Pages

Monday, June 3, 2013

aku kembali

Akhirnya setelah 35 hari bisa kembali lagi ke sini :)

Standarlah alasannya, SIBUK, padahal sebenarnya bukan sibuk ya, tetapi tidak dapat membagi waktu dengan baik.

Banyak sekali hal yang terjadi memang, mudah - mudahan nanti sempat dituliskan satu persatu disini yak, udah banyak ide sih, tapi sekarang sudah mengantuk sekali , ditulis dulu ah biar ga lupa :
  • 5D4N di Pulau Putri dan Bandung with my fabulous friends from negeri jiran
  • Home visit teman - teman Cici plus kehebohan menyiapkan goodie bag untuk tamu kecil
  • my birthday and his birthday and also our car birthday
  • ladies back on track
  • etcccc banyak ternyata :D
coming soon lah hehe

Sunday, April 28, 2013

busy mode

Been busy for the last 2 weeks, hadeuh ngapain aja sih May ?
Yang pasti tidur < 8 jam, meninggalkan rumah jam 5.30 pagi dan rekor 2 hari tidak bertemu Cici dalam keaadaan hidup eh bangun maksudnya. HP harus stand by terus, ga boleh tuh ada cerita habis batre, ga asik pokoknya.

Too bad, setuju dengan Tante Kembang Bakung, looks like this is a time to move on. My life story not my job title. 

Current operation : continue nemenin satpam di kantor pagi - pagi, 2 days in row :)

Sunday, April 21, 2013

Tak Gendong Kemana - mana


Tak gendong kemana-mana, tak gendong kemana-mana, enak tau

Where are you going? Ok I'm walking
Where are you going? Ok my darling

Lirik di atas adalah kutipan lagu Alm. Mbah Surip yang sempat populer beberapa tahun yang lalu. Begitulah kira - kira salah satu bentuk hubungan saya dan putri saya Cici. Tak gendong kemana-mana.

Tahun 2011, ketika saya memutuskan untuk kembali menekuni hobby mendaki gunung, maka pilihan satu - satunya adalah mengajak putri saya kemana - mana. Kebetulan suami saya mempunyai hobby yang sama, jadi bisa dipastikan kami akan selalu pergi bersama. Rasanya tidak tega meninggalkan Cici di rumah sedangkan kami bersenang - senang. Mengajak Cici adalah pilihan yang terbaik.

Selanjutnya karena Cici belum bisa berjalan maka harus ada yang menggendong. Siapakah dia yang beruntung ? tentu saya :) Entah kenapa Cici lebih menyukai saya yang menggendongnya, mungkin karena gendut, lebih empuk hehe.

srikandi penggendong bayi, tak gendong kemana - mana
Gunung Rinjani, Juli 2011
Jadi komposisi di ataslah yang lazim terjadi bila kami naik gunung, saya menggendong Cici di belakang sambil membawa daypack kecil di depan. Sedangkan suami saya akan membawa carrier besar berisi perlengkapan kami bertiga.

Berapa berat Cici ? lumayan kok, tahun 2011 ketika kami naik Rinjani beratnya 12.5 kg saja. Tahun kemarin ketika kami naik Kerinci sudah 15 kg. Cukup sebagai alasan untuk pijat refleksi sepulang naik gunung :). 

Foto ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan: 

Selamat hari Kartini untuk semua perempuan Indonesia, maju terus pantang mundur

Wednesday, April 17, 2013

BP Adventure Community Goes Live

Alhamdulillah

Akhirnya resmi berdiri juga, hari Senin 15 April kemarin booth kami hadir di BP Sports Expo. Paling sederhana mungkin dibandingkan booth booth lainnya, minim prestasi tapi yang pasti kami punya segudang cita - cita dan impian.

Senang sekali melihat lebih dari 60 orang mendaftar di form registrasi, senang melihat Bapak - Bapak eks Kapala antusias dan ingin bergabung juga.

Selamat bergabung, demi Tuhan, Bangsa dan JALAN - JALAN ! See you next month, first trip to Gunung Gede.





Monday, April 15, 2013

Ada Lagi Yang Baru

Lama - lama saya bisa menganggap ini sebagai ritual yang harus dilakukan bila saya bekerja di perusahaan baru. Setelah TOMAHAWK maka sekarang ada ini :


BP Adventure Community goes live starting from tomorrow.

