Pages

Sunday, June 11, 2006

I Want To Be


Terkadang kita lupa dengan apa yang kita inginkan, lupa dengan impian dan harapan.
Terkadang kita hanyut dengan keadaan, hingga akhirnya kita tersesat, dan terjebak, lost in space.

Saya ngga bisa munafik, saya sudah berada di zona kenyamanan yang diimpikan oleh banyak orang, alhamdulillah, syukur kepada Allah SWT. Tapi saya menyadari ada sesuatu yang mungkin berkurang atau mungkin hampir hilang.

Mengutip Kuda dalam salah satu postingannya dulu (ini kutipan alias jiplak..thanks Kuda he he) :
"Entah kenapa, pikiran yang tolol ini seakan mengamini apa yang dikatakan dalam (udah nonton?) The Edukators (2003). Let me rephrase it : katanya kita butuh sebuah pendorong agar hidup kita nggak monoton-monoton amat. Kita butuh adrenalin dalam perjalanan stabil, sesuatu yang tak terduga, sesuatu yang meledak, yang bikin kita terengah dan menanti harap cemas scene apa yang akan terjadi di detik selanjutnya kehidupan ini. Hal ini juga yang membuat saya - hampir tepat setahun lalu memilih untuk datang ke kantor kecil ini, bukan menuju kantor lain yang menyediakan slot untuk mengejar ambisi pribadi saya menjadi jurnalis. Adrenalin itu yang bilang, hidup kamu akan membosankan dan walaupun kencang hanya akan seperti mobil Tamiya yang ada treknya. Memang, mobil itu sekali-kali bolehlah keluar trek, tapi kan bukan itu esensi balap tamiya : kamu harus tetap di dalam trek untuk memenangkan balapan. Ya ya ya, hidup kan tidak linear dan jalan yang satu ini juga saya nantikan adrenalinnya lebih lanjut. Still waiting!

Dan disinilah sekarang saya berada. Menunggu adrenalin itu, membutuhkan sebuah pendorong agar hidup saya tidak menjadi monoton. Menunggu letupan - letupan yang bisa memicu adrenalin, yang bisa membangkitkan semangat. Lagi - lagi kata Kuda : Still waiting !

Tampak bertolakbelakang dengan postingan saya 3 bulan yang lalu mengenai Balikpapan. Mungkin karena hidup terus berjalan, pemikiran terus berubah. Saya masih terus mencari dan menunggu. Tidak konsisten memang, saya akui.

Mungkin karena banyak teman - teman sekantor saya yang pergi, resign, untuk sesuatu di luar sana yang lebih baik menurut mereka. Satu persatu teman sepermainan pergi dan akan pergi. Suasana pasti akan berubah. Tidak pernah lagi sama.

Mungkin karena matahari yang muncul selepas hujan di Mandalawangi bulan lalu. Harum tanah yang basah selepas hujan, kembang padang ilalang di Suryakencana, pepohonan sepanjang Gunung Putri, batu kerikil di puncak Gede. Satu persatu mimpi dan harapan itu muncul kembali, terangkai kembali. Saya ingin kembali.

Mungkin saya perlu kembali ke suatu tempat di Garut sana, ke suatu desa kecil, ke sebuah rumah tua dengan Abah dan Emak yang selalu tersenyum melihat saya. Ke suatu tempat dimana saya merasa diri saya dibutuhkan dan yang terpenting adalah merasa diri saya berguna..untuk orang lain, bukan diri saya saja.

Yup, saya rindu adrenalin itu, rindu rasa yang meletup-letup, rindu pendorong yang membuat hidup kita gak monoton-monoton amat (masih kata Kuda juga nih).

Pekerjaan baru, lingkungan baru, suasana baru, kembali ke hutan atau perjumpaan dengan teman sejiwa yang lain (dan juga anak kecil), hmmm mungkin saya perlu itu.

Saya perlu hujan yang turun dengan deras dan saya tetap harus berjalan menuju tujuan (bikin tambah semangat). Saya perlu sesuatu yang lain, saya perlu memulai langkah baru.

Semoga Allah SWT selalu menunjukkan jalan yang lurus (tapi masih dengan rasa yang meletup-letup itu). Semoga selalu ada kemudahan, dan di depan selalu ada terang. InsyaAllah.

Monday, June 5, 2006

Dapat Kiriman


Saya senang sekali setiap mendapat kiriman, kiriman pos. Seperti hari ini, di inbox surat saya terdapat sebuah paket yang terbungkus plastik. Ini dia yang saya tunggu - tunggu. Kiriman dari sahabat baik saya, Mario.

