Pages

Friday, June 30, 2006

Masuk Tivi Euy


Tadi pagi di kantor saya ada sedikit keramaian, ada syuting film. Syuting ? Film ? Iya, betul kok, ada syuting film, dan saya jadi salah satu aktrisnya he he norak.

Jadi ceritanya begini. Salah satu tv Perancis yaitu France 3 punya program acara yang namanya Thalassa, ditayangkan setiap Minggu malam jam 8, di Perancis sana (mungkin pake Indovision di Indonesia juga bisa nonton kali ya, berarti jadi Senin dinihari jam 2). Barusan saya coba cek websitenya France 3, dan ternyata program acara ini menarik juga lho.

Cerita selengkapnya tentang Thalassa bisa di cek di sini. Sesuai dengan judulnya : Thalassa - Le Magazine de la mer, program ini menayangkan liputan tentang kehidupan di laut atau di sekitarnya. Mereka pernah melakukan liputan di Biarritz (kota pantai di perbatasan Spanyol dan Perancis), Madagaskar, Sydney dan masih banyak lagi.

Saat ini mereka rupanya ingin membuat film tentang kota Balikpapan sebagai kota minyak. Termasuk orang - orang yang tinggal dan bekerja di kota ini, community development, Delta Mahakam, dan tentunya pantai Balikpapan yang indah ini.

Jadi, tadi pagi saya syuting untuk bagian orang - orang yang tinggal dan bekerja di kota ini. Kenapa yang dipilih adalah TOTAL, ya soalnya ini perusahaan punya bangsa mereka. Trus kenapa yang dipilih kantor May ? he he inilah yang aneh. Mas Bayu, bos saya, juga ga tau kenapa departemen kita yang dipilih, katanya itu sudah ditunjuk dari Management. DKS/TUN dan mainly di G&G nya.

Akhirnya tadi pagi, working room Tunu disulap jadi ruang syuting. Pemerannya ada 3, May, Mas Bayu dan Al. Tiga geologist Tunu. Ceritanya kita diliput ketika kita lagi morning meeting. Seperti biasa kita nerima data dari rig site, korelasi marker dll untuk setiap well yang sedang drilling. Terus kita meeting dan diskusi. Plan hari ini, constraint dan sebagainya. Sebetulnya ini adalah daily work kita, jadi ya beneran kaya kerja terus ada yang syuting ajah.

Sesi kedua adalah sesi interview. Pertama yang diinterview adalah Mas Bayu, topiknya tentang Total, pekerjaan sebagai geologist, oil and gas. Dan ternyata yang diinterview kedua adalah May. Saya lebih banyak ditanya mengenai personal opinion saya mengenai Balikpapan, kenapa saya memilih menjadi Geologist, kenapa saya mau tinggal di Balikpapan, maukah saya ditugaskan ke Nigeria (yang langsung saya jawab iya, no problem ..siapa tau Pak Jahan nanti lihat, besok langsung IA he he). Kesimpulannya menarik.

Maksud saya menarik adalah pekerjaan membuat film itu menarik. Saya nampaknya harus mulai serius dengan project pertama Never Ending Yogya. Semangat !

ps : jangan lupa tonton saya di France 3, Agustus nanti hehe.

Khusus Buat Neng Mia


Postingan ini didedikasikan khusus buat Neng Mia yang sedang berlibur di kota kelahiran he he he....

Friendship Football Match with PERSIBA All Star
Come and joint friendship football match between TOTAL & PERSIBA All Star on Saturday, 01 July 2006, at 16.00 at Community Center. Don't Miss It.

Football - Nonton Bareng World Cup 2006
ORSOSBUD Football will conduct "Nonton Bareng World Cup 2006"
Saturday : 1 July 2006, INGGRIS Vs Portugal, Time : 10.00 PM
Sunday : 2 July 2006, The winner (Brazil vs Ghana) VS (Spanyol vs Perancis), Time : 02.00 AM

Maksud dan tujuan dari postingan ini silahkan diinterpretasikan sendiri ya Neng Mia. Yang jelas tadi Pak Riski lagi sibuk cari MC buat nonton bareng, saya langsung propose Neng Mia, tapi aduh sayang jagoan sepakbola kita lagi studi banding ke kampungnya Persib.

