Pages

Wednesday, April 3, 2013

Sekolah Karakter - IHF Foundation

Badan sehat, jiwa kuat, hati bersih daaaaaaan Cerdas
SubhanaAllah, setiap saya mendengar Cici meneriakkan yel yel itu saya selalu terharu. Ini adalah yel favorit Cici, dipelajari di sekolah Cici yang sekarang, di Sekolah Karakter IHF, Cimanggis.

Sekolah Karakter IHF - Cimanggis
Sudah sejak lama saya ingin berbagi cerita mengenai Sekolah Karakter, banyak teman yang bertanya, mohon maaf baru bisa sekarang dituliskan. 

SEKOLAH KARAKTER, aneh memang terdengarnya. Setiap ada teman atau kerabat yang bertanya mengenai sekolah Cici maka komentarnya sama : "Sekolah apa tuh, dimana ? " Komentar lanjutannya juga sama : "Cimanggis ? jauh banget, ga kasian sama anaknya ya, kan cape !"

Saya mengenal sekolah ini dari Mba Nila Dewi dalam family trip kami ke Ujung Genteng, November 2011 lalu. Pucuk dicinta ulam tiba, mendengar ceritanya kami langsung jatuh cinta. Inilah yang kami cari - cari. Saat itu Cici berusia 2.5 tahun dan sudah bersekolah di play group dekat rumah. Terus terang kami kurang sreg di sekolah ini, metode pengajarannya sepertinya kurang cocok untuk Cici. Terlalu sekolah banget :)

Keesokan harinya saya langsung menelpon Sekolah Karakter, ternyata waiting list untuk play group sudah no 57, baiklah tak mengapa. Tak putus harapan saya mendaftar untuk waiting list TK, hore ada kemajuan, no 25. Iseng dan sekalian saya mendaftar untuk waiting list SD, no 1. Hore, baiklah kita lihat saja apakah ada rejeki Cici disini.

Hampir terlupakan dan tiba - tiba di bulan Februari 2012 saya mendapat sms dari Sekolah Karakter, isinya singkat saja : Ayah dan Bunda, silakan melakukan trial untuk Ananda di bulan Maret 2013, informasi lebih lanjut silakan menghubungi no telpon xxxx. Alhamdulillah, ternyata Cici mendapat kesempatan untuk mengikuti trial. Betul - betul di luar dugaan, mungkin karena banyak pendaftar yang mengundurkan diri, dan akhirnya Cici kebagian. Senang sekali rasanya, lebih - lebih dari menang lotre.

Cici mengikuti trial sebanyak 2 kali di bulan Maret 2012, kebetulan saya tidak bisa mengantar dan menunggui Cici selama trial. Jadilah Cici diantar ayahnya dan alhamdulillah Cici sangat mandiri. Saat itu yang paling penting bagi kami adalah Cici tidak protes walau perjalanan ke sekolah jauh dan dia suka. Alhamdulillah dengan mudah Cici beradaptasi dengan lingkungan barunya dan juga tidak protes walau jauh. Hari pertama trial dan Cici langsung jatuh cinta dengan lapangan pasir di sekolah.
Bunda, Cici mau sekolah di sekolah jauh aja, yang ada pasirnya
Tahap selanjutnya adalah pertemuan antara orang tua dan Kepala Sekolah Karakter - Ibu Tika. Intinya pertemuan ini merupakan kesempatan orang tua bertemu dengan pihak sekolah, membicarakan misi dan visi juga membahas hasil trial Cici. Saat itulah saya benar - benar jatuh cinta dengan sekolah ini. Ibu Tika sendiri sangat baik, lembut sekali. Beliau menceritakan observasi yang dilakukan para guru dengan penuh semangat.  Beliau bercerita bagaimana Cici membantu menghibur teman-nya yang menangis ketika trial - so sweet Cici, Cici membantu mengambilkan sandal temannya, dan lainnya. Hal - hal kecil yang membuat saya terharu. Inilah sekolah yang kami cari - cari. Saat itu kami juga mendapat kepastian bahwa Cici dapat bersekolah disini, alhamdulillah. Lega sekali rasanya.