Ada tiga buah buku di dalamnya :

Autobiography JOHN DENVER, edisi asli dan pertama walau cuma dalam bentuk fotocopy-an he he. Saya dan Mario menemukan buku ini bulan April lalu di Toraja, di perpustakaan milik pengelola Indosella Expedition. Waktu itu dengan semangat kami meminjam buku itu dan fotocopy di Toraja. Padahal 1 lembarnya 250 rupiah, mahal ya.

MT ZEN dan Pikiran - Pikirannya, sebuah bundel berisi tulisan-tulisan dari MT ZEN, seorang Dosen Teknik Geofisika ITB, anggota WANADRI sekaligus seorang filsuf yang banyak menulis tentang politik dan sosial. Bundel ini tadinya milik Om Herman Lantang yang kemudian diberikan sebagai hadiah untuk Mario.

ZEN EXPLORATION, In remotest New Guinea, Adventures in the Jungles and Mountains of Irian Jaya. Ditulis oleh Neville Shulman yang merupakan seorang penganut Zen yang mendaki Carstenz dan Puncak Jaya mengatasnamakan kemanusiaan.

Nampaknya buku-buku yang menarik. Saya ingin segera pulang untuk mulai membaca salah satu buku itu. Seperti pesan Mario : Buku ZEN EXPLORATION dibeliin temen gw Dewi. Orang pertama yang baca adalah Herman Lantang, kedua adalah gw dan ketiga mungkin elo. Kali aja kita bisa bertiga barengan ke Carstensz satu atau dua tahun ke depan..he he semoga Mar. Thanks untuk kirimannya.

Friday, June 2, 2006

Tentang Gunung, Cinta, Perjalanan dan Teman


Ada banyak hal yang membuat hidup saya lebih hidup.

Banyak sekali, hal - hal, tempat - tempat, orang - orang yang membuat hidup saya lebih berwarna.

Gambar di bawah ini adalah salah satunya, sebuah kompleks gunung api di daerah Puncak, Jawa Barat, Gunung Gede dan Pangrango.  Di depan sana terlihat Gunung Pangrango, sedang jauh di utara sana terlihat puncak kembar, Salak 1 dan Salak 2.


Pergi kesana berarti membuka banyak sekali kenangan manis yang pernah saya alami di sana, kenangan yang bisa membuat saya tersenyum di kala paling sulit sekalipun.

Dulu sekali, saya dan sahabat-sahabat wanita saya menyebut gunung ini sebagai gunung cinta. Menurut kami, gunung ini menebarkan banyak cinta kasih, perasaan tenang dan damai *hiperbola tapi biarlah he he*

Sampai sampai, dulu kami mempunyai cita-cita untuk kembali ke sini bersama orang yang kami cintai, mendaki gunung cinta kami, bersama - sama.

Rini sahabat saya sudah mencapai cita - cita itu, tahun kemarin ia naik gunung bersama teman SMA yang kini menjadi calon suaminya, dan bulan depan mereka akan menikah..hue he he selamat ya Rin.

Banyak sekali teman seperjalanan yang telah menemani saya berjalan ke puncak ini, menemani saya menghirup harumnya eidelweiss Suryakencana atau sekedar duduk menemani saya di puncak, memandang Pangrango dan sebuah gunung di utara, Gunung Salak.

Dan kini saya kembali lagi, dengan teman - teman seperjalanan yang berbeda tapi dengan kebaikan hati yang sama. Kami buat lagi kenangan yang manis, di perjalanan yang indah, di gunung cinta.

Teman sejiwa adalah teman yang tidak pernah pergi, selalu ada, tak pernah habis dimakan waktu, tak pernah berubah karena keadaan.

Untuk semua orang yang pernah menemani perjalanan saya, untuk semua perjalanan yang mewarnai hidup saya, untuk orang - orang yang pernah mendampingi saya berada di suatu titik tertinggi di gunung cinta. Semoga suatu saat kita bisa kembali bersama ke gunung cinta kita.

ps : Betul kok Rin, Gede itu beneran gunung cinta, Rini sendiri yang sudah membuktikan kan :) saya juga akan kembali lagi he he, semoga, terimakasih ya Allah sudah memberi kesempatan saya untuk kembali ke sana.