A bientot a Balikpapan :)

ps : kade hilap titipan batagor sareng kiripik sareng dodol sareng brownies na he he

Thursday, June 29, 2006

Genk, Nonton Bareng Yuk


Pagi - pagi baca email : 
jerman vs argentina, gimana klo besok malem kita nonton bareng,
ky wiken kmrn tuuhh.. sambil ngemil gorengan + makan ketan ;p
may siap masak ko (hehehe... lagi...)
kopi, teh, gula, (dan air panas tentu ;p) insya Allah ada gimana?

Sebetulnya saya bukan penggemar bola, walaupun saya adalah pemain bola spesial futsal 17-an. Tahun kemarin, DKS-departemen saya bekerja, jadi juara 2 futsal se Total lho . Tapi sungguh saya ga ngerti main bola. Gara - gara Neng Mia saya sempat nonton juga di stadion, PERSIBA vs PERSIK, padahal cuman ngerti gol saja. Peraturannya mah ga ngerti, apalagi nama-nama pemainnya.

Pesta 4 taunan piala dunia membuat saya agak membuka mata. Soalnya dimana-mana semua orang ngomongin bola. Waktu coffee break, di mobil waktu berangkat ke kantor, di ruangan OPG, waktu ngobrol ma Mia, ma Feri, sampai milis kantor pun membahas bola.

Tapi sayang saya tidak pernah punya keinginan bangun malam khusus untuk nonton bola. Walaupun sebenernya buat saya begadang bukan masalah. Hingga minggu kemarin saya terjebak, di sebuah rumah di MAWIJA, saya jadi nonton bola, bareng siswa Bib dan penghuni Mawija dan BB lainnya.

Dua kali nonton bola, dan dua - duanya ketiduran di depan TV. Bangun - bangun pasti pertandingan udah selesai dan diajak pulang he he. Kita coba di acara nonton yang ketiga besok malam :) Kebangetan kalau masih ketiduran juga nih.

Monday, June 26, 2006

Kebanjiran


Dulu sekali orang - orang jaman dulu pernah bilang, katanya kalau hujan itu biasanya di bulan yang ber - ber an saja, semisal : September - Desember. Tapi tampaknya itu tidak berlaku lagi. Sekarang bulan Juni, akhirannya ni bukan ber. Tapi di kota saya, di Balikpapan hujan deras hampir setiap hari, siang ataupun malam, kadang diikuti angin kencang.

Seperti juga tadi malam, hujan deras sekali, plus angin juga, sepanjang malam hingga pagi. Ketika terbangun tadi pagi, ternyata bocor sudah dimana-mana, bocornya nambah. Saya dan Yanti segera mencari baskom dan ember, ngepel, ngegeser lemari, dll tindak preventif dan rehabilitatif menyambut genteng bocor. Beres..Yanti mandi dan sambil menunggu giliran saya mengirim sms ke Mas Faisal, mamang tukang yang biasa datang membetulkan genteng dll. Selesai sms dikirim saya mandi..baru saja menutup pintu, tiba-tiba Yanti berteriak : May..di depan banjir. Saya kaget sekali dan menghampiri Yanti, ternyata betul di depan rumah banjir, tinggi sekali, ban kijang yang diparkir di jalan sudah terendam air. Saya begegas mandi dan berpakaian. Pak Waluyo driver hari ini juga ga bisa datang, rumahnya kebanjiran juga. Makin lama airnya makin deras, carport juga ikutan tergenang, batang kayu mulai hanyut, knalpot mobil sudah terendam. Akhirnya saya menelpon Al, teman kantor yang mobilnya land rover, minta dijemput, khawatir kijang mogok.

Sambil menunggu, Yanti mencoba menghidupkan mobil, ganti kostum dulu, celana pendek, untung mobil bisa jalan. Yanti mindahin mobil ke jalan lain dan siyal ketika jalan pulang ke rumah ternyata airnya dalam banget. Saya ikutan ganti baju, ngambilin baju ganti buat Yanti, pake jaket dan jalan ke mobil, kaya nyebrang sungai, dan lumayan jauh. Lagi seru-serunya berusaha nyebrang, Al dan landrover datang, kami bilang kalau mobil bisa jalan. Saya minta tolong Al untuk jemput Jessi saja. Saya dan Yanti jalan duluan pakai kijang, bener aja, 1 kompleks sudah kebanjiran. Semua orang tampak berusaha mengeluarkan mobil dan memindahkan ke tempat tinggi. Di jalan kita mulai tenang, walau masih mikir nyari tempat mandi dan ganti baju. Baru aja keluar kompleks, di arah ring road, ternyata banjir juga, mobil semuanya memutar balik. Akhirnya saya menelpon Al lagi, minta dijemput lagi, ke rumah Al, parkir mobil, numpang mandi. Mobil Al datang, udah penuh, isinya tetangga yang mobilnya juga ga bisa lewat. Kami semua telat tiba di kantor, hujan makin deras, semoga rumah saya aman.