Semoga saja ritual ini berulang juga dengan step berikutnya :D

Thursday, April 11, 2013

Jalan - Jalan Seru ke Belitong


Salam kenal dari Bunda May dan Cici, kali ini kami mau bercerita mengenai jalan - jalan seru Cici ke Belitung. Cici suka sekali jalan - jalan, apalagi kalau ramai - ramai seperti kali ini.

Bulan Januari lalu kami jalan - jalan ke Belitung. Nah Belitung itu adalah sebuah pulau kecil yang berada di utara pulau Sumatra. Kami naik pesawat dari Jakarta, sebentar saja, tidak sampai 45 menit sudah tiba. Kali ini  rombongan kami banyak, ada 5 keluarga plus 1 Om, jadi totalnya ada 11 orang dewasa dan 8 anak - anak. Liburan kali ini pasti seru.

Pagi - pagi sekali kami sudah berkumpul di bandara Soekarno Hatta. Hampir semua anak kecil kostumnya masih baju tidur :D. Tadinya Cici masih mengantuk, tetapi langsung hilang kantuknya waktu bertemu dengan Kakak Djena dan Kakak Lea. Asik sekali main bersama mereka.

Jam 7.30 pagi kami sudah mendarat di Belitung. Bandaranya kecil lho, sampai - sampai kami bisa berlari - lari di lintasan pesawat. 

Perkenalkan, ini Cici - Kakak Djena dan Kakak Lea
Dari bandara kami langsung ke hotel tempat kami menginap. Hotel Martani namanya. Ini hotel yang pertama kali berdiri di Belitung. Bangunannya masih bangunan tua, tapi semuanya masih terawat. Setelah menaruh tas kami langsung pergi lagi. Kami mau sarapan Mie Belitung Atep yang terkenal itu. Pas sekali, kebetulan Cici sudah lapar.

Warung mie-nya sederhana saja, dan saat itu memang sedang ramai sekali. Akhirnya kami dipersilakan duduk di dalam, masuk ke dalam rumah. Lucu ya, serasa makan di rumah Nenek jadinya. Mie Atep itu rasanya enak sekali. Kuahnya kental dan ada udangnya. Semua suka, sampai - sampai banyak yang tambah lagi. Cici juga mencoba minuman khas Belitung yang terkenal, Es Jeruk Kunci namanya. Segar, sampai - sampai semua juga minta tambah lagi. Rombongan kami memang gembul.

Es Jeruk yang segar dan Mie Belitung yang enak
Setelah perut kenyang, tujuan kami berikutnya adalah PANTAI. Hore semua senang, ini dia yang ditunggu - tunggu. Hari ini kami bermain di Pantai Tanjung Tinggi. Pantai yang batunya besar - besar. Ini adalah tempat yang digunakan untuk syuting film Laskar Pelangi. Itu lho yang ada Ikal dan teman - teman loncat dari batu besar. Pantainya asikkk sekali, ombaknya tidak besar, dan pasirnya halus. Cici dan teman - teman bebas berenang tanpa khawatir terbawa arus. Oiya, bermain pasir disini seru sekali lho. Cici membuat istana pasir dibantu oleh kakak - kakak. 

main pasir itu menyenangkan
Sebetulnya belum puas bermain pasir, tetapi Bunda mengajak makan siang dulu. Akhirnya bermainnya berhenti dulu, kebetulan sih, Cici sebenarnya sudah lapar. Ternyata sesudah makan siang lebih seru, kami pindah pantai dan kali ini pantainya panjang sekali. Pasirnya lebih halus tetapi lebih hitam. Om penjaga pantainya juga baik hati, kami boleh meminjam perahu kayak mereka. Asiknya lagi, ternyata laut yang ini juga dangkal. Jadi Bunda memperbolehkan Cici berenang ke tengah bersama kakak - kakak. Cici juga sempat mencoba naik kayak bersama Bunda, tetapi lebih asik berenang. Kakak Abi dan Kakak Jojo sih lebih suka bermain kayak, dan mereka berani sekali, berdua saja naik kayak ke tengah laut. Nanti kalau Cici sudah besar pasti Cici juga berani seperti mereka.

Kakak Abi dan Kakak Jojo bermain kayak sampai ke tengah laut
Hari ini seru sekali, sampai - sampai tidak terasa sudah sore. Setelah mandi kami pulang ke hotel. Cici sudah lelah, sampai ketiduran di mobil. Kakak Djena juga ikut ketiduran. Kami jadi tidak ikut makan duren. Tidak apa - apa, besok pasti petualangannya lebih seru lagi, durennya juga pasti ada lagi.