Monday, May 22, 2006

Sesuatu Untuk Diingat


Akhir pekan kemarin adalah saat untuk banyak bersyukur, banyak sekali hal - hal yang bisa diingat dan mungkin tak terlupakan. Kalau mengutip kata-katanya Chandra : so many blessings to count :-)

Jumat, 19 Mei 2006
12.00 malam
Panggilan telpon dari seorang teman lama yang baik hati. Teman yang selalu ada. Tak dikira dan diduga. Terimakasih untuk ucapan dan doanya.
05.30 pagi
Kejutan dari teman serumah yang baik hati juga tetangga-tetangga. Sebuah kue ulang tahun yang manis, lilin pun ditiup, bersama berjuta harapan. Disusul dengan bincang-bincang bersama Mami, seorang Ibu yang melahirkan saya ke dunia. Terimakasih Mami.
Sepanjang hari
Nyanyian Happy Birthday dari bos saya (Kakek yang kadang baik hati itu he he)..ucapan selamat dari teman-teman sekantor, pengumuman ulang tahun di meeting drilling, makan pizza rame-rame, kue ulang tahun (lagi) dari Mia, meeting Tomahawk yang menyenangkan, main bowling bersama teman-teman, sms sahabat, ...dan puncaknya adalah guyuran air yang ternyata hasil konspirasi seharian, jam 12 malam dari seorang Wawan, guyuran tak disangka, beres logging, mau pulang ke rumah, tiba-tiba di parkiran ada teman-teman menunggu, dengan ember air dan lagi-lagi kue ulang tahun, ada lagi lilin yang boleh ditiup, ada kue yang boleh dipotong lagi dan ada foto-foto serta rekaman video yang memalukan :D

Hari Sabtu
Trekking Pantai Tritip - Lamaru - Manggar 10 km, bangun pagi, mandi, dan berangkat bersama sahabat terbaik, menyusuri pantai yang bersih, melihat pohon kelapa, bermain air, berlari di pasir dan yang pasti foto-foto, ditutup dengan makan bakso pinggir jalan, numpang mandi di rumah Feri, belanja di Pasar Butun dan makan malam di seafood pinggir jalan, ditutup dengan novelnya Remy Silado yang bikin penasaran.

Hari Minggu
Bangun agak siang, tidur bahagia selepas Shubuh, lanjut lagi dengan novel Remy Silado, teman yang datang ke rumah, brunch di Roti Tiam, hitung-hitungan uang ekspedisi yang ternyata salah hitung hehe, belanja lucu di pasar bareng Arief juga Ikbal, ke akustik concert dan ditutup dengan makan malam yang menyenangkan di rumah..eits..ada satu lagi, ditutup dengan berburu air jam 11 malam di mesjid.

Yah, terimakasih untuk menjadi teman saya, terimakasih untuk semua perhatian dan dukungan, di kala susah dan senang. Saya menyayangi kalian, semoga Allah SWT membalasnya dengan rahmat yang berlimpah.

Thursday, May 18, 2006

Kehidupan Lain di Luar Sana


Seorang teman baik bercerita mengenai kehidupannya saat ini, melalui email.
Semenjak lulus ia telah beberapa kali mencoba bekerja sesuai bidang keahliannya, sayang..ia selalu gagal mendapat pekerjaan tetap. Akhirnya ia mencoba survive dengan bekerja serabutan : proyekan mapping batubara, proyek bikin rumah, outbond, ngoprek mobil, buka toko kecil-kecilan, dll.
Istilah dia : bikin ini itu semua ditampung, bener-bener beraneka macam, aneh-aneh, dan tak pasti tapi aya wae kerjaan saya May ! Untuk sementara saya bersyukur bisa bebas ngerjain ini itu, walau ga gaya atau keren pekerjaan ini.
Saya bangga sama kamu teman, tetap survive dan ngga cengeng..memang macho deh :)

Obrolan lain dengan teman yang lain, berbicara langsung
Aku pengen cari pekerjaan lain, pekerjaan yang aku suka May. Ya bukan yang sekarang ini. Aku pengen kerja di advertising gitu, bikin iklan, jadi fotografer, bikin tulisan, jalan - jalan untuk riset. Dengan melakukan itu aku merasa hidup. Ga kaya sekarang ini.
He he saya tau kok, tenang aja, semua ada waktunya, saya yakin suatu saat dunia akan mengenalmu sebagai seorang penulis dan fotografer handal, bukan sebagai seorang engineer lagi :)

Teman saya menulis email
Ide - ide gw untuk ngembangin program ini rada terhambat karena mikirin kerjaan baru gw di perusahaan ini. Untuk proposal kemaren aja sebenernya rada seadanya, karena gw lagi kurang kreatif. Tapi hidup harus seimbang May. Selain mikirin jalan-jalan dan kerjaan, harus mikirin permasalahan sosial juga.
Ternyata kamu ga berubah ya, saya kira dunia kapitalis telah merubah semuanya, ternyata ngga, kamu masih menyimpan kerinduan akan dunia di luar sana, dunia yang sangat kamu cintai, dunia yang membuat kamu rela menghabiskan waktu seharian untuk membacakan cerita bagi para penyandang cacat, tetap semangat ya :)

Bagaimana dengan saya ?
Saat ini saya tergoda untuk menengok dunia di luar sana, di luar kantor ini, di luar kota ini, di luar pulau ini. 25 tahun, saat yang cukup untuk menentukan langkah dan pilihan ,mewujudkan impian dan mengikuti kata hati :)

Monday, March 13, 2006

Balikpapan


Setelah 1 tahun, 9 bulan dan 13 hari akhirnya sejujurnya saya mengakui : Je t'aime Balikpapan. Biar telat asal selamat.