Pelajaran yang bisa diambil :
1. Perbaiki genteng - hari ini dicek lagi sama Mas Faisal
2. Beli mobil yang tinggi, minimal land rover plus perahu karet
3. Jangan beli rumah di KUTAI HILLS (developernya ngga beres)
4. Pindah rumah

Thanks to :
Yanti, my housemate yang tadi pagi menemani saya mengepel dll..seru banget ya Yan. Al yang bersedia menjemput dengan landrover, semua tetangga teman senasib, satpam Kutai Hills yang tetap tersenyum ketika mobil kami melewatinya (padahal posnya dah kebanjiran juga), Mas Eko yang nanya kabar Kutil lewat email tadi..terharu, juga Siswa Bib yang bilang : Lho bukannya perumahan elit ya May (pokoke nanti malam bantuin ngepel), juga Mas Nur yang menelpon dan menawarkan bantuan sambil bingung ngedenger saya mau beli perahu karet (he he biar kalau Mawija banjir bisa dievakuasi juga), juga semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Pagi yang seru, awal yang indah di minggu ini he he.

Update 4.18 pm
Baru aja dapat info, dari milis warga kompleks. Ternyata penyebab utamanya banjir adalah robohnya tembok pembatas kompleks, di belakang kompleks memang terdapat rawa kering yang bila hujan menampung air. Rupanya hujan semalam yang sangat deras membuat rawa meluap dan akibat tekanan air, tembok pembatas itu roboh. Sekali lagi ini lebih karena developer a.k.a WIKA yang membuat fasilitas tembok pembatas di bawah standar, hanya batako dan semen seadanya..pantas banjirnya seperti air bah

Saturday, June 24, 2006

Terlalu Banyak Senang - Senang


Selamat pagi, selamat akhir pekan. Di sini, di Balikpapan memang masih sangat pagi, hari Sabtu, weekend. Kebetulan saya lagi ada di kantor, ada pekerjaan seperti biasa. Untungnya tidak sendirian, ada Mas Hermawan dan Mas Anang, 2 orang lainnya yang juga bekerja seperti saya he he.

Pathetic ? bekerja di akhir pekan, stand by 24 jam, ke kantor jam 2 pagi, pulang ke rumah jam 6 pagi lanjut lagi bekerja jam 7.30 masih pada hari yang sama. Pantas ada sebuah sms di pagi hari yang secara eksplisit menyatakan saya adalah orang yang gila kerja, terlalu sibuk ngejar duit !!!! Bagaimana bisa begitu ?

Saya adalah pegawai di sebuah perusahaan, bekerja sesuai dengan job description yang diberikan atasan. Gaji bulanan saya tetap, tidak pernah ada uang lembur yang diberikan walau saya bekerja di akhir pekan ataupun bekerja jam 2 pagi sekalipun.

Sejauh ini saya suka pekerjaan saya. Ke kantor jam 2 pagi adalah hal biasa, bekerja di akhir pekan adalah hal biasa. Berat, capai, melelahkan, itu pasti. But it's risk of my work, saya menyadari itu. Kesulitan yang saya hadapi ketika bekerja di sini tidak ada apa-apanya dibandingkan penjual sayur yang shubuh2 harus ke pasar, kulakan sampai sore, baru pulang ke rumah mungkin malam hari. Atau petugas parkir yang sepanjang hari harus berdiri di bawah terik matahari.

Pekerjaan saya ngga ada apa-apanya. Saya bekerja di ruang AC, dengan fasilitas yang memadai. Gaji yang cukup..alhamdulillah. Saya coba untuk tidak mengeluh.

Tapi, saya bukan gila kerja, gila uang. Saya datang bekerja ke kantor karena ini adalah tanggungjawab saya, hanya itu. Entah kenapa saya agak sedih ketika membaca sms itu, sms yang menyatakan saya orang yang gila kerja, dan mengejar uang semata. Sedih.

Padahal kemarin saya baru ngobrol lewat email dengan seorang sahabat, saya bilang kalau hidup saya saat ini terlalu banyak senang-senang, terlalu banyak ketawa-tawa. Tolong ingatin biar hidup saya seimbang, ga mikir senang-senang aja.