Hari ke 2 di Belitung adalah hari petualangan yang juga seru. Pagi - pagi sekali kami sudah bangun. Menurut Bunda, hari ini kita akan melihat sekolahnya Ikal, sekolah yang ada di film Laskar Pelangi. Para Om dan Tante dari pagi sudah siap berangkat, mereka bahkan sempat jalan - jalan dulu ke pasar, minum kopi di warung. Anak - anak bermain di hotel saja, Cici belajar membuat pesawat kertas bersama kakak - kakak.

pesawat kertasnya pakai nama, bagus kan
Ternyata perjalanan ke sekolah Kakak Ikal cukup jauh, kami bahkan sempat ketiduran. Sekitar jam 10 siang kami baru tiba di Kampung Gantong. Panas terik sekali. Tetapi halaman sekolahnya menyenangkan, luas sekali. Menurut om supir, sekolah ini bukan sekolah yang sebenarnya. Sekolah yang asli sudah rubuh. Tetapi bentuknya tidak jauh berbeda. Menyedihkan melihatnya, dindingnya dari papan dan bolong - bolong. Di dalam kelas berantakan, kursinyapun banyak yang patah. Untunglah sekarang teman - teman di Gantong punya sekolah baru yang jauhh lebih bagus. Alhamdulillah.

Cici bersama teman - teman di depan SD Laskar Pelangi
Puas bermain di sekolah akhirnya kami ke pantai lagi. Asikkk, semua senang ketika Bunda bilang kita akan ke pantai lagi. Kali ini nama pantainya Tanjung Kelayang. Pasirnya juga putih dan halus, sayangnya ombaknya lumayan tinggi. Untung Bunda masih memperbolehkan Cici berenang, asal dekat kakak - kakak. Di pantai ini kami main pasir lagi, kali ini lebih seru. Kakak Abi mengajarkan cara membuat bendungan dan kolam air. Caranya dengan menggali pasir yang dalam, lalu tunggu saja, nanti kolam ini akan terisi air. Menyenangkan ya.

siap - siap membuat kolam pasir
Hari ini lagi - lagi Cici ketiduran di mobil sehingga tidak makan malam. Padahal Cici lapar sekali. Lagi - lagi Cici juga tidak ikut makan duren.

Hari ketiga adalah hari yang paling seru. Cici jalan - jalan ke pulau naik perahu, kata Bunda istilahnya island hopping. Ada dua perahu kayu, dan anak - anak berkumpul di perahu yang besar. Tidak semua sih, Kakak Jojo dan Kakak Abi memilih perahu yang kecil.

Sebelum naik perahu kami harus memakai pelampung, memakai sun block dan juga berolahraga kecil. Kata Popo agar tidak kram nanti ketika bermain air. Cici menurut saja, lagipula seru, ramai - ramai berolahraga seperti di sekolah, biar sehat.

Kakak Lea sedang dipakaikan sun block agar tidak terbakar kulitnya
Naik kapal itu ternyata seru sekali, ombaknya besar, seperti naik kora - kora jadinya. Pulau pertama kami namanya Pulau Lengkuas, nah di pulau ini ada sebuah mercu suar tua yang cantik. Kami ramai - ramai naik ke atas, 17 lantai seluruhnya. Sebenarnya cape, tapi karena beramai - ramai jadi tidak terasa. Di setiap lantai ada jendela kaca, dan kita bisa melihat pemandangan di luar. Cici paling suka lantai paling atas, disana kita bisa berjalan keluar, ada tempat kecil seperti balkon. Disini tempatnya kalau mau foto yang keren.

Cici di lantai paling atas Mercusuar Pulau Lengkuas
Setelah mercusuar sekarang saatnya bermain di pantai. Pantai lagi ? Iya, Cici dan teman - teman suka sekali pantai di Belitung. Hari ini kakak - kakak dan orang dewasa mau snorkeling. Cici belum bisa, Cici mau melihat saja bagaimana caranya snorkeling. Sepertinya seru.

Kakak Djena dan Bapak sedang snorkeling
Untuk snorkeling kita harus menggunakan masker dan snorkel. Peralatan ini akan membantu kita untuk bernafas di dalam air. Sepertinya memang tidak susah ya. Bunda bilang kuncinya adalah tenang dan tidak panik, kemudian bernafasnya menggunakan mulut. Hmm sepertinya mudah ya, Cici latihan dulu deh. Cici juga ingin melihat ikan - ikan yang ada di bawah laut. Menurut Bunda ikannya banyak sekali dan cantik - cantik.

ini namanya sekolah ikan hehe
Setelah makan siang kami naik perahu lagi, kali ini snorkeling lagi tetapi di tengah laut. Wah Cici jadi tambah kepengen. Senang melihat kakak - kakak bisa snorkeling. Cici kali ini melihat saja di perahu. 