Iyah, saya tinggal dan bekerja di sebuah kota yang menyenangkan menurut saya lho (hati - hati ngomong sebelum diprotes gerakan anti Balikpapan dan cinta Jakarta he he).

Pertama, soal pekerjaan. Alhamdulillah saat ini saya bekerja di sebuah perusahaan yang cukup sehat, di bidang yang saya sukai, sesuai dengan latar belakang pendidikan saya. Walau saya akui kadang pekerjaan ini ga manusiawi (misal ditelpon jam 2 pagi disuruh ke kantor, picking point point untuk logging dan besoknya jam 7.30 harus ada di kantor lagi), tapi saya suka pekerjaan saya sekarang dengan istirahat makan siangnya yang 2 jam itu lho. Lingkungan kerja saya yang menyenangkan, saya punya teman-teman yang sama gila dan yang penting disini banyak sekali orang Bandung, ah bahagianya hatiku :-)

Kedua, di kantor ini pula saya menemukan satu kantor dengan kegiatan ekstrakulikuler yang begitu banyak. Sebentar..sebentar... kalau diabsen di kantor ini ada ekskul : fotografi, pecinta alam, jogging, basket, squash, tenis, paduan suara, angklung, gamelan, band, bilyar, organisasi-organisasi agama dll masih banyak lagi. Curriculum Vitae saya dah komplit, mulai panitia family day, panitia trekking, jadi artis sekalipun pernah. Iyah..kalau ada yang bilang bekerja di kantor ini membosankan pasti salah besar, di sini menyenangkan kok. Karena bekerja di sini saya bisa main angklung, belajar tenis, belajar main gamelan, sampai bikin unit baru untuk menyalurkan hobi jalan- jalan dan naik gunung he he. Tuh menyenangkan kan, jalan-jalan disubsidi kantor.

Ketiga, Bahasa Perancis, ah bahasa planet bumi yang menyeramkan. Setiap hari bertemu dengan orang - orang yang parlez Francais memaksa saya untuk belajar. Inipun sebenarnya menyenangkan, karena kita bisa kursus gratui. Duh jadi malu kalau ingat saya suka malas berangkat kursus. Saya mau rajin kursus nih, biar bisa farlez Francais tre bien...duh nanti malam ujian :-(

Keempat, teman-teman. Ah saya ga bisa membayangkan Balikpapan tanpa kalian...No comment untuk hal ini. Tapi terimakasih banyak telah menjadi teman saya di kota ini. Sungguh ini adalah persahabatan yang sangat berharga.

Kelima, surga seafood yang murah banget. Kepiting Tambora, Kepiting Kenari, Ikan Bakar Teluk Bayur, Udang Bakar Bondi, Dimsum Blue Sky, hue he he laper...

Apalagi ya, banyak, banyak banget, sampai belanja sore - sore di Pasar Buton bersama teman baikpun bisa jadi pekerjaan yang menyenangkan. Kalap belanja : singkong 1 kilo, kelapa parut 1 butir, ikan kembung 1 kg, ikan mujair 1 kg, pakis 10 ikat, daun singkong 1 ikat, daun katuk 1 ikat, mangga 2.5 kg, pepaya 1/2 kg, nanas 1 buah, daun pisang buat pepes, hue he he mau buka warung ieu teh Neng.

Iya, semua tentang kota ini menyenangkan, walau kadang saya suka kesal dengan pengendara motor yang kebut-kebutan tanpa helm, yah dimaklumi saja : Balikpapan gitu na !

Terimakasih ya Allah telah membawa saya ke kota yang cantik ini. Memberi saya pekerjaan yang menyenangkan ini. Mempertemukan saya dengan teman-teman yang baik hati dengan semua kegilaannya. 