Setelah pertemuan masih ada tahapan berikutnya, seminar pendidikan karakter untuk orang tua siswa baru. Pembicara utama-nya Ibu Ratna Megawangi, pendiri Sekolah Karakter. Dan sungguh ini kedua kalinya saya jatuh cinta dengan sekolah ini. Sesuai temanya, maka seminar ini bertujuan mempersiapkan orang tua untuk menjadi orang tua yang berkarakter. Ibu Ratna berbagi cerita mengenai misi dan visi sekolah Karakter, apa yang diharapkan dari orang tua dan saya tersentil. Sungguh disini saya merasa sangat beruntung, sebetulnya bukan hanya Cici yang bersekolah, di sini kami juga dituntut untuk menjadi orang tua yang lebih baik. InshaAllah.

Setelah penantian panjang inilah hari yang ditunggu. Hari pertama bersekolah, Senin 23 Juli 2012. Saya sengaja cuti hari ini, dan sayangnya Popo ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal. Jadilah saya dan Cici naik taksi ke sekolah. Cici semangat sekali, dengan seragam barunya dan rambut dikucir dua.

hari pertama sekolah di Karakter, anak Bunda sudah besar
Menariknya di pintu gerbang ternyata sudah menunggu para Ibu dan Bapak Guru, menyambut anak - anak di hari pertama sekolah, menyapa anak - anak, menanyakan kabar, sejuk sekali mendengarnya.

welcome greeting from the teachers
Kelas play group di Karakter disebut Kelompok Belajar alias KB. Ada dua kelas dengan frekuensi pertemuan 3x seminggu. Cici masuk di KB Ceria bersama 11 orang temannya dan Ibu Lia, Ibu Novi serta Pak Singgih. Ratio guru dan muridnya 1 : 4, sangat ideal. Waktu bermainnya dari jam 8 - 11.15, menyenangkan. Lucunya para murid dianjurkan tiba lebih awal di sekolah agar bisa bermain dulu. Jam 8 mulai belajar tapi ya sebenarnya bermain juga, bermain sambil belajar. Di halaman sekolah memang terdapat cukup banyak permainan, mulai dari lapangan pasir, main gantungan, perosotan, rumah pohon, semua favorit Cici. Sampai sekarang Cici suka sekolah karena bisa main pasir dan gantungan :D

main gantungan, namanya trademark Cici :D
bermain pasir bersama Ibu Lia dan Leya - new besties
Di hari pertama tersebut saya menunggu Cici sampai selesai sekolah. Penasaran juga ingin tahu seperti apa suasana kelasnya. Ternyata sangat menyenangkan.

Jam 8 pagi semua anak TK dan playgroup berkumpul di halaman, lucu sekali. Ada yang masih menangis ingin ditemani Bunda-nya, ada yang malu - malu dan ada juga yang pemberani dan percaya diri berdiri di barisan. Ibu dan Bapak Guru mengajak anak - anak bernyanyi dengan semangat. Bagaimana dengan Cici ? Anak kecil satu ini sibuk berlari kesana kemari. Bermain :) Sesekali masuk barisan lalu menghilang lagi. Tadinya saya khawatir Ibu Guru akan marah, tetapi ternyata tidak, Ibu Lia malah mengantar Cici bermain pasir..Ibu Guru yang hebat.

sibuk sendiri :)
diantar Ibu Lia untuk bermain pasir
Setelah bernyanyi dan berolahraga kecil, anak - anak masuk ke kelas. Kelas sederhana, penuh warna, tanpa AC dan terbuka. Lagi - lagi hal menyenangkan bukan. Kelas diawali dengan membaca doa bersama, ucapan selamat datang, memperkenalkan diri dan bernyanyi lagi. Senang mendengarnya, entah kekuatan apa yang membuat Ibu Lia, Ibu Novi dan Pak Singgih dapat berbicara dengan santun, lembut dan menghipnotis anak - anak tersebut. Empat jempol untuk Bapak dan Ibu.