Menjelang sore kami naik perahu lagi ke Pulau Burung, hehe lucu ya namanya. Dinamakan demikian karena disini ada batu yang berbentuk burung. Di sini juga seru, Cici bebas berenang karena airnya tenang sekali, seperti di kolam. Pasirnya juga putih sekali, kalau boleh sih Cici ingin tinggal disini, biar bisa main pasir setiap hari.

Sedang seru - serunya bermain Cici dipanggil Bunda, ternyata kami mau pindah pulau lagi. Aduh kenapa pindah - pindah terus ya. Tetapi kata Bunda di pulau berikutnya ada bintang laut yang besar sekali. Cici pasti suka. Mr. Patrick.

Pulau yang dimaksud Bunda namanya Pulau Pasir. Pulaunya kecil dan hanya muncul ketika air surut. Jadi datangnya harus sore - sore. Nah pulau ini jadi terkenal karena banyak terdapat Mr. Patrick eh bintang laut yang besar. Kita boleh bermain dengan bintang laut ini, tetapi jangan lama - lama, kalau kelamaan nanti bintang lautnya mati. 

Bunda ternyata benar, pulau ini asik sekali. Airnya juga tenang. Cici dan Kakak Lea asik mengumpulkan kerang yang cantik - cantik. Kakak Jojo malah asik berpose dengan Mr. Patrick.

Kakak Jojo dan Mr. Patrick di Pulau Pasir
Tetapi liburan harus berakhir. Kalau boleh memilih pasti Cici ingin tetap liburan, tetapi nanti harus bolos sekolah, ngga seru juga ah. Cici suka sekolah.

Terimakasih Bunda dan Popo untuk liburan kemarin. Ajak - ajak Cici ya kalau Kakak Keke dan Kakak Nai mau liburan ke Belitung. Cici dengan senang hati menemani. Sampai bertemu di liburan berikutnya ya :)

sampai bertemu lagi teman - teman

ps : Bunda May dan Cici mengucapkan selamat ulang tahun untuk Kakak Nai dan Bunda Chi, semoga bahagia selalu.

Tuesday, April 9, 2013

Cerita di Balik Noda : Semangkuk Sup Hangat dari Ibu Indonesia

Anak - anak adalah sumber kebijaksanaan hidup yang tidak pernah kering. Kenakalan mereka adalah kilau emas dan kepolosan mereka adalah mentari pagi yang menghangatkan # Fira Basuki
Fira Basuki adalah salah seorang penulis novel favorit saya. Buku - bukunya selalu menginspirasi. Trilogi Jendela - Jendela, Pintu dan Atap menemani perjalanan hidup saya sebagai seorang mahasiswa. Brownies dan Biru menjadi sahabat setia ketika saya harus pergi meninggalkan rumah, bekerja dan mandiri. Tak disangka saat ini Fira hadir kembali, menginspirasi hidup saya sebagai seorang istri dan ibu melalui buku terbarunya : Cerita di Balik Noda - 42 kisah inspirasi jiwa.

Untuk para Ibu di Indonesia. Berani kotor itu baik.

Fira Basuki mengembangkan dan menuliskan kembali 38 cerita yang ditulis oleh para peserta lomba menulis bertema "Cerita di Balik Noda" yang diadakan oleh Rinso Indonesia melalui Facebook. Sedangkan Fira sendiri menuliskan 4 cerita dengan tema yang sama, sehingga total ada 42 cerita di buku ini.

Seperti biasa gaya bahasa Fira sangat menarik, sederhana, lugas dan tidak membosankan. Membaca cerita - cerita di buku ini seperti membaca Chicken Soup for the Soul rasa Indonesia. Tema yang sederhana ternyata bisa menghasilkan banyak cerita yang menginspirasi. 

Dari buku ini pula saya belajar bagaimana seorang penulis yang baik memilih judul untuk sebuah cerita. Saya perhatikan  bahwa hampir semua judul cerita di buku ini dituliskan kembali oleh Fira menjadi lebih sederhana tetapi sekaligus lebih menarik. Misalnya cerita berjudul Koki Cilik ternyata memiliki judul asli yang panjang : "This is it! Kue Lumpur ala Chef Annisa Queen". Bagi saya judul Koki Cilik memang terasa lebih menggigit4 jempol untuk Fira.