Terimakasih Armand, dulu sudah memaksa-maksa saya untuk apply kesini bahkan sampai ngasih panduan interview yang TOP (pedih kalau mengingat ternyata malah Armand ga lolos tes..duh). Terimakasih untuk sahabat gila di Geologi dulu yang membuat saya bisa lulus jadi sarjana. Dan yang pasti dosen saya yang baik hati, kalau saja dulu saya tidak nekat menghadap dosen saya baik hati ituh, meminta beliau untuk jadi pembimbing tugas akhir saya *terimakasih Mas Nuki* mungkin saya tidak pernah ada disini. Mungkin saya akan bekerja di ibukota yang kejam ..huh tidak saya tidak mau ada di sana lagi. Saya cinta Balikpapan.

Iyah..saat ini saya bisa bilang : JE T'AIME BALIKPAPAN.

ps. Saya lagi suka banget adegan di film Gie ketika Sita menyanyi sambil main gitar..and now proudly present : DONNA DONNA. Lagu tahun 60-an yang dinyanyiin oleh Joan Baez. Hmmm masih terngiang di telinga....

On a waggon bound for market
there`s a calf with a mournful eye
High above him there`s a swallow
winging swiftly through the sky
How the winds are laughing
they laugh with all their might
Laugh and laugh the whole day through
and half the summer`s night
Donna, Donna, Donna, Donna; Donna, Donna, Donna, Don
Donna, Donna, Donna, Donna; Donna, Donna, Donna, Don
"Stop complaining!" said the farmer
Who told you a calf to be ?
Why don`t you have wings to fly with
like the swallow so proud and free?"
Calves are easily bound and slaughtered
never knowing the reason why
But whoever treasures freedom
like the swallow has learned to fly

Dan seperti "the farmer" bilang di atas : Stop Complaining :-)

Wednesday, March 8, 2006

Hanya Dua Hal


Seorang anak manusia terlahir ke dunia, putih, bersih dan suci. Sebuah lembaran buku baru dibuka, ditulis dan dihiasi catatan kehidupan. Mungkin catatan dengan tinta emas yang indah mungkin suatu kali dengan catatan tinta merah yang mengerikan. Catatan yang akan dipertanggungjawabkan di hari penghabisan nanti.

Lagi - lagi sebuah kata sederhana ini harus diucapkan : TANGGUNGJAWAB. Tanggung jawab sebagai anak manusia, sebagai ciptaan-Nya. Lebih bermakna untuk saya. Seperti lebih berharga suatu tindakan memperbaiki daripada sebuah kata maaf yang terus diucapkan. Agar luka itu bisa sembuh dan pulih, bukan meradang dan menjadi rusak.

Email dari seorang sahabat dekat, beberapa tahun yang lalu. Saya sudah tidak menyimpannya, tapi saya selalu mengingat isi email itu.

Saat matahari seakan-akan enggan bersinar mengiringi langkahmu tanpa harapan
Saat bulan bintang seakan-akan terlapis mendung hanya untuk malammu, gelap, muram dan suram
Saat gunung seakan-akan hanya tegak berdiri memandang rendah tubuhmu yang semakin terpuruk
Saat ombak seakan-akan hanya datang menerjang tanpa belas kasih untuk menelan nyali kerdilmu
Saat daun-daun seakan-akan melambai hanya untuk menertawakan kebodohan dan kelemahanmu
Saat angin seakan-akan hanya bertiup kencang untuk menampar keras dengan semua kegagalanmu
Saat orang-orang tercinta seakan-akan pergi dengan senyuman sinis penuh pengkhianatan dengan membawa serta senyum, tawa dan kebahagiaanmu
Bahkan saat sahabat dan kerabat pergi menjauh dan hanya memandang acuh tak acuh berhias swaksangka dan curiga akan ketulusanmu
Itulah yang disebut TERBUANG TAK BERGUNA dan HANYA 2 HAL yang bisa dilakukan:
Duduk terpekur di tengah malam mengenggam mutiara-mutiara mohon ampunan atas kelalaian dan kealpaan dan mencoba mengadu dengan bahasa yang tak harus terucapkan hanya kepada dan untuk Dia ... ALLAH SWT
Lalu duduk bersimpuh membasuh kaki bunda dengan air penyesalan dan mohon ampun atas ketidakbaktian

Dan esok pasti akan ada asa yang akan muncul entah dari mana... mungkin dari tempat yang tak pernah terduga ... Atau dibawa oleh seseorang yang tak pernah terpikirkan atau terbayangkan untuk diharapkan dapat membawanya.

Sungguh saya rindu berjumpa dengan-Mu ya Rabb, rindu menjadi seorang bayi suci yang baru lahir, rindu berjumpa dengan wanita yang melahirkan saya, yang membesarkan saya yang tak berguna ini dengan penuh kasih sayang, ingin berlutut dan memohon ampun. Nyanyi rindu anak manusia.