Seperti biasa di hari pertama anak - anak masih malu - malu. Beberapa kali Cici melihat saya dan malah ingin keluar kelas. Ada juga beberapa anak yang terus menangis dan minta ditemani Bunda-nya di dalam kelas. Belum lama di kelas dan anak - anak kembali ke halaman. Kali ini Parachute time, wow ini kan kesukaan Cici waktu di kelas Gymboree dulu. Semuanya persis sama, parachute yang sama, lagu yang sama juga bubble. Pandai sekali para guru menarik hati anak - anak. Seketika suasana kelas yang tadinya malu - malu menjadi ramai oleh celoteh anak - anak yang kegirangan, bermain parachute dan bubbles. Cici juga sangat suka.

parachute time
bubbles time, Pak Singgih jadi idola
Puas bermain bubbles dan sekarang saatnya jalan - jalan, tur keliling sekolah. Anak - anak mulai patuh dan dengan semangat berbaris. Menggemaskan memang. Sambil bernyanyi mereka berkeliling sekolah. Ibu Lia memperkenalkan tempat - tempat untuk bermain, kelas kakak TK, tempat mencuci tangan dan akhirnya tur keliling sekolah diakhiri dengan bermain. Bermain lagi ? iya betul kok, sekarang waktunya bermain lagi. Mendengar kata bermain maka Cici langsung berlari dengan semangat, meninggalkan teman - temannya haha.

Cici semangat sekali
Hari yang menyenangkan ini ditutup dengan makan bekal bersama, tidak terasa 3 jam sudah. Sepertinya Cici baik - baik saja dan sangat senang. Beberapa anak masih menangis tetapi banyak juga yang sudah mandiri. Hari yang melegakan, sepertinya kali ini kami tidak salah pilih.

Cici sudah bersekolah 8 bulan di Sekolah Karakter, ia menyukainya, sangat suka. Beberapa kali Cici harus ijin tidak sekolah karena tidak mengantar dan tampaknya ia sangat sedih. Ibu Lia, Ibu Novi dan Pak Singgih sangat baikkkkkk, baik sekali. Sungguh saya belajar banyak mengenai ketulusan dan keikhlasan dari mereka.

Bermain sambil belajar itu sangat efektif lho, alhamdulillah Cici sekarang sudah bisa membaca beberapa kata sederhana, menuliskan beberapa kata yang disukainya, suka menggambar, dan banyak hal teknis yang dulu sempat tertinggal di sekolah lama. Semangat terus ya Cici, yang penting happy dan tentunya berkarakter baik.

Mungkin saya perlu beberapa hari lagi untuk menuliskan testimoni mengenai sekolah ini, tapi nanti disambung lagi saja ya. Yang jelas saya merasa sangat beruntung bisa mengenal Mba Nila, mengenal sekolah ini, Cici mendapat kesempatan bersekolah disini, alhamdulillah. Terimakasih Ibu dan Bapak Guru mari kita   kembangkan semangat anak Indonesia menjadi anak yang berkarakter, dan orang tua berkarakter juga tentunya :)

Me and Family : Keluarga Popo Bunda Cici

Give away lagi dan kali ini bersama Popo dan Cici juga :D


Perkenalkan, ini keluarga kecil kami, ada Popo, Bunda dan Cici. Foto agak lama, diambil oleh Mr. Tripod di bulan Januari 2010. Saat itu Cici masih kecil imut, 6 bulan usianya. Suka sekali dengan foto ini (narsis, maaf hehe), sayangnya Cici sedang tidak melihat ke arah kamera, tapi ga papa deh.

Oiya, ini ceritanya kami sedang jalan - jalan dan menemukan tempat ini, akhirnya berhenti dulu dan foto - foto, jadi bukan iseng cari rel kereta ya :)

As always, my little family is my first priority in life. May Allah bless us.



Tuesday, April 2, 2013

3 years and 9 months

Bulan Maret ini alhamdulillah ada banyak titik terang dan kemudahan. Baby Cici sudah gadis, iya, Cici sudah besar sekali. Sangat pandai berbicara alias ceriwis. Hapalan surat dan doanya juga alhamdulillah bertambah banyak, sholatnya terkadang masih cowboy, tapi ya sudah lumayan.

Kecintaannya terhadap sekolah menjadi - jadi, juga dengan sekolah mengaji, balet dan bahasa Inggrisnya. Cici suka sekali. 

Kami sempat bermain ke pantai dan ke gunung bulan ini. Cici senang sekali, walaupun tidak seperti biasanya, hanya kami bertiga, tidak ada teman - temannya. Tapi Cici tetap menikmati.