Mungkin bener yang dikatakan dalam sms itu, May gila kerja, nyari duit mulu, terlalu banyak senang-senang.
SEDIH !!!

Friday, June 23, 2006

Cowok Ganteng Alias Idaman


PERHATIAN ..ACHTUNG ACHTUNG :
Postingan berikut adalah postingan ga penting, maybe too shallow..maaf maaf..syndrom banyak pekerjaan di akhir pekan nih. Bon weekend everyone :)

Berawal dari obrolan semalam di rumah Jeng Feri. Kami bertiga (saya, Feri dan Putri) baru saja pulang kantor dan makan malam bersama, masakan Nenek yang enak itu. Seperti biasa pula kami ngobrol tentang banyak hal, mengupdate berita dan girls talk pasti ga jauh - jauh, intinya kebanyakan sama, dan akhirnya kami juga menyinggung hal itu : kriteria cowok ganteng he he..atau cowok cakep yah.

Aduh sebetulnya enggak banget, di umur kami bertiga yang sudah "twenty something" kami masih berbicara tentang cowok - cowok ganteng alias cakep itu. Walau sekarang lebih realistis, yang diomongin adalah teman - teman cowok kami (halow Wan, jangan senyum-senyum atau bahkan ketawa terbahak-bahak waktu baca ini ya, jangan bilang anak - anak juga he he)

Sebetulnya orang-orang yang dekat dengan saya pasti tau pasti, selera saya mah rada aneh. Definisi cakep dan idaman saya biasanya ga pernah sama dengan definisi kebanyakan wanita tentang cowok cakep dan idaman.

Dulu sekali, saya dan Tyas - Neneng - Rini pernah ngobrol panjang tentang hal ini. Kesimpulan kami saat itu, ada 4 kriteria suami idaman :
1. fotografer, maksudnya kalau jalan-jalan ada yang motoin kita dengan sukarela, mengingat kami semua adalah banci foto, lebih rela jalan-jalan bawa tripod yang berat itu atau minta tolong difotoin orang yang ngga dikenal sekalipun, demi ngga kehilangan satu momentpun.
2. koki, dalam artian bisa masak, atau minimal mau dan ngga malu turun ke dapur dan belanja ke pasar, biar bisa meringankan tugas kita he he
3. porter, bukan porter beneran, minimal suka olahraga, jadi kalau naik gunung bisa dititipin barang, aduh pemalesan he he
4. bisa main gitar, lebih bagus lagi kalau bisa nyanyi, mengingat menyenangkan duduk di depan api unggun di depan tenda, malam - malam di bawah langit penuh berbintang sambil minum segelas coklat hangat dan mendengarkan suami bermain gitar.

Hue he he begitulah, catatan tentang 4 hal di atas masih tersimpan rapi di sebuah buku yang dulu selalu saya bawa kalau jalan-jalan. Plus sebuah catatan dengan huruf besar : JANGAN LUPA, LIBURAN KELUARGA KE RINJANI bersama fotografer, koki, porter dan gitaris masing-masing.

Tapi bagaimana harapan terwujud dalam kenyataan. Satu-satunya yang sudah menikah dari kami berempat adalah Tyas. Hmmmm bagaimana ya, nampaknya tidak ada satupun dari kriteria di atas dipenuhi oleh Karel - suami Tyas..he he tapi Karel baik hati lho. Mungkin ini harus dimasukkan ke kriteria tambahan, di tempat ke 1 malahan. Saya ingat cerita Tyas waktu ngajak Karel naik Merapi bertahun silam, yang ada Tyas yang badannya imut malah jadi porternya Karel he he he. Dan Karel kapok naik gunung lagi.

Kriteria yang sulit, walau bukan harga mati he he (terbukti pada Tyas kan). Sekian dulu ah, saya mau bekerja lagi, meneruskan GPU review sumur yang banyak banget itu. Selamat bekerja semuanya

ps : Jodoh, baik hati, fotografer, koki, porter dan gitaris..mungkin harus ditambahkan sholeh (berarti saya juga harus terus memperbaiki diri biar jadi shalehah)

Monday, June 19, 2006

Bumi Itu Imut


Memang ga sia - sia Eyang Jules Verne menulis novelnya : Around the World in Eighty Days, tahun 1956 lalu. Novel yang kemudian diadaptasi menjadi sebuah film ini merupakan salah satu film favorit saya dari jaman kecil dulu hingga kini.