Ada cerita apa saja di dalamnya ? Banyak sekali. Semuanya bermuara kepada hubungan ibu (perempuan) dan anak. Cerita favorit saya adalah cerita di halaman 221 yang berjudul Si Kaya dan Si Miskin. Cerita ini dikembangkan dari tulisan Donny Abidin yang berjudul Baju Si Kaya dan Si Miskin

Sheva adalah murid kelas dua Sekolah Dasar di sekolah favorit. Ia berasal dari keluarga miskin, kedua orang tuanya bekerja keras agar Sheva mendapat pendidikan yang terbaik. Dengan gaji pas-pasan orang tua Sheva menabung dan mendaftarkan Sheva ke sekolah terbaik di kota tempat tinggal mereka. Sheva sering menjadi bahan ledekan karena hanya memiliki 1 sepatu, 1 tas murahan, tidak memiliki telpon genggam bahkan karena Sheva pulang dan pergi sekolah tanpa sopir. Terkadang Sheva mengeluh terhadap Ibunya tetapi sang Ibu yang baik hati  bisa menjawab dengan bijak.

Ibu
"Mereka hanya bercanda Sheva. Biarkan saja, suatu hari kamu akan memiliki benda yang lebih bagus daripada punya temanmu. Menurut Ibu, bajumu jauh lebih bagus daripada milik teman - temanmu. Lebih putih, karena Ibu selalu mencucinya sendiri dengan benar."
Sheva
"Ibuku selalu punya cara untuk menghiburku. Tapi mengenai baju, Ibu benar. Kalau aku perhatikan, bajuku lebih putih dibandingkan punya teman-temanku. Mungkin karena ibuku mencucinya sendiri dengan hati. Sementara teman - temanku menyerahkan cucian mereka kepada pembantu. Entahlah."
Ketika membaca paragraf di atas saya tersentil. Kebetulan ketika membaca cerita ini saya sedang dalam perjalanan ke kantor di pagi hari. Saya langsung teringat pada Cici - putri saya yang berusia 3.5 tahun, saat ini ia berada di rumah bersama asisten rumah tangga kami. Berdua saja di rumah, sedangkan saya dan suami seharian penuh bekerja. Sesaat saya merasa sedih. Apakah saya sudah menyayangi Cici dengan hati ? 

Paragraf - paragraf berikutnya menyadarkan saya. Diceritakan bahwa Cindy - anak orang kaya teman Sheva ternyata tidak bahagia. Menurut Cindy, mamanya kerja seharian, dan mamanya selalu galak, suka marah - marah kalau di rumah. Sampai - sampai Cindy ketakutan ketika seragam sekolahnya kotor karena Cindy jatuh di genangan air. Beruntung ada Sheva yang mau membantu mencucikan seragam sekolah Cindy agar ia tidak kena marah mamanya. Akhir cerita yang menyenangkan, setelah kejadian tersebut akhirnya Cindy meminta Sheva menjadi temannya. Semuanya bisa terjadi karena cinta Ibu Sheva, ibu yang selalu melakukan segala sesuatu dengan cinta. Menurut Ibu Sheva, Cindy bisa memiliki benda - benda yang indah, tapi pada akhirnya Cindy memerlukan kasih sayang ibunya dan semua orang. Setuju sekali.

Ketika menutup lembaran terakhir buku ini saya berjanji untuk belajar menjadi seorang ibu yang menyayangi dengan hati dan melakukan segala sesuatunya dengan cinta. Seperti Ibu Sheva. Walaupun bekerja di luar rumah saya akan berusaha, tidak ada sesuatu yang tidak mungkin. Bekerja bukan berarti menghilangkan kewajiban kita sebagai Ibu. Terimakasih Cindy dan Sheva, cerita kalian menginspirasi.

Akhirnya lagi - lagi saya saya sependapat dengan Fira, anak - anak adalah sumber kebijaksanaan hidup. Pikiran dan jiwa anak - anak sesungguhnya adalah guru kehidupan yang terbaik. Selalu ada hikmah di balik noda. 

Terimakasih Ibu, terimakasih untuk semangkuk sup yang menghangatkan jiwa. Supnya tumpah ! Tidak mengapa, berani kotor itu baik Ibu.

# Ulas Buku Rinso : Buku Cerita Di Balik Noda dan Berani Kotor itu Baik  

Judul Buku        : Cerita di Balik Noda - 42 kisah inspirasi jiwa
Penulis              : Fira Basuki
Penerbit            : Kepustakaan Populer Gramedia