Tetap sehat dan bahagia ya Nak, Bunda dan Popo menyayangi Cici.

nongkrong di Marina Pier 9 , Ancol
kostum dan koper tidak sesuai :)
nongkrong lagi di Sukamantri
sesudah flying fox di The Highland Camping Ground

Monday, April 1, 2013

Blogiveaway - Sereleaungu


Hadir kembali dengan giveaway :) 

Beneran nih giveaway itu candu ya, jangan salahkan penyelenggara bila menjadi ketagihan. Kali ini giliran give away yang diadakan oleh TK alias ToMkuU (semoga tidak salah menulis namanya hehe). Berhubung deadline-nya hari ini, marilah kita kerjakan segera. Ada waktu 3 jam lagi.

Kebetulan Sereleaungu ini memang doyannya komentar, terkadang pujian dan terkadang kritik, ujung - ujungnya sih karena bawel. Tetapi di balik itu semua ada niat baik lho, yaitu berbagi informasi. Ok, mari kita lihat review apa saja yang ada di blog ini, dikelompokkan sesuai kategori review.

Buku (9 review)
  1. http://sereleaungu.blogspot.com/2013/03/pulang.html
  2. http://sereleaungu.blogspot.com/2013/03/titik-nol-makna-sebuah-perjalanan.html
  3. http://sereleaungu.blogspot.com/2013/02/the-marriage-bureau-for-rich-people.html
  4. http://sereleaungu.blogspot.com/2013/02/the-help.html
  5. http://sereleaungu.blogspot.com/2012/12/habibie-dan-ainun.html
  6. http://sereleaungu.blogspot.com/2007/12/holding-on-story-about-love-and-survival.html
  7. http://sereleaungu.blogspot.com/2007/08/sokola-rimba-pengalaman-belajar-bersama.html
  8. http://sereleaungu.blogspot.com/2007/05/sebuah-email-di-milis-angkatan-saya.html
  9. http://sereleaungu.blogspot.com/2006/11/laskar-pelangi.html
Film (4 review)

Sekian dulu, ternyata membuat review itu memang menguntungkan lahir batin ya. Terimakasih TK untuk vouchernya :)

Friday, March 29, 2013

Tak Lengkap Tanpa Secangkir Kopi

Setiap hari kerja saya meninggalkan rumah pukul 5.45 pagi, masih sangat pagi memang. Sarapan ? tentu belum. Pagi saya di rumah disibukkan oleh aktifitas menyiapkan hidangan untuk Cici-putri saya, mandi pagi dan berangkat ke kantor.

Pukul 7 pagi saya sudah duduk manis di kantor dan dimulailah ritual itu. Membuka laci kabinet, mengeluarkan laptop, menghidupkannya, memasukkan user name, password dan berjalan menuju pantry sambil membawa 1 bungkus kopi kemasan - kopi hitam merk klasik hanya kopi dan gula. Menuang bubuk kopi ke mug kesayangan, menuangkan air panas, mengaduk 30 kali berlawanan arah dengan jarum jam, menghirup aromanya, kembali ke cubical dan duduk manis membaca email sambil menyesap cairan hitam itu. Nikmat memang. Inilah ritual pagi saya. Secangkir kopi hitam.

http://leadershipfreak.wordpress.com/2010/04/16/influence-over-a-cup-of-coffee/
Sejujurnya ritual ini baru saya mulai setahun belakangan. Beban pekerjaan memang sedang tinggi, memonitoring pengeboran sumur selama 24 jam, urusan rumah tangga, urusan side job dan kesibukan -kesibukan lainnya membuat saya menjadi sangat mudah lelah dan mengantuk. Di sisi lain saya selalu dituntut untuk tampil prima dan berkonsentrasi tinggi. Inilah saat yang tepat untuk memasukkan sedikit kafein ke dalam tubuh.

Perkenalan saya dengan kopi dimulai ketika saya duduk di bangku kuliah. Benar - benar perkenalan pertama. Ayah dan kakak laki - laki saya bukan perokok dan peminum kopi. Seingat saya di rumah dulu tidak pernah tersedia persediaan kopi, hanya teh dan susu saja. Sesekali ibu saya membeli kopi untuk menjamu para tukang yang merenovasi rumah atau tamu, sepertinya hanya itu saja.