Hop on sailing railroad across The West ! Be attacked by fierce prairie Indians ! Rescue a Princess in India ! Sail a burning Atlantic paddle-wheeler ...and more 

BUMI itu IMUT kok, 80 hari saja kita bisa mengelilinginya, apalagi di jaman sekarang, pastinya lebih cepat. Seperti juga isinya, ternyata imut - imut, itu -itu aja kok.

Logo di atas dibuat oleh teman baik saya : Aries dan pastinya dipengaruhi berat oleh Joko he he. Ibu satu ini memang jempolan, ga cuma doyan jalan-jalan (alias naik gunung pastinya) tapi juga jago moto (kalau ini saya belum ketemu tandingannya ampe sekarang, photograpghy by heart, actually) dan bikin desain (iyalah, kerjaannya memang arsitek he he). Dan akhirnya klub inipun terbentuk : klubkempingceria.

Sebetulnya ini murni ide Aries dan Joko, saya juga cuma diajak. Di launch via email ke semua teman-teman Aries dan Joko..dan ternyata, di list email itu ada beberapa nama yang juga saya kenal baik. Tapi siyalnya kami tidak pernah bercerita satu sama lain kalau kami kenal Aries atau Aries kenal saya..tapi jelas BUMI itu IMUT...seperti orang - orang di klub ini.

ARIES : saya kenal tahun 2004 lalu, dikenalin sama Jenny (saya malah belum pernah ketemu face to face ma Jenny). Sms -an, telpon dan akhirnya ketemu di Kampung Rambutan, di suatu malam sabtu yang cerah. Dan kami naik gunung bareng ke Gunung Gede, kita berdua sama-sama jadi fotografer untuk acara pendakian Kartini 2004. Ternyata kita sama-sama orang Cimahi, sama sama kuliah di kampus yang sama. Sampai sekarang saya dan Aries belum pernah ketemu lagi, padahal saya selalu melaunch janji - janji surga untuk naik gunung bareng (Agustus InsyaAlllah Ries he he)

Di klub ini ternyata muncul pula Mario, ini sih ga usah jauh-jauh, partner sejati saya untuk naik gunung dan jalan-jalan, dah kenal dia sejak 8 tahun yang lalu. Ternyata dia kenal Aries juga tapi ga pernah cerita he he.

Ada juga Santia yang ternyata istrinya Sidik, senior saya di KMPA dulu..walah kok bisa. Usut punya usut ternyata Sidik kenal Santia dari Mario he he. IKA adalah teman sekantor saya waktu masih kerja di Jakarta dulu, ga usah jauh-jauh, ternyata dia teman Aries dan sering naik gunung bareng juga..nah lho.

Ah BUMI itu IMUT..percaya deh, apalagi kalau mengingat bagaimana saya bisa bertemu kembali dengan seseorang.

Seperti kisah Billy dan Puput yang dulu pernah saya ceritakan, bagaimana kami bertemu di Bandung, 7 tahun yang lalu, dan akhirnya kami berkumpul kembali di Balikpapan saat ini. Siapa yang mengira kalau Puput ini teman se - SMA adiknya Wawan, teman saya juga. Atau Ikbal-teman main di Balikpapan yang ternyata kakak kelasnya Puput. Atau Mia yang dulu pernah saya tumpangi ketika di Paris sana, ternyata sekarang ga jauh-jauh, di Balikpapan saya masih sering juga nebeng mandi dan tidur di kamar Mia. Ada juga Arif, teman saya waktu OJT dulu, siapa yang mengira akhirnya kita sama-sama kerja lagi di sini, kantornya hadap-hadapan pula, o iya..saya dan 7 orang teman pernah juga numpang nginap di Yogyakarta, 3 tahun yang lalu.

Ada lagi lho, tiba-tiba teringat Om pemilik Hotel Pison di Toraja (aduh maaf saya lupa namanya). Om ini adalah Om-nya David, temannya Mario. Ternyata David ini sepupunya Yudith, tetangga saya di Balikpapan..he he tau gitu diskon hotelnya kemaren bisa dobel.

Yup..BUMI itu IMUT. Kemanapun melangkah pasti ada hubungannya. Siapa yang mengira, di puncak Gede, bulan lalu, saya ketemu Adi dan Syamsuar, junior saya di KMPA. Ah tau gitu kita naik bareng aja, kalian bisa jadi porter he he.

BUMI itu IMUT teman ! A small world and a simple life of mine.

ps : baru aja mau klik publish post, tiba-tiba ingat kalau Aries ini anak Arsitektur'93, Imgar mungkin kenal juga he he