ke Shelter 2 cukup sulit, saya kembali menggendong Cici dan Helmy membawa daypack. Jalurnya menanjak, banyak rintangan dan di tengah jalan turun hujan. Kami mulai terpisah – pisah. Saya sangat lelah, tapi tidak ada pilihan untuk berhenti disini. Di belakang kami Dayak jauh terpisah.

Jam 7 malam kami tiba di Shelter 2, hujan turun sangat deras. Helmy mulai berteriak – teriak memanggil Johan, minta bantuan untuk me-rescue Dayak yang jauh di belakang, tidak membawa senter dan jas hujan. Tak mau menunggu lama kami melanjutkan perjalanan ke Shelter 3.

Hujan deras, dan Cici tertidur pulas di gendongan. Jalur menuju Shelter 3 sangat terjal dan sulit, jalur sempit bekas aliran air. Sesekali kami harus memanjat, jalan berlumpur dan menjadi sangat licin.

Setengah perjalanan ke Shelter 3 akhirnya bantuan datang. 2 orang temannya Johan datang membawa teh hangat, nikmat sekali. Di situ saya menyerahkan Cici ke Helmy, dan meminta 2 orang tersebut menyusul Dayak yang jauh di belakang.

Jam 8 malam, hujan lebat, baju basah kuyub tanpa raincoat. Badai dan tidak tahu medan. Tidak ada pilihan lain kecuali berjalan. Saya sangat khawatir Cici kedinginan dan kena hypothermia. Yang ada di kepala saat itu hanyalah terus berjalan dan tiba di camp.

Jam 8.30, tibalah kami di Shelter 3 . Tenda sudah berdiri di tengah badai dan hujan deras. Cici saya serahkan kepada Nancy dan Valen yang sudah tiba terlebih dahulu. Saya bergegas berganti baju di tenda sebelah, dingin, mati rasa. Tenda kami berantakan, tapi cukuplah untuk malam itu. Saya, Cici dan Helmy berkumpul kedinginan, haus dan lapar. Badai di ketinggian 3400 mdpl.

Tak berapa lama Dayak tiba, alhamdulillah lengkaplah tim kami. Rupanya Dahlan dan Alfin tiba pertama kali, sekitar jam 7. Saat itu hujan sudah turun, repot sekali mereka mendirikan tenda, mencari baju ganti di kegelapan sambil resah menunggu teman – teman yang lain. Untunglah kami bisa tidur di tenda malam itu.

Minggu, 8 Juli 2012
Hari istirahat, badai berlalu dan Shelter 3 berubah menjadi camp pengungsi. Baju basah dijemur, tenda diperbaiki, dapur umum mulai bekerja. Pemandangan indah di depan mata. Hari yang sempurna.

pemandangan indah, tapi kenapa harus banyak sampah
kegiatan di Shelter 3

Senin, 9 Juli 2012
Summit attack. Jam 4.30 kami meninggalkan tenda. Saya kembali menggendong Cici yang masih tertidur pulas. Cuaca cerah. Jalur menuju puncak tidak terlalu sulit, terjal tapi bukan pasir halus. Musuhnya hanya satu, asap belerang yang membuat mata perih. Lagi – lagi seperti di Rinjani, Helmy tidak yakin bila Cici kuat hingga puncak. Tapi pagi itu saya bersikeras, Cici pasti bisa.

Anak 3 tahunku kedinginan, tapi dia memakai jaket dan kaus kaki yang cukup hangat. InshaAllah dia bisa mencapai puncak. Heru membantu saya menggendong Cici dari Tugu Yudha ke puncak, jaraknya sudah sangat dekat, 15 menit saja mendaki.

Tugu Yudha
Jam 8 pagi, Dahlan dan Alfin menyambut kami di puncak. Om Atlet, Johan, Heru, Helmy, Valen, Nancy dan Ian. Kami sempat berfoto – foto sebentar, kabut menyelimuti kaldera Kerinci. Inilah puncak 3805 mdpl itu. Puncak gunung yang kedua untuk Cici, di atap Sumatera.

di Atap Sumatera 3805 mdpl
bersama teman - teman
Perjalanan turun tidaklah mudah, ditambah perdebatan tak perlu di Shelter 3. Hujan kembali turun, deras. Tujuan kami hanyalah kembali dengan selamat ke Basecamp, malam itu kalau bisa.

Selasa, 10 Juli 2012
Tengah malam di Basecamp Kerinci. Cici dipangku Ibu Heru di pojok dapur, segelas teh hangat digenggamnya erat. Saya sudah mandi, berganti pakaian dan ikut duduk di kehangatan dapur. Obrolan penuh tawa memenuhi dapur. Satu perjalanan telah usai.

# Trip with family and friends, July 2012
All photos were taken by my husband - Helmy Noermawan. Credit is required if you want to use those in yours. Thank you.

Tuesday, July 3, 2012