Ketika kuliah saya masuk jurusan Teknik Geologi dan menjadi anggota unit pencinta alam di kampus saya. Dunia lelaki, dunia kopi dan rokok. Rapat himpunan, rapat unit, jeda menunggu waktu kuliah, mendaki gunung, berkemah, semua bersahabat dengan kopi. Perlahan saya berkenalan, suka walaupun tidak menjadi akrab.

Ketika mulai bekerja saya mulai akrab dengan kopi walaupun lagi - lagi tidak menjadi menjadi dekat. Office boy kantor hanya mengantar segelas air putih saja setiap hari, cukup bagi saya. Malam - malam panjang di anjungan pengeboran lepas pantai lagi - lagi hanya saya isi dengan air putih, cukup di kala itu.

Pernikahan tidak mendekatkan saya dengan kopi. Suami saya perokok dan peminum kopi tetapi tidak meminum kopi setiap hari. Tugas harian saya hanya membuat segelas teh manis hangat, cukup saja. Persediaan kopi tersedia di rumah untuk menjamu tamu, atau oleh - oleh dari sahabat yang bepergian. Kopi Aceh, Gayo, Toraja, Papuan Wamena, hampir semuanya ada. Tetapi lagi - lagi saya belum bersahabat dengannya.

Bos saya di kantor seorang pecandu kopi, Scotish-man yang meminum kopi pahit tanpa gula 3x sehari. Setiap hari dia membeli kopi di kedai kopi di dekat kantor dan meminumnya di cubical. Aromanya sedap sekali, harumnya menggoda. Setiap saat dia selalu memuji - muji kenikmatan kopi Indonesia dan mentertawai saya yang malah tidak suka minum kopi. "Indonesia has the best coffee in the world", antusias diucapkannya kepada setiap orang.

Tetapi selalu ada saat untuk jatuh cinta. Januari 2012 lalu saya dan keluarga mengunjungi Belitung, pulau kecil yang tersohor dengan Laskar Pelangi, keindahan pantai dan juga kedai KOPI BELITONG. Orang bilang tidak lengkap rasanya ke Belitung kalau tidak mampir di kedai kopi. 

Hari pertama saya di Belitung dan saya jatuh cinta. Segelas kopi susu di kedai belokan jalan itu sangat nikmat. Harum, manisnya pas tanpa ampas karena disaring terlebih dahulu. Ah, akhirnya saya jatuh cinta. 

Hari kedua di Belitung dan kami berkunjung ke kedai kopi lain di Pasar Tanjung Pandan. Pagi sekali kami berjalan kaki dari hotel menuju pasar yang ramai. Kedai kopi yang kami tuju sudah ramai. Bapak - bapak duduk sambil mengobrol, ada juga yang bermain ukulele, hidup. Grup kami ikut duduk dan disambut dengan ramah. Mereka bertanya asal kami, tinggal di hotel mana, sangat tulus. Pesanan kami datang, kopi yang sama nikmatnya, kopi susu ternikmat yang pernah saya minum. Kopi Belitong.

kopi susu di kedai kopi Pasar Tanjung Pandan, Belitung
Suasana pagi di kedai ini memang semarak. Obrolan - obrolan ringan sampai serius bermunculan. Selalu ada seorang tokoh yang dituakan dan doyan berbicara. Sementara pengunjung lainnya tekun mendengarkan, tertawa - tawa, menginspirasi. Ternyata tidak perlu duduk di kedai kopi waralaba yang tersohor itu, di kedai kopi 3000 rupiah ini saya menemukan kehangatan yang tulus.

kedai kopi di Pasar Tanjung Pandan, Belitong
Itulah kisah persahabatanku dengan kopi. Sejak saat itu saya menyukainya, candu. Kopi paling nikmat tentunya adalah kopi tubruk diseduh dengan air panas mendidih. Pilihan tepat untuk di rumah. Untuk di kantor ? kopi kemasan pilihannya. Cukuplah panas air dispenser untuk menyeduhnya. Resep diaduk 30 putaran berlawanan arah dengan jarum jam itu saya peroleh dari Bapaknya Ikal, tokoh dalam buku Laskar Pelangi yang ditulis oleh Andrea Hirata. Awalnya saya menganggapnya biasa saja, saya masih mengaduk kopi sekenanya. Tetapi saya perhatikan air dispenser memang tidak cukup panas untuk membuat larutan kopi yang homogen, tercampur sempurna. Mendadak saya ingat resep Bapaknya Ikal dan ternyata berhasil, mengaduk berlawanan arah dengan jarum jam membantu kopi untuk tercampur lebih sempurna.

Senang akhirnya saya menyukai kopi. Aromanya saja sudah cukup membangkitkan semangat dan konsentrasi. Diseduh pagi hari cocok, sore hari apalagi. Ketika mata mulai mengantuk maka harum kopi dari tetangga sebelah sudah cukup membuka mata dan lebih segar. Teman begadang juga oke, inspirasi datang lebih mudah, pikiran lebih jernih.

Untuk rekan - rekan muslim, tahukah kalian bahwa kopi sebenarnya minuman kegemaran kaum Sufi? Dengan meminum kopi, orang-orang kelas ma’rifat (yang tidak memiliki dan terjangkit penyakit yang semakin parah karena minum kopi) semakin tegar beribadah, seolah kopi mendatangkan cahaya bagi rohani dan jasmani mereka. Jadi tidak salah memang kalau secangkir kopi membantu kita menjadi lebih baik.

Jangan berlebihan, 1 cangkir saja cukup setiap hari, imbangi dengan minum tambahan 2 gelas air putih. Ambil manfaatnya dan hindari efek sampingnya. Sudahkah anda minum kopi pagi ini ? Selamat minum kopi dan mari berkarya. Dengan bangga saya mengatakan : "Indonesia has the best coffee in the world"


Tuesday, March 26, 2013

Membeli Reksadana

Setelah sekian lama akhirnya saya memutuskan untuk membeli Reksadana. Akhirnya sadar, selama ini kenapa semuanya lari ke tiket pesawat, peralatan naik gunung, dan lain - lainnya ya, ayo kita mulai menabung, lebih baik telat daripada tidak sama sekali bukan.

Oke, sebetulnya banyak sekali tulisan beredar di internet mengenai Reksadana, tetapi dasar saya yang oon kok ngertinya lama sekali ya. Hingga akhirnya saya memberanikan diri membuka diskusi mengenai reksadana di group FB ITB Motherhood. Alhamdulillah langsung ketemu jawabannya dan puas.

Jadi biar ga mubazir, ilmunya saya share disini saja ya. Semoga bermanfaat.



Reksadana itu apa sih ?
Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam portofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya.

Jenis - jenis Reksadana
Ada 4 macam, yaitu reksadana saham, campuran, pendapatan tetap dan pasar uang. Kalau mau return tinggi pilihannya tentu yang saham, tetapi resikonya juga besar, cocok untuk investasi jangka panjang. Kalau mau yang aman - aman saja bisa pilih yang pedapatan tetap dan pasar uang.

Dimana membeli Reksadana ?
Reksadana bisa dibeli di bank custodian (misalnya Commonwealth dan Mandiri) serta di perusahaan penerbit reksadana seperti Danareksa Online. Perbedaannya, membeli di bank custodian akan dikenakan biaya pembelian, tetapi ada banyak pilihan reksadana dari beberapa perusahaan. Sedangkan bila kita membeli di perusahaan penerbit reksadana, maka pilihannya hanya sedikit (sesuai reksadana yang dikeluarkan perusahaan) tetapi tidak ada biaya pembelian. Untuk optimisasi tentu bank custodian lebih baik.

Bank-nya yang mana ?
Banyak teman menganjurkan untuk membeli di Commonwealth karena beberapa pertimbangan. Minggu lalu akhirnya saya mantap juga untuk membeli di bank ini. Syaratnya mudah, datang ke bank Commonwealth terdekat (jangan lupa bawa KTP dan NPWP). Buka tabungan di Commonwealth (saldo pertama min IDR 500,000) dan kita akan mendapat buku tabungan, token internet banking dan kartu atm. Sssttt kartu atmnya jagoan lho, bisa atm bersama dan BCA. Jadi walaupun ATM bank ini sedikit, tapi bisa ambil dimana saja tanpa kena biaya, belanja juga sama. Setelah membuka tabungan kita bisa membeli reksadana kita yang pertama, setelah itu selesai, pembelian selanjutnya bisa dilakukan melalui internet banking.

Conventional atau Syariah ?
Karena beberapa alasan saya pilih yang syariah, InshaAllah pilihannya juga banyak.

Reksadananya yang mana ?
Menurut beberapa teman, ada reksadana favorit yang jadi pilihan para investor pemula (seperti saya hehe), yaitu  Schroder, BNP Paribas atau Manulife. Tinggal pilih mau yang saham/obligasi/pasar uang/pendapatan tetap juga pilih yang conventional atau syariah. 

Berapa dana yang harus disiapkan untuk membeli Reksadana ?
500 rb aja cukup, top up selanjutnya malah bisa 100 rb

Menarik kan, ayo jangan terlambat. Membeli reksadana juga salah satu wujud membangun Indonesia lho..karena ini adalah dana masyarakat :)

Mau tau lebih lanjut, silakan mampir disini ya : www.infovesta.com

Pulang

Saya bukanlah pengamat dan pecinta politik, bukan, saya bahkan tidak suka. TV di rumah jarang sekali dihidupkan, jadi mohon maaf kalau saya sering ketinggalan berita. Tetapi mengapa dengan PULANG ?
Pulang yang ditulis oleh Leila S Chudori adalah sebuah drama keluarga, persahabatan, cinta dan pengkhianatan berlatar belakang tiga peristiwa bersejarah : Indonesia 30 September 1965, Prancis Mei 1968 dan Indonesia Mei 1998.

Tokoh utamanya adalah Dimas Suryo, seorang eksil politik Indonesia yang terdampar di Paris sejak tahun 1965. Kewarganegaraan Indonesia-nya dicabut, menjadi minoritas diantara bangsanya dan dituduh PKI. Bersama beberapa sahabatnya ia bertahan hidup di Paris dengan mengelola sebuah restoran yang diberi nama Tanah Air. 

Dalam pelariannya Dimas bertemu dengan Vivienne Deveraux, mahasiswa yang ikut demonstrasi melawan pemerintah Perancis pada Mei 1968. Le coup de foudre, Dimas dan Vivienne jatuh cinta pada pandangan pertama dan akhirnya menikah. Mereka mempunyai seorang putri yang diberi nama Lintang Utara, anak perempuan cantik dan cerdas yang berkuliah Sinematografi di Sorbonne. 

Lika liku kehidupan para eksil di Paris diceritakan dengan sangat menarik oleh Mba Leila. Bagaimana mereka memulai usaha restoran, kehidupan keluarga dan juga cerita perpisahan Dimas dan Vivienne karena Dimas tidak juga bisa lepas dari bayang - bayang Surti, cinta pertamanya, cinta setoples cengkeh dan bubuk kunyit.

Di akhir cerita diceritakan Lintang akhirnya berhasi memperoleh visa untuk masuk ke Indonesia. Kunjungan ke tanah airnya bertujuan untuk merekam pengalaman keluarga korban tragedi 30 September sebagai tugas akhir kuliahnya. Lintang berhasil menguak masa lalu ayahnya dengan Surti, mewawancarai banyak tokoh yang terkait dengan tragedi 30 September sekaligus menjadi saksi mata kerusuhan Mei 1998 dan jatuhnya Presiden Indonesia yang sudah berkuasa selama 32 tahun.

Novel yang menarik, walau sebenarnya bagi saya cerita Lintang di Indonesia terlalu tergesa - gesa. Cerita kehidupan mereka di Paris jauh lebih menarik digambarkan oleh Mba Leila. Ending ceritanya mengharukan, dikisahkan Dimas Suryo meninggal dunia karena sakit dan sesuai cita - citanya akhirnya ia dapat dimakamkan di Karet, pulang ke peristirahatan terakhirnya setelah 32 tahun.

Nice to read, walau le coup de foudre antara Lintang dan Alam (putra Surti) juga terlalu dipaksakan, saya lebih suka Nara dan Lintang :)